News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terbongkar Akal Busuk KM atau Kuat Maruf ke Brigadir J, Deolipa: Dia Orang Sipil Tapi Ingin Berkuasa..

Motif pembunuhan, muncul perkataan eks pengacara Bharada E terbongkar akal busuk KM atau Kuat Maruf ke Brigadir J, Deolipa: Dia Orang Sipil Tapi Ingin Berkuasa
Kamis, 25 Agustus 2022 - 12:41 WIB
Kuat Ma'ruf, Irjen Ferdy Sambo, Yoshua Hutabarat.
Sumber :
  • Kolase tvonenews.com

Jakarta - Eks Pengacara Bhayangkara Dua Ricard Eliezer atau Bharada E,  Deolipa Yumara bongkar motif ferdy Sambo di Semarang, yang berhubungan dengan KM atau Kuat Maruf,  Motif yang selama ini masih menjadi misteri dan teka-teki karena Putri Candrawathi belum juga berbicara, yang seharusnya menjadi saksi kunci pembunuhan berencana Brigadir J. (25/8/2022).

Masih menjadi teka-teki soal motif pembunuhan, Kini pernyataan eks pengacara Bharada E. Kini terbongkar akal busuk KM atau Kuat Maruf ke Brigadir J, Deolipa: Dia Orang Sipil Tapi Ingin Berkuasa..

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus yang telah bergulir selama sebulan terakhir ini telah menyita perhatian publik dan Presiden Jokowi menghimbau kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo agar kasus diusut tuntas hingga ke akar, tanpa ada yang ditutup-tutupi agar Polri kembali meraih kepercayaan masyarakat.

Deolipa Yumara, Eks Pengacara Bharada E yang baru bekerja lima hari mendampingi kliennya, lalu secara mengejutkan dicabut kuasanya selaku Pengacara, yang sekarang digantikan oleh Ronny Talapessy, ditunjuk langsung oleh Bareskrim Polri.

Deolipa Yumara hadir sebagai narasumber di Catatan Demokrasi TvOne menceritakan soal motif Pembunuhan Brigadir J dan peristiwa di Magelang.

"Pertama saya sempat sebut Yoshua bukanlah LGBT, yang kedua Eliezer bukanlah LGBT dan ketiga Ferdy Sambo adalah biseksual, saya klaim itu."

"Motif sebenarnya adalah karena Si Kuat, orang sipil tetapi  ingin berkuasa di polisi, dia (Kuat Maruf) selalu berantem dengan Yoshua karena dia pengen dianggap oleh Sambo sebagi orang yang pertama menjaga Sambo." ungkapnya

"Sehingga timbul-lah propaganda-propanda si Kuat bikin cerita tentang Yoshua segala macam,"

"Kan dia bikin (sampaikan) propaganda ke Sambo, karena Sambo psikopat dia terima telpon, marah dia." paparkannya.

Eks Pengacara Bharada E ini tidak menjelaskan dari mana informasi yang di dapatkan mengenai kemungkinan motif, saat minta dikonfirmasi dan disinggung oleh Host TvOne.

Deolipa, menambahkan bahwa Kuat Maruf melaporkan dan memberi informasi kepada bosnya yakni Irjen Ferdy Sambo tentang perlakuan Yoshua Hutabarat, yang tidak sesuai fakta, hanya karangan dan fitnah.

"Ini yang namanya fitnah, jadi sumber persoalan pertama adalah fitnah yang kuat yang disampaikan kepada Sambo, Sambo yang kadang-kadang psikopat, dia panik merasa cemburu banget, timbullah niat busuknya karena kepalanya udah nggak bisa posisi normal," ungkapnya.

Deolipa menyampaikan awal mula motif yakni berawal dari perkataan dan omongan dari Kuat Maruf yang iri dengan menyampaikan informasi kepada Ferdy Sambo hingga menimbulkan kemarahan.

"Omongan si Kuat Maruf, Si Kuat ini kan karena iri sama Si Yoshua dan Eliezer sama polisi-polisi disana, akhirnya dia rancang suatu cerita-cerita jahat namanya fitnah, makanya sumber dari persoalan ini adalah fitnah." ujarnya.

