Indonesia Bidik Jadi Pusat Wisata Kesehatan Gigi
- ist
Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia berupaya memperkuat posisinya sebagai tujuan wisata kesehatan, termasuk melalui peningkatan mutu layanan kedokteran gigi. Upaya tersebut menuntut tenaga medis yang kompeten, teknologi memadai, serta standar keselamatan yang mampu membangun kepercayaan pasien.
Peningkatan kualitas pelayanan menjadi perhatian karena perkembangan teknologi kedokteran gigi berlangsung cepat. Dokter gigi juga perlu memperoleh kesempatan belajar secara berkelanjutan, termasuk mereka yang berpraktik di luar kota besar.
Berdasarkan data yang disampaikan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), terdapat 58.154 dokter gigi di Tanah Air. Jumlah itu terdiri atas 51.970 dokter gigi umum dan 6.184 dokter gigi spesialis yang tersebar di berbagai provinsi.
Besarnya jumlah tenaga profesional tersebut menjadi potensi bagi penguatan layanan kesehatan domestik. Namun, akses terhadap pelatihan, peralatan modern, dan pembaruan teknik klinis tetap menjadi aspek yang perlu diperhatikan.
Pemerintah sebelumnya meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur di Bali pada 25 Juni 2025. Pengembangan kawasan tersebut bertujuan memperkuat pelayanan medis dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pengobatan di luar negeri.
Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menilai fasilitas dan kompetensi tenaga profesional menjadi penentu keberhasilan wisata kesehatan.
"Destinasi wisata kesehatan yang kuat dibangun melalui fasilitas berkualitas, tenaga profesional yang kompeten serta update pengetahuan yang berkelanjutan," ujarnya.
Di tengah upaya tersebut, Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) 2027 dijadwalkan berlangsung pada 19-21 November 2027. Kegiatan yang memasuki edisi kelima itu akan digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Diselenggarakan oleh PDGI bersama PT Nine Koeln Indonesia, IDEC 2027 akan mempertemukan praktisi, akademisi, mahasiswa, dan pelaku industri kedokteran gigi. Fokusnya mencakup perkembangan teknologi perawatan, peningkatan kemampuan klinis, hingga peluang kerja sama internasional.
Pada edisi 2025, penyelenggara mencatat kehadiran lebih dari 5.600 profesional serta partisipasi lebih dari 200 merek. Peserta pameran saat itu berasal dari lebih dari 11 negara dan wilayah.
Untuk penyelenggaraan 2027, targetnya meningkat menjadi 7.000 pengunjung dan 250 merek dari lebih dari 10 negara serta wilayah. Penyelenggara juga merencanakan area pameran sekitar 5.000 meter persegi.
Selain pameran, konferensi akan menghadirkan pembicara internasional dan program pengembangan profesi berkelanjutan atau Continuing Professional Development (CPD). Kegiatan ini diarahkan untuk memperluas akses dokter gigi terhadap perkembangan ilmu dan teknik pelayanan.
Ketua Steering Committee IDEC dari PDGI, Himawan Halim, menegaskan pentingnya kesempatan belajar yang menjangkau berbagai daerah. "Melalui partisipasi konferensi yang terjangkau, pembicara internasional dan kesempatan mengikuti CPD, kami ingin memperluas akses dokter gigi di seluruh Indonesia terhadap pengetahuan dan inovasi global," ujarnya.
Bagi industri, kegiatan ini menjadi tempat memperkenalkan teknologi dan memahami kebutuhan pasar kedokteran gigi Indonesia. Sementara bagi tenaga kesehatan, pertukaran pengetahuan diharapkan berdampak pada peningkatan mutu serta keselamatan pelayanan pasien.
Meski demikian, target pengunjung dan jumlah peserta pameran belum dapat dijadikan ukuran keberhasilan pengembangan wisata kesehatan. Pemerataan layanan dan kemampuan dokter gigi menerapkan pengetahuan baru tetap menjadi tantangan penting.
Registrasi peserta pameran sudah dibuka, sementara pendaftaran pengunjung profesional direncanakan pada Juli 2027. Pendaftaran konferensi dijadwalkan mulai September 2027, sedangkan informasi biaya akan diumumkan kemudian.
Load more