News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kamaruddin Simanjuntak Tegaskan Soal Aliran Dana dari Rekening Brigadir J Pasca Meninggal: Ada Motif Dengan Mafia

Kematian Brigadir J menyisakan soal motif, Kamaruddin Simanjuntak tegaskan soal aliran dana dari rekening Brigadir J pasca meninggal: ada motif dengan mafia.
Rabu, 17 Agustus 2022 - 00:54 WIB
Kamaruddin Simanjuntak Tegaskan Soal Aliran Dana dari Rekening Brigadir J Pasca Meninggal: Ada Motif Dengan Mafia
Sumber :
  • Kolase tvonenews.com

Jakarta - Kasus kematian Brigpol Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J menyisakan misteri dan tanda tanya, pasalnya ditemukan ada transaksi gelap setelah Brigadir Yoshua meninggal, kini Kamaruddin Simanjuntak tegaskan soal aliran dana dari rekening Brigadir J pasca meninggal: ada motif dengan mafia.

Kasus yang telah bergulir selama sebulan ini menyita perhatian publik hingga Presiden Jokowi secara terang-terangan meminta Kapolri agar mengusut tuntas kasus tersebut, terbaru Kamaruddin Simanjuntak tegaskan soal aliran dana dari rekening Brigadir J pasca meninggal: ada motif dengan mafia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengacara keluarga Brigadir J, sosok paling dibicarakan usai berhasil membuktikaan dugaan kejanggalan dari beberapa luka tak wajar dari sekujur tubuh Brigadir J yang disampaikan dari keluarga, hingga melaporkan dugaan pembunuhan berencana itu ke Bareskrim Polri.

Kamaruddin Simanjuntak mengaku bahwa motif pembunuhan Brigadir J atas dasar karena memberi informasi kepada Putri Candrawathi soal "Si Cantik" dan membuat marah Irjen Ferdy Sambo hingga rencanakan pembunuhan berencana.

"Motif dari pembunuhan ini ada kaitannya selain sama perempuan yang cantik itu, juga ada motifnya dengan mafia," ucapnya saat jadi narasumber Kabar Petang TvOne.

"Mafia ini, ada kaitannya dengan dana-dana taktis, itu sebabnya 4 nomor rekening dari Yoshua ini sudah dikuasai oleh si tersangka," lanjut ucapnya.

Kamaruddin menyebutkan bahwa tersangka menguasai rekening kliennya dengan cara mengambil buku atmnya, yaitu atm dan rekening bank bri, mandiri, bni dan bca.

Tak hanya sampai disitu, barang pribadi Brigadir Yoshua Hutabarat seperti laptop dan handphone masih dikuasai oleh tersangka.

"Demikian juga laptop Almarhum masih dikuasai oleh tersangka dan handphonenya 3 unit beserta 4 nomornya, Karena tujuannya untuk memindahkan uang itu." jelasnya.

Atas dasar itu, Ketua Tim Pengacara Keluarga Brigadir J ini telah meminta untuk Presiden Jokowi membentuk tim independen guna menyelidiki aliran dana yang masih aktif hingga sekarang setelah Brigadir J meninggal.

"Itu sebabnya saya bilang dari kemarin itu, tetapi Presiden sangat tidak perduli, saya katakan Presiden Republik Indonesia, siapapun dia tolong dong kasih atensi, bentuk tim independen melibatkan Angkatan Darat, Laut dan Udara," ungkapnya.

"Terutama PPATK supaya ditelusuri aliran dana-dana ini, karena saya punya keyakinan, empat rekening dari Brigadir Yoshua ini  masih melakukan transaksi hingga sekarang," pungkasnya.

Meminta melibatkan PPATK (Kepala Pusat dan Analisis Transaksi Keuangan) agar semua transparan dugaan aliran dana taktis tersebut.

