Bakom RI Beberkan Transformasi BGN: Menuju Tata Kelola Program MBG yang Transparan dan Efektif
- Youtube tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terus menunjukkan perkembangan signifikan melalui serangkaian pembenahan tata kelola.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, memberikan apresiasi atas langkah strategis yang diambil BGN dalam memastikan efektivitas dan keamanan program tersebut bagi masyarakat.
Dalam program Talkshow Spesial: Jejak Perubahan tvOne pada Senin (19/10), Syahganda menjelaskan bahwa saat ini BGN tengah melakukan inovasi model pendekatan distribusi, salah satunya melalui uji coba sistem prasmanan di 60 titik.
Meski menuai masukan terkait manajemen waktu di sekolah, Syahganda menilai hal tersebut merupakan bagian dari proses adaptasi menuju metode yang lebih sempurna.
"Kita kan melihat sekarang banyak pembenahan-pembenahan (oleh BGN) ya. Baik Pembenahan model pendekatan di mana sekarang sudah dicoba di 60 titik kalau enggak salah saya untuk apa? Untuk mencoba model prasmanan. Nah, itu kan masih dicoba. Tapi nanti akan ketemu cara yang benar yang di zaman Pak Harto tuh ada model posyandu," ujar Syahganda.
Selain model distribusi, Syahganda menyoroti aspek keamanan pangan yang kini menjadi perhatian utama BGN melalui pemanfaatan teknologi.
Ia mengungkapkan bahwa setiap dapur program kini dilengkapi dengan sistem CCTV untuk memastikan kepatuhan terhadap standar kesehatan dan keamanan.
"Kedua, dia itu sekarang membuat sistemnya itu dapur-dapur itu semua sudah punya CCTV memang belum berkembang CCTV-nya connecting sehingga apa? sehingga dia diketahui ya secara keseluruhan apakah ada orang-orang yang datang meracuni atau ada orang-orang yang tidak apa tidak comply (Patuh) pada standar yang diberikan oleh Kepala BGN baru," jelasnya.
Sinergi antarlembaga juga diperkuat untuk memastikan keberlanjutan program ini.
Syahganda menyebutkan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan bersama pihak terkait, termasuk Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), guna menciptakan tata kelola yang lebih terintegrasi.
Langkah nyata BGN ini telah membuahkan hasil yang menggembirakan dengan tercapainya 47 juta penerima manfaat.
Pemerintah pun optimis angka ini akan terus meningkat guna mendukung pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Load more