Lebih lanjut, Deolipa melalui analisanya mengungkapkan bahwa ada kecemburuan dari Kuat Maruf (KM) kepada para ajudan terutama Brigadir J.

Menurut, Deolipa menyebutkan karena (KM) adalah orang sipil, ingin nomor satu lebih didengarkan oleh bosnya, sehingga tidak mau kalah karena merasa orang lama bawaan Ferdy Sambo. akhirnya buatlah dia propaganda dan fitnah mengarah ke mendiang Brigadir Yoshua.

Wakil Ketua LPSK ungkap ada gesekan antara Brigadir J dengan Kuat Maruf di Magelang

Edwin Partogi Pasaribu, Wakil Ketua LPSK hadir sebagai narasumber di Acara Fakta TvOne mengemukakan beberapa hal yang kini mulai terkuak ke publik. salah satunya adalah peristiwa yang terjadi di Magelang. 

Hal senada disampaikan Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi menyebutkan bahwa suatu peristiwa di Magelang terjadi keributan dan cekcok dari asisten rumah tangga atau sopir dari Putri Candrawathi yang bernama Kuat Maruf dengan Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat. "Di Magelang ada peristiwa di tanggal 7 Juli, dimana ada keributan mulut antara Kuat Ma'ruf dan Yoshua, apa yang diributkan jangan saya bilang, tapi ada sesuatu," ucapnya.

Pada saat terjadinya cekcok di rumah pribadi Ferdy Sambo di Magelang, Putri Candrawathi sedang berada di Lantai 2, sedangkan Kuat Maruf dan Yoshua berkonflik di lantai 1, yang saat itu sempat dipisahkan dan dileraikan oleh Bharada E atau Richard Eliezer. 

Edwin Partogi menuturkan bahwa pada saat kejadian cekcok atau gesekan berlangsung, Irjen Ferdy Sambo sudah terlebih dahulu pulang ke Jakarta pada tanggal 7 saat subuh. 

Lebih lanjut, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu tak menjelaskan apa yang sumber pertengkaran antara tersangka Kuat Ma'ruf dengan Brigadir Yoshua Hutabarat.

Atas dasar itu semua, belakangan terungkap sosok yang selama ini mengancam membunuh Brigadir J dari 'Skuad Lama'. Komnas HAM mengungkap saat sehari sebelum insiden pembunuhan Brigadir J diancam oleh Kuat Maruf di Semarang. 

Saat ini, Kuat Maruf sudah ditetapkan sebagai salah satu tersangka pembunuhan Brigadir J. Tersangka lainnya antara lain Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, Brigadir RR dan Putri Candrawathi.  

Diketahui dalam kasus kematian Brigadir J saat ini Polri saat ini sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf serta Putri Candrawathi.

Penetapan total lima tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J

Diketahui dalam kasus kematian Brigadir J saat ini Polri saat ini sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf serta Putri Candrawhati.  

Kejadian itu bermula pada Jumat (8/7/2022), saat Bharada E diperintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Selain memerintah, mantan Kadiv Propam itu diduga juga merekayasa kronologi kasus pembunuhan seolah-olah terjadi baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J di rumah dinasnya. 

Sementara itu, Bripka RR dan KM yang diduga berperan dan ikut membantu serta menyaksikan penembakan Bharada E terhadap korban juga terseret menjadi tersangka. Mereka dijerat pasal pembunuhan berencana subsider pasal pembunuhan lewat pasal 340 subsider pasal 338 juncto pasal 55 dan pasal 56 tentang pembunuhan berencana. 

