Kabut Asap Karhutla dan Kekeringan di Ketapang, 20.250 Masker hingga Puluhan Ribu Liter Air Disalurkan
- ist
Jakarta, tvOnenews.com - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan menjadi persoalan bagi masyarakat Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Kondisi ini mendorong penyaluran bantuan masker medis dan air bersih kepada warga terdampak.
Sebanyak 20.250 masker medis disalurkan untuk membantu mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla. Bantuan tersebut menyasar masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.000 masker didistribusikan dalam tiga tahap sepanjang September hingga Oktober 2026. Penyalurannya dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ketapang.
Bantuan juga menjangkau warga Desa Sungai Tengar dan pelajar di Desa Mekar Utama. Kepala DLH Kabupaten Ketapang, Eko Harfianto, berharap pembagian masker dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Penyaluran bantuan tersebut melibatkan PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW) bersama pemerintah daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
Selain kabut asap, persoalan kekeringan juga mendapat dukungan melalui kerja sama dengan Satuan Brimob Polda Kalimantan Barat. Sebanyak 72.000 liter air baku disalurkan kepada masyarakat Kecamatan Kendawangan pada 17–20 September 2026.
Air tersebut terlebih dahulu diolah menggunakan mobil water treatment milik Satbrimob Kalbar. Setelah melalui proses pengolahan, air siap minum dibagikan kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
Upaya penyediaan air bersih juga dilakukan melalui pembangunan fasilitas komunal di RT 01, Dusun Silingan, Desa Mekar Utama. Sarana tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat, khususnya saat musim kemarau.
Fasilitas itu dilengkapi jaringan pipa sepanjang 350 meter dan pompa air bertekanan tinggi. Selain itu, tersedia dua tandon air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.
Manager CSR PT WHW, Ari Djanuar Prastyo, mengatakan program sosial perusahaan diarahkan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kerja sama berbagai pihak diperlukan agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan manfaat nyata dan berkelanjutan,” ujar Ari.
Sementara itu, perlindungan kesehatan juga dilakukan di lingkungan perusahaan melalui pembagian 14.217 masker medis kepada karyawan. Pembagian berlangsung pada 12 dan 14 Oktober 2026 untuk mengurangi risiko paparan debu dan asap.
Load more