Lima Jurnalis yang Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau adalah Pejuang Berita di Era AI
- Tangkapan layar YouTube tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Duka atas hilangnya lima jurnalis yang menjalankan tugas peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau Selat Sunda, menjadi refleksi penting atas dedikasi para wartawan dalam menjalankan profesi.
Ketua Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) Retno Pinasti menyebut kelima jurnalis tersebut sebagai pejuang informasi dan berita di tengah perkembangan era kecerdasan buatan (AI).
Hal itu disampaikan Retno dalam acara "Doa Bersama dan Solidaritas untuk 5 Jurnalis" yang berlangsung di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin, 21 September 2026.
"Ini adalah bentuk dedikasi paripurna bagi jurnalisme Indonesia, jurnalisme publik di era AI," katanya, dikutip Rabu (23/9/2026).
Retno menyinggung bahwa perkembangan teknologi saat ini telah memungkinkan berbagai gambar atau visual direkayasa menggunakan AI.
Teknologi ini juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan informasi palsu atau hoaks.
Di tengah disrupsi industri media tersebut, kelima jurnalis adalah contoh pejuang yang memilih menghadapi tantangan dengan berupaya menghadirkan karya jurnalistik berbasis fakta lapangan.
"Kelima teman kita memilih untuk berjuang bahkan mempertaruhkan keselamatannya untuk mendapatkan fakta dan bukti dari sebuah peristiwa, dari sebuah bencana untuk disampaikan kepada publik," ujar dia.
Atas dedikasi tersebut, Retno menyampaikan penghormatan kepada lima jurnalis yang hingga kini belum ditemukan.
"Simpati kami untuk seluruh keluarga juga, untuk kelima teman dan juga tiga awak kapal yang masih belum pulang dalam bertugas. Semoga seluruh keluarga dan kita semua komunitas jurnalis Indonesia mendapatkan kekuatan. Terima kasih," ucap dia.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda resmi dihentikan pada 17 September 2026 setelah berlangsung selama 10 hari sebelum dinyatakan berakhir.
Satu Korban Teridentifikasi
Terbaru, Polda Banten mengungkap hasil pemeriksaan dari penemuan mayat laki-laki Mr.X oleh seorang nelayan di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, pada Sabtu (12/9).
Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki mengatakan, jasad tersebut teridentifikasi sebagai Surakman alias ABK Kapal Arupadatu 1 yang membawa lima jurnalis untuk liputan melihat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Load more