Pesan Edhie Baskoro Yudhoyono ke Generasi Muda: Miliki Karya dan Bermanfaat Buat Bangsa
- Istimewa
Ia mendorong generasi muda untuk menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan mampu membuka kesempatan bagi masyarakat di sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu juga menawarkan sejumlah gagasan yang dapat dikembangkan oleh komunitas generasi muda yang salah satunya adalah gerakan “Satu Anak Muda, 1.000 Karya”.
Menurut Ibas, anak muda tidak harus menunggu memiliki sumber daya besar untuk mulai berkarya. Teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk membuat konten, produk, inovasi, maupun berbagai karya yang memberikan manfaat.
“Satu anak muda, seribu karya. Jangan hanya berkarya untuk satu orang, tetapi buat sesuatu yang bisa memberikan manfaat kepada seribu orang atau lebih,” terang Ibas.
Gagasan lainnya adalah Satu Daerah, 1.000 Cerita Unggulan, yakni mengangkat cerita tentang budaya, sejarah, kuliner, destinasi, hingga berbagai kisah lokal menjadi bagian dari promosi Indonesia kepada dunia.
Ibas juga mendorong terbentuknya Satu Ekosistem, 1.000 Manfaat, dengan mempertemukan generasi muda, pemerintah, parlemen, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Kalau kalian punya teman dan saudara di pemerintahan, parlemen, dunia usaha, maupun komunitas, ayo kita berkolaborasi. Inilah cara kita mewujudkan tujuan besar secara bersama-sama,” ungkapnya.
Edhie Baskoro turut menegaskan bahwa kebhinekaan tidak boleh hanya dipahami sebagai keberagaman identitas, tetapi juga harus menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi.
Ia mengingatkan generasi muda bahwa perbedaan suku, budaya, bahasa, daerah asal, maupun pandangan tidak semestinya menjadi alasan untuk saling bermusuhan.
“Kita boleh berbeda suku, pilihan politik, pikiran, dan gagasan. Tetapi kita jangan sampai bermusuhan. Negara ini tidak akan pernah bisa besar kalau kita memimpin secara parsial, apalagi sendiri-sendiri,” paparnya.
Menurut Ibas, demokrasi membutuhkan ruang untuk berbeda pendapat sekaligus kemampuan untuk bekerja sama setelah proses pengambilan keputusan dilakukan.
Ia mengutip prinsip yang menggambarkan pentingnya kolaborasi: “If you want to be fast, go alone. But if you want to go far, go together.”
“Intinya kita penting untuk berkolaborasi. Dari Jawa Barat, Banten, DKI, Jawa Timur, dan seterusnya. Termasuk kami di parlemen juga berkolaborasi,” pungkas Ibas.
Load more