"Tetapi kan ada dugaan bahwa uang-uang dari mafia ini, yang diduga juga disimpan atas nama skuad ini, makanya harus diperiksa oleh PPATK ini mengalir sampai jauh." ucapnya

"Kenapa mereka khawatir akan bertemu PPATK? karena akan terlihat kemana alirannya dan dari mana alirannya."lanjutnya.


Respon PPATK saat diminta oleh Pengacara Keluarga Brigadir J memeriksa aliran dana

Sementara itu Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana merespons permintaan pengacara keluarga Brigadir J alias Yoshua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak yang meminta PPATK memeriksa seluruh transaksi keuangan ajudan eks Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

Ivan mengaku belum mendapat laporan apa pun dari pihak kuasa hukum Brigadir J atau melalui kuada hukumnya, Kamaruddin Simanjuntak. Menurutnya, jika mendapat fakta terkait adanya pelanggaran atau penyelewengan, pihak Brigadir J dipersilakan untuk membuat laporan ke PPATK.  

"Jika pengacara almarhum J punya data dan faktanya, mungkin bisa diserahkan ke kami untuk ditangani," ujar Ivan kepada tvOnenews.com, Senin (15/8/2022).  

Ivan menjelaskan pihaknya akan mendalami dugaan tindak pidana jika mendapat laporan. Dia mengatakan mekanisme PPATK hanya jisa dilaksanakan sesuai yang ditentukan berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010.  
"Mekanisme yang berlaku selama ini sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku," jelasnya.  

"Semua tugas dan kewenangan yang kamu lakukan, baik dalam hal analisis, pemeriksaan (peoaktif dan reamtif), termasuk penghentian transaksi, pembekuan rekening, dalam kasus apa pun berdadarkan UU tersebut," tambahnya. 

Dia menekankan PPATK terus berkoordinasi dengan pihak berwajib sebelum bertindak melakukan wewenangnya melacak transaksi sebuah perkara.  

"Kami terus koordinasi dengan penegak hukum dalam hal proses analisis atau pemeriksaan yang dilakukan. Itu berdasarkan laporan transaksi dari pihak pelapor yang diterima PPATK," imbuhnya. (ipk/ind)

Jangan Lupa Tonton dan Subscribe tvOneNews

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kabar Gembira Bagi Warga Luar Jakarta, Pramono Kasih Wisata dan Transportasi Gratis, Catat Tanggalnya!

Kabar Gembira Bagi Warga Luar Jakarta, Pramono Kasih Wisata dan Transportasi Gratis, Catat Tanggalnya!

Pramono mengatakan tiket masuk wisata gratis tidak hanya meliputi Ancol, tetapi juga Taman Margasatwa Ragunan, serta museum-museum dan transportasi yang dikelola Pemprov DKI Jakarta
Dampingi Wapres Gibran di Papua Barat, Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Dampingi Wapres Gibran di Papua Barat, Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Haluk mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat.
Pengakuan Mengejutkan dari Kakak YTT di Kasus Dugaan Penyekapan 3 Tahun di Bandung, Pelaku Disebut Tahu Korban Dibawa ke RS

Pengakuan Mengejutkan dari Kakak YTT di Kasus Dugaan Penyekapan 3 Tahun di Bandung, Pelaku Disebut Tahu Korban Dibawa ke RS

Kasus dugaan penyekapan 3 tahun di Bandung. Menarik perhatian publik karena viral dimedsos. Sang Kakak memberikan pengakuan baru.
Bukan Tanpa Sebab, Ini Alasan Sarwendah Nekat Undang Resmi Ruben Onsu

Bukan Tanpa Sebab, Ini Alasan Sarwendah Nekat Undang Resmi Ruben Onsu

Sarwendah resmi mengundang Ruben Onsu untuk membahas hak asuh anak. Kuasa hukum ungkap alasan di balik langkah ini demi kebaikan anak-anak mereka kelak.
Profil Eloy Room, Kiper Veteran yang Pernah Dipermalukan Pilar Timnas Indonesia dan Kini Cetak Sejarah Bareng Curacao di Piala Dunia 2026

