Kabakom: Ekonomi Tumbuh dan Gaji Buruh Naik dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo
- Antara
Jakarta – Syahganda Nainggolan selaku Kepala Badan Komunikasi Pemerintah menilai dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan hasil positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Syahganda, keberhasilan tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang terjaga di atas 5 persen, dengan capaian 5,61 persen pada kuartal I-2026. Selain itu, kesejahteraan petani dan nelayan dinilai mengalami perbaikan, seiring dengan meningkatnya upah pekerja secara signifikan.
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai sekitar 5,6 persen tidak terlepas dari besarnya belanja pemerintah pada awal tahun. Pengeluaran tersebut dinilai mampu mendorong aktivitas sektor swasta sehingga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, hal ini sekaligus menjawab keraguan sejumlah ekonom terhadap capaian tersebut.
“Nah kalau misalkan beberapa ekonom yang meragukan data 5,6 persen tadi, pemerintah sudah menjelaskan bahwa itu ada front loading, itu memang government spending di awal tahun itu besar-besaran sehingga memancing swasta dan lain-lain itu chip in dan itu memang menghasilkan 5,6 persen,” ujar Syahganda, Rabu (21/10).
- Antara
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan ekonomi tidak cukup diukur melalui besarnya angka pertumbuhan. Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah sejauh mana hasil pertumbuhan tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat luas, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
Karena itu, pemerintah dinilai mulai mengarahkan kebijakan ekonomi agar manfaat pertumbuhan dapat dinikmati secara lebih merata.
Perbaikan kesejahteraan petani, lanjutnya, dapat dilihat dari peningkatan nilai tukar petani (NTP). Indikator tersebut naik dari 124 pada akhir 2024 menjadi 131 pada September 2026.
Kenaikan ini dinilai menunjukkan adanya perbaikan kondisi ekonomi petani. Tren positif juga terlihat pada sektor perikanan, dengan nilai tukar nelayan (NTN) berdasarkan data BPS mencapai 108,85 pada September 2026.
Di bidang ketenagakerjaan, Syahganda menyebut rata-rata kenaikan upah buruh selama dua tahun terakhir mencapai 6,5 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan upah pada periode sebelumnya yang berada di kisaran 1 persen.
“Karena rata-rata kenaikan upah buruh udah 2 tahun ya, 6,5 persen. Dulu berapa? Rata-rata 1 persen. Artinya ini ada shifting paradigm di mana Bapak Presiden itu pertumbuhan itu harus inklusif. Harus diarahkan kepada orang-orang yang di lapisan bawah,” terangnya.
- Antara
Kendati demikian, Syahganda mengakui pemerintah masih menghadapi sejumlah persoalan, salah satunya menyusutnya jumlah masyarakat yang berada dalam kelompok kelas menengah.
Ia menyebut sekitar 11 juta orang mengalami penurunan status dari kelas menengah ke kelompok menengah bawah. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu ditangani pemerintah dan diperkirakan menjadi salah satu fokus kebijakan pada 2027.
Syahganda juga menyampaikan bahwa pemerintah berencana mendorong sektor industri otomotif pada tahun depan. Langkah ini diharapkan dapat memperluas penyerapan tenaga kerja, khususnya bagi masyarakat kelas menengah yang terdampak tekanan ekonomi.
“Presiden akan masuk ke industri otomotif, tahun depan 2027 itu pasti penyerapan tenaga kerja untuk kelas menengah tadi yang komplain. Nah, itu yang sebenarnya kita harus tahu bahwa secara overall ini memang Presiden telah berhasil untuk melakukan, satu yang disebut pertumbuhan inklusif dan memastikan rakyat kita itu ikut tumbuh dalam pertumbuhan itu,” pungkasnya.
Load more