Pencarian 5 Jurnalis dan ABK Kapal Belum Berhenti, SAR Perluas Pemantauan hingga Enggano
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan pencarian lima jurnalis dan dua kru kapal yang masih hilang di perairan Selat Sunda tetap dilakukan.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan operasi pencarian terhadap para korban masih berlanjut meski status operasi telah dialihkan menjadi operasi rutin.
Menurut Syafii, pencarian tetap dilakukan dengan mengoptimalkan pemantauan wilayah perairan yang dinilai berkaitan dengan kemungkinan keberadaan korban.
"Sampai sekarang tetap dilakukan pencarian lanjutan. Karena memang operasi kan dialihkan pada operasi rutin," kata Syafii di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Pengalihan menjadi operasi rutin tersebut tidak berarti pencarian dihentikan. Tim SAR tetap melakukan pemantauan terhadap wilayah perairan yang menjadi bagian dari area pencarian.
Pemantauan Diperluas hingga Perairan Enggano
Selain wilayah sekitar Selat Sunda, pemantauan juga diperluas ke sejumlah wilayah lain. Salah satunya dilakukan oleh tim SAR di Bengkulu.
Syafii mengatakan operasi rutin yang dilakukan tim SAR Bengkulu diarahkan ke wilayah perairan sekitar Pulau Enggano. Pemantauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menemukan korban yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
"Kayak misalkan yang ada di Bengkulu juga melaksanakan operasi rutin diarahkan ke Pulau Enggano sana. Jadi tetap, tetap jalan," ujar Syafii.
Dengan pola operasi rutin tersebut, pencarian tidak hanya terpusat di satu titik. Tim SAR dari wilayah yang memiliki wilayah operasi di sekitar perairan tersebut tetap melakukan pemantauan sesuai dengan pelaksanaan operasi masing-masing.
Jenazah Ditemukan di Enggano
Dalam perkembangan pencarian, sebelumnya ditemukan satu jenazah di wilayah Enggano. Jenazah tersebut kemudian diketahui merupakan salah satu kru kapal pengangkut jurnalis yang hilang bernama Surakman.
Syafii menjelaskan jenazah tersebut sempat ditemukan dan kemudian dimakamkan oleh warga setempat.
Pada awal proses identifikasi, pihak keluarga belum dapat memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan Surakman. Data awal seperti pakaian yang dikenakan korban juga telah diperlihatkan kepada keluarga.
Namun, tidak ada anggota keluarga yang mengakui jenazah tersebut sebagai Surakman berdasarkan data awal yang ditunjukkan.
"Dan itu sudah dimakamkan. Dan waktu itu dari data-data, mulai pakaian, semuanya, sudah ditunjukkan ke keluarganya. Dari keluarga korban nggak ada satu pun yang mengakui. Tapi pada saat diambil tes DNA, baru cocok," kata Syafii.
Kepastian identitas kemudian diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan DNA terhadap jenazah tersebut.
Identitas Surakman Dipastikan Lewat Tes DNA
Hasil pemeriksaan DNA menunjukkan adanya kecocokan antara jenazah yang ditemukan di Enggano dengan DNA anak Surakman, Yayat.
Proses identifikasi membutuhkan waktu sekitar 10 hari. Pemeriksaan DNA tersebut kemudian dinyatakan selesai pada 22 September 2026.
Dengan hasil tersebut, jenazah yang sebelumnya ditemukan di wilayah Enggano dipastikan merupakan Surakman, salah satu kru kapal yang membawa rombongan jurnalis.
Penemuan dan identifikasi Surakman menjadi bagian dari perkembangan pencarian terhadap rombongan yang sebelumnya dilaporkan hilang ketika melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Delapan Orang Hilang Saat Menuju Gunung Anak Krakatau
Sebelumnya, delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal dilaporkan hilang saat hendak menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.
Rombongan tersebut berada dalam satu kapal sebelum kemudian dinyatakan hilang di tengah perjalanan. Upaya pencarian dan pertolongan dilakukan oleh tim SAR untuk menemukan seluruh orang yang berada dalam kapal tersebut.
Pada Sabtu, 12 September 2026, ditemukan sebuah jasad di wilayah Enggano. Penemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan proses identifikasi untuk mengetahui apakah jenazah berkaitan dengan rombongan kapal yang hilang.
Proses identifikasi tidak langsung mendapatkan kepastian dari pemeriksaan awal. Keluarga korban juga tidak mengenali jenazah berdasarkan sejumlah data awal, termasuk pakaian yang dikenakan.
Pemeriksaan DNA kemudian dilakukan untuk memastikan identitas korban. Setelah proses pemeriksaan berlangsung sekitar 10 hari, hasilnya menunjukkan kecocokan dengan DNA anak Surakman.
Hasil pemeriksaan DNA tersebut dinyatakan selesai pada 22 September 2026 dan memastikan jenazah yang ditemukan di Enggano merupakan Surakman.
Sementara itu, pencarian terhadap lima jurnalis dan dua kru kapal lainnya yang masih hilang tetap dilakukan. Basarnas mengalihkan pencarian ke pola operasi rutin, dengan pemantauan yang juga mencakup wilayah perairan sekitar Pulau Enggano.
Syafii memastikan kegiatan pencarian tetap berjalan melalui operasi rutin yang dilakukan oleh tim SAR di wilayah masing-masing.
Load more