Daratan Baru Anak Krakatau Capai 32,8 Hektare, Seluas Puluhan Lapangan Sepak Bola
- Antara
Material hasil erupsi kemudian membentuk daratan di lokasi lain yang terlihat sebagai dua gumuk menyerupai pulau.
Namun, Badan Geologi belum memastikan secara final proses pembentukan kedua gumuk tersebut. Pengecekan lapangan masih diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
"Sekali lagi ini masih interpretasi awal yang perlu dikonfirmasi melalui pengecekan lapangan. Badan Geologi akan mencocokkan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi serta melakukan verifikasi lapangan," tutur Rita.
Bukan Gunung Api Baru
Kemunculan dua daratan baru di sekitar Anak Krakatau sempat menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan terbentuknya gunung api baru.
Pakar mitigasi bencana sekaligus anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menjelaskan, daratan tersebut bukan gunung api independen.
Menurut Daryono, daratan baru itu merupakan akumulasi material vulkanik yang berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Material tersebut berupa abu, batuan, dan lava hasil erupsi yang mengendap di dasar laut. Seiring aktivitas vulkanik meningkat, material yang menumpuk kemudian dapat menyembul hingga ke permukaan air.
"Faktanya, daratan ini bukanlah gunung api independen, melainkan akumulasi material vulkanik seperti abu, batuan, dan lava hasil erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengendap di laut," kata Daryono.
Mengapa Daratan Bisa Meluas?
Pembentukan daratan baru di antara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung dipengaruhi sejumlah faktor geologis dan oseanografis.
Dasar laut di kawasan kaldera purba yang merupakan sisa letusan tahun 1883 tergolong dangkal. Kondisi tersebut memungkinkan material hasil erupsi lebih cepat menumpuk hingga mencapai permukaan.
Selain itu, lontaran material piroklastik dan aliran lava selama erupsi juga dominan bergerak ke sektor tersebut.
Dinamika arus dan gelombang laut di Selat Sunda turut memengaruhi proses sedimentasi. Material yang lebih ringan dapat terbawa arus dan kemudian mengendap di titik-titik perairan yang lebih tenang.
Proses tersebut berlangsung secara bertahap. Karena itu, luas daratan yang terbentuk dapat berubah seiring aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi laut di sekitarnya.
Bisa Makin Luas atau Hilang Lagi
Luas daratan baru Anak Krakatau sebesar 32,8 hektare saat ini belum tentu menjadi ukuran permanen.
Load more