News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bakal Diluncurkan Prabowo, Menteri LH: Tobat Ekologis harus Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat

Istilah tobat ekologis mengandung semangat keagamaan yang diwujudkan melalui kesadaran untuk memperbaiki hubungan manusia dengan bumi.
Selasa, 3 November 2026 - 23:56 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, di Gedung Khonghucu Yayasan Tepasalira, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (3/11/2026).
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan Gerakan Tobat Ekologis Nasional membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh dan organisasi keagamaan.

Gerakan ini bertujuan membangun kesadaran bersama untuk memperbaiki kerusakan lingkungan dan memulihkan kondisi alam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut disampaikan Jumhur saat melakukan silaturahmi dengan jajaran Pengurus Pusat Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) di Gedung Khonghucu Yayasan Tepasalira, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (3/11/2026).

Jumhur menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dengan para tokoh agama untuk berdiskusi sekaligus meminta dukungan terhadap rencana pelaksanaan Gerakan Tobat Ekologis Nasional.

"Kedatangan kami ke sini berkaitan dengan niat untuk berdiskusi dan meminta restu dari tokoh-tokoh agama mengenai rencana Gerakan Tobat Ekologis Nasional," ujar Jumhur.

Menurutnya, istilah tobat ekologis mengandung semangat keagamaan yang diwujudkan melalui kesadaran untuk memperbaiki hubungan manusia dengan bumi. Ia menilai setiap individu, organisasi, pemerintah, hingga korporasi memiliki tanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang pernah terjadi.

"Pada prinsipnya, kita semua pasti pernah bersalah terhadap bumi dan lingkungan. Karena itu, kita ingin bertobat, baik dalam perspektif individu, organisasi, pemerintahan, maupun korporasi," katanya.

Jumhur menegaskan, upaya menyelamatkan bumi harus menjadi gerakan bersama tanpa membedakan usia, tingkat pendidikan, agama, etnis, maupun negara. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Ini cocok sekali kita menjadi bagian dari gerakan tersebut. Tidak ada jarak di antara kita karena sesungguhnya semua berkepentingan untuk menyelamatkan bumi," ujarnya.

Ia mengungkapkan, Gerakan Tobat Ekologis Nasional rencananya akan diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelaksanaannya akan mencakup edukasi masyarakat dan penegakan hukum, dengan capaian pemulihan lingkungan yang dievaluasi dalam kurun waktu satu hingga dua tahun.

Jumhur mengatakan, keberhasilan gerakan tersebut harus memiliki indikator yang terukur. Di antaranya jumlah pohon yang ditanam, penurunan praktik pembuangan limbah sembarangan, serta jumlah sungai yang berhasil dipulihkan hingga kembali jernih.

"Misalnya, berapa miliar pohon yang ditanam, berapa banyak limbah yang dibuang sembarangan kini berkurang atau hilang, serta berapa banyak sungai yang kembali jernih. Semua itu bagian dari Tobat Ekologis. Parameternya harus jelas dan kita harus memiliki instrumen untuk mengukurnya," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan, KLH hanya berperan mengoordinasikan gerakan tersebut, sedangkan pelaksanaannya membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat, termasuk tokoh agama dan MATAKIN.

"Ini memang kerja besar. KLH hanya mengorkestrasi, tetapi yang bekerja adalah semua orang, termasuk para tokoh agama dan MATAKIN khususnya," pungkas Jumhur. (muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Direksi Summarecon Diperiksa KPK soal SDM Perusahaan dan Anak Usaha

Direksi Summarecon Diperiksa KPK soal SDM Perusahaan dan Anak Usaha

Namun, saksi lain dari pihak swasta berinisial AAR tidak memenuhi panggilan dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN tersebut.
Transformasi Digital Jadi Kunci, Kakanwil BPN Jabar Soroti Layanan Si-RIMA di Kantah Kota Bekasi

