Sikapi Kritik Malaysia-Singapura soal Karhutla, Wakil Ketua DPR: Tidak Perlu Dibalas dengan Ketersinggungan
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menanggapi serius sorotan dari Malaysia dan Singapura terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak lintas negara.
Dalam pidatonya di acara peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda di Jakarta, Rabu (28/10), Dasco menegaskan bahwa kritik dari negara tetangga sebaiknya tidak ditanggapi dengan emosi, melainkan dengan tindakan konkret.
“Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan; kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji,” ucap Dasco.
Ia menambahkan bahwa meskipun DPR RI menghormati perhatian yang diberikan negara tetangga, Indonesia tetap memiliki fokus utama dalam melindungi masyarakat yang terdampak, memperketat aturan pencegahan, serta melakukan pemulihan lingkungan.
Dasco juga menyoroti pentingnya penegakan hukum bagi pelaku usaha, terutama perusahaan yang beroperasi lintas negara.
Terkait posisi Indonesia di mata internasional, Dasco menegaskan komitmen pada politik luar negeri bebas aktif.
Ia menyatakan bahwa Indonesia tidak akan menjadi alat bagi kepentingan negara lain, namun tetap terbuka untuk menjalin kerja sama.
Dalam sektor pertahanan, ia menekankan prinsip defensif aktif, yaitu sikap waspada dan mampu menangkal ancaman tanpa memicu permusuhan.
“Kita harus tegar dan tegas menjaga kedaulatan, sekaligus arif menjaga perdamaian,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dasco mendorong parlemen negara-negara ASEAN untuk meningkatkan kerja sama secara berkelanjutan, tidak hanya saat terjadi krisis.
Menurutnya, kolaborasi ini harus mencakup berbagai aspek strategis, seperti penanganan bencana, keamanan siber, hingga ketahanan pangan dan energi.
“Kita tidak dapat memilih tetangga, tetapi kita dapat memilih cara bertetangga: saling menghormati, berbicara terus terang, dan mencari jalan keluar bersama,” ujar Dasco. (ant/dpi)
Load more