Gus Ipul Bantah Tudingan Aliran Uang hingga Rp480 Miliar di Muktamar NU: Itu Fitnah
- tvOnenews - Aldi Herlanda
Jakarta, tvOnenews.com - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021–2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, membantah tudingan adanya aliran dana dalam Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah.
Gus Ipul yang juga menjabat Ketua Panitia Pelaksana Muktamar Ke-35 NU mengatakan, tudingan aliran uang menjadi salah satu isu yang muncul setelah pelaksanaan Muktamar. Menurut dia, informasi tanpa bukti dapat menyesatkan masyarakat.
"Ya banyak itu mengembangkan (isu) ada risywah, ada intervensi, ada hal-hal yang enggak dilakukan, tapi dikabarkan. Itu sesungguhnya kan fitnah itu," kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Gus Ipul turut menanggapi pernyataan Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur mengenai dugaan peredaran uang selama pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang.
Dalam pemberitaan yang beredar, Gus Lilur menyebut adanya dugaan aliran dana sekitar Rp480 miliar yang mengarah ke arena Muktamar NU.
Gus Ipul menilai dugaan pemberian uang tersebut harus dibuktikan agar tidak menjadi informasi yang menyesatkan.
"Nah itu kan fitnah itu. Ya, itu yang harus dibuktikan. Dan itu bahaya sekali itu kalau kemudian enggak terbukti. Menurut saya itu menyesatkan sekali ya," ujarnya.
Ia mengatakan tudingan mengenai risywah atau intervensi dalam Muktamar NU tidak semestinya disampaikan tanpa bukti. Menurutnya, informasi semacam itu dapat menimbulkan persoalan apabila tidak memiliki dasar yang jelas.
Gus Ipul juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap sejumlah pihak yang dinilai menyebarkan tudingan tanpa bukti.
"Kami sedang mempertimbangkan ini untuk menempuh jalur hukum bagi pihak-pihak yang menyebarkan fitnah, membangun opini tanpa bukti," katanya.
Menurut Gus Ipul, setidaknya ada tiga orang yang akan diberikan somasi. Apabila tidak memperoleh tanggapan, pihaknya akan mempertimbangkan untuk membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.
Saat ditanya apakah Gus Lilur termasuk pihak yang akan menerima somasi, Gus Ipul belum memberikan kepastian.
"Ya nanti besoklah ya, tunggu ya. Masih di dalam proses pembicaraan dengan penasihat hukum," ucapnya.
Ia menjelaskan, langkah tersebut dipertimbangkan sebagai bagian dari tabayun dan klarifikasi untuk mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Gus Ipul juga menegaskan bahwa Muktamar NU telah berlangsung dengan baik, demokratis, dan terbuka.
Ia meminta pelaksanaan Muktamar NU tidak dicampur dengan berbagai pendapat yang menurutnya bernuansa fitnah.
"Muktamar berjalan dengan baik, demokratis, ya, terbuka, yang menang bermartabat, yang kalah terhormat," ujar Gus Ipul. (ant/rpi)
Load more