Transformasi Digital Jadi Kunci, Kakanwil BPN Jabar Soroti Layanan Si-RIMA di Kantah Kota Bekasi

Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, Hasan Basri Natamenggala, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bekasi pada Senin (2/11). 
Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Dadang Sastrapraja, Direktur Kompetisi Askot PSSI Kota Bandung tutup usia saat menjadi Koordinator Panpel Cabang Olahraga Gulat PORPROV XV Jawa Barat 2026.
Kesaksian Pembunuhan Tragis Balita di Kebayoran Lama: Tangisan Tak Berhenti Terdengar dari Bilik WC Umum

Kesaksian Pembunuhan Tragis Balita di Kebayoran Lama: Tangisan Tak Berhenti Terdengar dari Bilik WC Umum

Diketahui, kepolisian telah menetapkan sang ayah tiri berinisial AR (22) dan ibu kandung berinisial JM (20) sebagai tersangka kasus pembunuhan itu.
Kabar Duka, KH Amjad Al Hafidz Penyusun Syair Asmaul Husna Meninggal Dunia

Kabar Duka, KH Amjad Al Hafidz Penyusun Syair Asmaul Husna Meninggal Dunia

Sosok KH Amjad Al Hafidz, penyusun syair Asmaul Husna yang sangat populer di tengah umat Islam di Indonesia, dikabarkan meninggal dunia, Selasa (3/11/2026).
Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Tentara Nasional Indonesia kerahkan pasukan dalam skala besar ke Jakarta. TNI AL mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di ibu kota DKI Jakarta.

Trending

Legislator Dorong Penuntasan Kawasan RW Kumuh di Jakarta Pada RAPBD 2027

Legislator Dorong Penuntasan Kawasan RW Kumuh di Jakarta Pada RAPBD 2027

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Nabilah Aboebakar Alhabsyi meminta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman untuk diprioritaskan
Sejak Perang Pecah pada 2022, Rusia Klaim Ukraina Tewaskan 9.000 Warga Sipilnya

Sejak Perang Pecah pada 2022, Rusia Klaim Ukraina Tewaskan 9.000 Warga Sipilnya

Duta Besar untuk Urusan Khusus Kemenlu Rusia mengungkap 9.213 warga sipilnya tewas dan 27 ribu orang lainnya luka akibat perang dengan Ukraina pecah sejak 2022.
Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Tentara Nasional Indonesia kerahkan pasukan dalam skala besar ke Jakarta. TNI AL mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di ibu kota DKI Jakarta.
Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Dadang Sastrapraja, Direktur Kompetisi Askot PSSI Kota Bandung tutup usia saat menjadi Koordinator Panpel Cabang Olahraga Gulat PORPROV XV Jawa Barat 2026.
Dapat Beasiswa Student Athlete ke Amerika Serikat, Samuel Maxson Bakal Tempuh 4 Tahun Pendidikan di Indianapolis

Dapat Beasiswa Student Athlete ke Amerika Serikat, Samuel Maxson Bakal Tempuh 4 Tahun Pendidikan di Indianapolis

Kabar baik datang dari perenang muda asal Indonesia, Samuel Maxson Septionus, yang berhasil mendapatkan beasiswa student athlete ke Amerika Serikat.
Kesaksian Pembunuhan Tragis Balita di Kebayoran Lama: Tangisan Tak Berhenti Terdengar dari Bilik WC Umum

Kesaksian Pembunuhan Tragis Balita di Kebayoran Lama: Tangisan Tak Berhenti Terdengar dari Bilik WC Umum

Diketahui, kepolisian telah menetapkan sang ayah tiri berinisial AR (22) dan ibu kandung berinisial JM (20) sebagai tersangka kasus pembunuhan itu.
Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Yusril menjelaskan laporan penyadapan disampaikan Kapolri kepada Prabowo dan sejumlah menteri merupakan persoalan serius yang menyangkut kepentingan negara.
Selengkapnya

Viral