Batam Masuk 10 Besar Pelabuhan dengan Pertumbuhan Konektivitas Tertinggi di Dunia
- ist
Selama Januari hingga Mei 2026, jumlah kunjungan kapal melalui layanan *direct call* internasional di TPK Batu Ampar mencapai 106 kunjungan. Angka tersebut melonjak 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat 34 kunjungan.
Pertumbuhan serupa juga terjadi pada aktivitas bongkar muat peti kemas melalui layanan pelayaran langsung internasional.
Pada periode Januari–Mei 2026, volume peti kemas tercatat mencapai 58.237 TEUs. Jumlah itu meningkat 125 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 25.904 TEUs.
Amsakar menilai peningkatan tersebut menjadi indikator semakin luasnya akses Batam terhadap jaringan perdagangan dunia.
Selain memperkuat konektivitas maritim, Batam juga terus mengembangkan infrastruktur digital. Salah satu langkahnya diwujudkan melalui kehadiran kabel bawah laut Nongsa–Changi Cable (NCC) yang telah mendarat di Batam pada 20 Juli 2026.
Infrastruktur tersebut menghubungkan Nongsa Digital Park di Batam dengan Changi, Singapura, menggunakan 24 pasang serat optik.
Kehadiran NCC diharapkan semakin memperkuat jaringan digital antara Indonesia dan Singapura. Infrastruktur ini juga mendukung kebutuhan industri teknologi, mulai dari pusat data, komputasi awan, kecerdasan buatan atau *Artificial Intelligence* (AI), hingga interkoneksi antarpusat data.
Dengan pengembangan tersebut, Batam tidak hanya memperluas konektivitas melalui pelabuhan dan jalur pelayaran internasional. Kawasan ini juga berupaya memperkuat jaringan digital sebagai penopang pertumbuhan industri berbasis teknologi.
“Kita ingin Batam semakin terhubung. Bukan hanya terhubung secara fisik melalui pelabuhan dan jalur perdagangan, tetapi juga terhubung secara digital. Keduanya akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem investasi dan industri yang memberi kemanfaatan bagi ekonomi kita,” ungkap Amsakar.
Load more