Blue Fire Muncul di Kawah Manuk Papandayan, Gas SO2 Tembus 230 ppm
- Istimewa
Kemunculan blue fire tersebut berkaitan dengan terpenuhinya kondisi tertentu, terutama suhu dan konsentrasi gas vulkanik di kawasan kawah aktif.
Berbeda dengan Blue Fire Gunung Ijen
Rita menjelaskan fenomena blue fire di Gunung Papandayan memiliki perbedaan dengan fenomena serupa yang dikenal di Gunung Ijen.
Menurut dia, Gunung Ijen memiliki solfatar dengan kadar belerang tinggi yang berlangsung secara konstan. Sementara itu, fenomena blue fire di Gunung Papandayan tergolong langka dan hanya muncul ketika parameter suhu serta konsentrasi gas memenuhi kondisi tertentu.
Perbedaan tersebut membuat kemunculan blue fire di Papandayan tidak terjadi secara terus-menerus.
Fenomena api biru baru dapat terlihat ketika gas vulkanik bersuhu tinggi yang keluar dari retakan fumarol mengalami reaksi dengan oksigen di udara dan kondisi lingkungan mendukung terjadinya pembakaran material belerang.
PVMBG Tetapkan Jarak Aman 500 Meter
Menyusul temuan konsentrasi gas vulkanik yang tinggi, PVMBG menetapkan rekomendasi jarak aman bagi masyarakat di sekitar kawah aktif Gunung Papandayan.
Pengunjung dan pendaki direkomendasikan menjaga jarak sejauh 500 meter dari kawah aktif Gunung Papandayan.
Selain itu, PVMBG melarang aktivitas berkemah di area yang sensitif terhadap paparan gas tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pengunjung dan pendaki yang berada di kawasan Gunung Papandayan.
Rita mengatakan masyarakat tetap dapat menikmati fenomena blue fire, tetapi harus memperhatikan rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.
"Kita memang boleh menikmati fenomena tersebut, tetapi mohon diperhatikan juga rekomendasi tersebut ya demi untuk keamanan kita bersama, terutama karena kawah aktif ini di Gunung Papandayan bisa mengeluarkan gas-gas vulkanik yang berbahaya bagi kesehatan, seperti itu ya kira-kira," kata Rita.
Keberadaan gas SO2 dan H2S dengan konsentrasi tinggi menjadi alasan utama pengunjung diminta tidak mendekati kawasan kawah aktif dan tidak melakukan aktivitas berkemah di area sensitif gas tersebut.
Load more