Tidak hanya itu, sebanyak 56 polisi hingga saat ini telah menjalani pemeriksaan oleh tim inspektorat khusus karena diduga melanggar disiplin dan etika saat menangani perkara ini. Dari jumlah itu, 16 polisi diantara telah menjalani penempatan khusus di Mako Brimob dan Div Propam Polri. (mii/ind)

Jangan Lupa Tonton dan Subscribe tvOneNews

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rekap Hasil UEFA National League A, Sabtu (26/09/2026): Prancis Menang di Debut Zidane, Italia Keok 0-2 Lawan Belgia

Rekap Hasil UEFA National League A, Sabtu (26/09/2026): Prancis Menang di Debut Zidane, Italia Keok 0-2 Lawan Belgia

Sejumlah pertandingan UEFA Nations League A tersaji pada Sabtu (26/9/2026). Prancis meraih kemenangan di debut Zidane, sedangkan Italia takluk 0-2 dari Belgia.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Proses Kepailitan PT Kedap Sayaaq Dipersoalkan, PN Surabaya Beri Tanggapan

Proses Kepailitan PT Kedap Sayaaq Dipersoalkan, PN Surabaya Beri Tanggapan

Proses kepailitan PT Kedap Sayaaq kembali menjadi perhatian. Kuasa hukum perusahaan tambang batu bara asal Korea Selatan tersebut mempersoalkan sejumlah proses pemberesan harta pailit yang dinilai merugikan perusahaan.
Sudah Singgung Malaysia usai Kalahkan Singapura, John Herdman Siap Habis-habisan Bawa Timnas Indonesia Tekuk Harimau Malaya

Sudah Singgung Malaysia usai Kalahkan Singapura, John Herdman Siap Habis-habisan Bawa Timnas Indonesia Tekuk Harimau Malaya

John Herdman mulai memanaskan persiapan Timnas Indonesia jelang menghadapi Malaysia. Ia memahami laga tersebut memiliki arti khusus bagi kedua negara.
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Gantikan Jay Idzes Jadi Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks Dapat Sanjungan Striker Liga Belanda: Pemimpin yang Baik

Gantikan Jay Idzes Jadi Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks Dapat Sanjungan Striker Liga Belanda: Pemimpin yang Baik

Kevin Diks mendapat pujian dari Ole Romeny setelah memimpin Timnas Indonesia melawan Singapura. Romeny menilai Diks mampu menjadi sosok pemimpin yang baik.

Trending

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Muncul Fenomena "Blue Fire" di Kawah Gunung Papandayan, Begini Penjelasan Badan Geologi

Muncul Fenomena "Blue Fire" di Kawah Gunung Papandayan, Begini Penjelasan Badan Geologi

Badan Geologi menerjunkan timnya untuk memeriksa kemunculan fenomena blue fire atau api biru di kawasan Kawah Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September yang merupakan hari ke-8 penyelenggaraan multi event terbesar se-Asia ini.
Minta Perusahaan di Jabar Hapus Batasan Usia Pelamar, Dedi Mulyadi: Jika Usia Tua tapi Masih Produktif Seharusnya Masih Diperbolehkan Kerja

Minta Perusahaan di Jabar Hapus Batasan Usia Pelamar, Dedi Mulyadi: Jika Usia Tua tapi Masih Produktif Seharusnya Masih Diperbolehkan Kerja

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta perusahaan dan industri di Jabar untuk menghapus batasan usia maksimal bagi calon pekerja. 
Jamintel Kejagung Tekankan Peran Aslinmas-Abpednas di Lampung

Jamintel Kejagung Tekankan Peran Aslinmas-Abpednas di Lampung

Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Provinsi Lampung resmi dilantik.
Kata-kata Berkelas John Herdman usai Timnas Indonesia Sukses Balas Dendam Atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Kata-kata Berkelas John Herdman usai Timnas Indonesia Sukses Balas Dendam Atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

John Herdman mengungkap perjuangan Timnas Indonesia saat mengalahkan Singapura 2-0 di FIFA ASEAN Cup 2026. Ia juga memuji Ole Romeny dan catatan clean sheet.
Hari Sial Tidak Ada di Kalender, Seorang Pria Kehilangan Motor saat Apel ke Rumah Kekasihnya di Jakarta Barat

Hari Sial Tidak Ada di Kalender, Seorang Pria Kehilangan Motor saat Apel ke Rumah Kekasihnya di Jakarta Barat

Seorang pria kehilangan sepeda motornya saat apel ke rumah kekasihnya di kawasan Jelambar Utama 4, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Kamis (24/9/2026) malam.
Selengkapnya

Viral