Profil Eloy Room, Kiper Veteran yang Pernah Dipermalukan Pilar Timnas Indonesia dan Kini Cetak Sejarah Bareng Curacao di Piala Dunia 2026

Nama Eloy Room mendadak menjadi sorotan dunia setelah tampil luar biasa saat Curacao menahan imbang Ekuador pada Piala Dunia 2026. Penampilannya sangat heroik.
Perayaan Satu Dekade, Land of Leisures Hadirkan 80 Tenant yang Didominasi Jenama Lokal Yogyakarta

Perayaan Satu Dekade, Land of Leisures Hadirkan 80 Tenant yang Didominasi Jenama Lokal Yogyakarta

Perayaan industri kreatif lokal terbesar di Yogyakarta, Land of Leisures akan kembali digelar pada 25-28 Juni 2026. Tenant didominasi jenama lokal Yogyakarta. 

Trending

Mantan Kabareskrim Bocorkan Peluang Bebas Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Mantan Kabareskrim Bocorkan Peluang Bebas Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Eks Kabareskrim Polri Komjen (Purn.) Susno Duadji bocorkan peluang bebasnya dua tersangka kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden ke-7 Jokowi, yakni Roy Suryo
Pemerintah Diminta Lanjutkan MBG dengan Kepastian Hukum Bagi Mitra SPPG

Pemerintah Diminta Lanjutkan MBG dengan Kepastian Hukum Bagi Mitra SPPG

Sejumlah pihak meminta Pemerintah Indonesia kembali melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat mengalami permasalahan terkait dugaan praktik korupsi.
Harga Anjlok, Peternak Ayam Petelur di Banyuwangi Dihantui Kebangkrutan

Harga Anjlok, Peternak Ayam Petelur di Banyuwangi Dihantui Kebangkrutan

Peternak ayam petelur yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Unggas Maju Makmur mengaku tengah menghadapi ancaman kebangkrutan usai anjloknya harga telur yang kini berisar harga Rp20.000 per kilogram.
Belanda Langsung Pecahkan Rekor Usai Hancurkan Swedia 5-1, De Oranje Lewati Catatan Tak Terkalahkan Brasil di Piala Dunia

Belanda Langsung Pecahkan Rekor Usai Hancurkan Swedia 5-1, De Oranje Lewati Catatan Tak Terkalahkan Brasil di Piala Dunia

Kemenangan telak 5-1 yang diraih Belanda atas Swedia pada Minggu (21/6/2026) hadirkan rekor baru di ajang Piala Dunia. De Oranje resmi memecahkan rekor Brasil.
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Jerman Vs Pantai Gading

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Jerman Vs Pantai Gading

Baik Jerman maupun Pantai Gading mencatatkan kemenangan pada pertandingan sebelumnya. Keduanya tentu mengejar kemenangan lagi demi memperbesar peluang lolos ke babak 32 besar.
Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 22 Juni 2026: Cancer Ketiban Durian Runtuh

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 22 Juni 2026: Cancer Ketiban Durian Runtuh

Tanggal 22 Juni 2026 disebut dalam ramalan zodiak sebagai salah satu momen ketika energi finansial bergerak cukup dinamis. Berikut yang paling bercuan deras.
Ramalan Cinta 12 Zodiak Besok 22 Juni 2026: Gemini Makin Dekat, Pisces Penuh Kehangatan

Ramalan Cinta 12 Zodiak Besok 22 Juni 2026: Gemini Makin Dekat, Pisces Penuh Kehangatan

Ramalan cinta 12 zodiak besok 22 Juni 2026: Gemini makin dekat dengan seseorang, Pisces dipenuhi kehangatan, dan Taurus menikmati hubungan yang lebih stabil.
Selengkapnya

Viral