LIVESTREAM
img_title
Tutup Menu
Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali
Susi, Ferdy Smabo, dan Putri Candrawathi
Sumber :
  • Kolase Tvonenews.com

Kejadian di Magelang yang Sebenarnya Diumbar Susi ART Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Kuat Lakukan Hal Terlarang? Susi Bilang Begini

Kejadian di Magelang yang Sebenarnya Diumbar Susi ART Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Kuat Lakukan Hal Terlarang? Susi Bilang Begini. Ternyata hubungan intim

Kamis, 8 September 2022 - 06:06 WIB

Jakarta - Kejadian di Magelang yang Sebenarnya Diumbar Susi ART Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Kuat Lakukan Hal Terlarang? Susi Bilang Begini

Isu terkait perselingkuhan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dengan Kuat Maruf tidak terbukti. Hal ini dikatakan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

Dalam keterangannya, Agus Andrianto menyebut bahwa isu Putri Candrawathi berselingkuh dengan asisten rumah tangga (ART) dan sopirnya sendiri, yaitu Kuat Maruf ramai dibicarakan.

Namun, Komjen Agus mengatakan, isu perselingkuhan Putri Candrawathi dengan Kuat Maruf tidak terbukti karena adanya keterangan saksi dan para tersangka yang diperoleh penyidik untuk kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.


Putri Candrawathi dan Kuat Maruf. (ist)

Baca Juga :

“Karena Kuat Maruf baru seminggu masuk kerja setelah hampir dua tahun berhenti karena pandemi Covid-19. Kuat Maruf kena Covid-19. Hal itu terkonfirmasi dari saksi-saksi yang lainnya,” kata Komjen Agus, Senin (6/9/2022), dilansir Antara.

Pada saat rekonstruksi peristiwa di Magelang, Kuat Maruf berada di dalam kamar Putri Candrawathi lebih dulu daripada Brigadir J.

Ini menimbulkan pertanyaan di masyarakat hingga memunculkan isu perselingkuhan.

Namun, saat kejadian tersebut ada saksi lain yang berada di lokasi, yaitu Susi.

Adapun Susi adalah ART keluarga Ferdy Sambo.


Putri Candrawathi, Kuat Maruf, dan Brigadir J. (ist)

Saat kejadian, Susi ada di tangga dekat kamar. Sedangkan, Kuat Maruf yang berada di bawah sedang merokok melihat Brigadir J mengendap-endap keluar dari kamar Putri Candrawathi.

Sebelumnya, Susi mendengar Putri Candrawathi diduga sedang menangis, merintih atau ekspresi lainnya.

“Hal ini terkomunikasi antara S (Susi) dan KM (Kuat). KM ada di kamar untuk memastikan kondisi PC (Putri) yang ada di kamar terduduk di depan kamar mandi dikuatkan dengan keterangan S,” katanya.

Adapun Putri Candrawathi dan Kuat Maruf ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana Brigadir J bersama tiga tersangka lainnya antara lain Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dan Bripka Ricky Rizal atau Brigadir RR.

Kelima tersangka disangkakan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.

Bharada E Cerita ke Deolipa

Dugaan adanya 'hubungan terlarang' yang dijalin antara istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dengan Kuat Maruf masih menjadi perbincangan panas ketika hal tersebut diungkapkan mantan pengacara Bharada Richard Eliezer (Bharada E), Deolipa Yumara.

Dalam dialog yang dilakukannya di Kabar Petang tvOne beberapa waktu lalu, Deolipa Yumara menyebut bahwa motif Ferdy Sambo menghabisi Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J karena diduga Brigadir J mengetahui aib Putri Candrawathi dan Kuat Maruf.

Dalam kesempatan tersebut, Deolipa mencoba mematahkan dugaan sebelumnya yang menyebut bahwa Putri Candrawathi dilecehkan oleh Brigadir J.


Putri Candrawathi saat menghadiri rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J, Selasa (30/8/2022). (Tvonenews.com/Julio Trisaputra)

Justru, kata Deolipa, berdasarkan perbincangannya bersama Bharada E saat itu, Brigadir J diduga mengetahui hal terlarang yang dilakukan oleh Putri Candrawarthi dan Kuat Maruf di Magelang.

"Bharada E tidak merasakan langsung ya, tapi dia berpikir. Boleh dong berpikir? Jadi dugaan dia, ada sesuatu yang terjadi (antara Putri dan Kuat) dan diketahui Yosua (Brigadir J)," kata Deolipa, seperti melansir tayangan Kabar Petang tvOne, Senin (29/8/2022).

Menurut cerita yang didapat Deolipa dari Bharada E, saat di Magelang itu hanya ada empat orang, yakni Brigadir J, Susi (ART), Kuat (ART), Putri Candrawathi. 

Karena Susi dianggap tidak ada kaitannya dengan kasus pembunuhan Brigadir J, maka, kata Deolipa, dua orang saja yang diduga merencanakan pembunuhan.

"Susi enggak ikutan karena dia di bawah. Nah tinggal tiga kan, tapi yang dua ini (Kuat Maruf dan Putri Candrawathi) sepakat ngebunuh si Yosua (Brigadir J), itu saja logikanya," kata Deolipa.

Tak hanya itu, kecurigaan soal adanya dugaan hubungan terlarang antara Kuat Maruf dan Putri Candrawathi juga, kata Deolipa, sempat dibicarakan Bharada E.


Tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, Kuat Maruf. (Tvonenews.com/Julio Trisaputra)

Saat itu, Bharada E sempat menaruh rasa curiga terhadap gera-gerik Putri dan Kuat.

"Kata Si Eliezer (Bharada E), saya curiga Bang, ada sesuatu antara Kuat dan Putri. Aroma-aroma (hubungan terlarang) itu sebenernya mereka (Bharada E dan Brigadir J) sudah tahu," kata Deolipa.

Terkait dugaan adanya momen Brigadir J 'menggendong-gendong' Putri Candrawathi seperti yang dikatakan Kuat Maruf kepada penyidik saat itu pun buru-buru ditepis Deolipa.

Menurut Deolipa, hal tersebut justru bisa jadi sebaliknya, alias Kuat Maruf yang menggendong-gendong Putri.

Halaman Selanjutnya :
Komentar
Berita Terkait
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Buktikan Perkataannya di YouTube Dedi Mulyadi Benar soal Iptu Rudiana, Dede Ajak Aep Sama-sama Lakukan Sumpah Pocong

Buktikan Perkataannya di YouTube Dedi Mulyadi Benar soal Iptu Rudiana, Dede Ajak Aep Sama-sama Lakukan Sumpah Pocong

Buktikan perkataannya di YouTube Dedi Mulyadi benar soal Iptu Rudiana, saksi Dede mengajak saksi Aep untuk bersama-sama melakukan sumpah pocong.
Maarten Paes Curhat ke Media Amerika Soal Ambisinya Jika Bela Timnas Indonesia di Putaran Ketiga: Bayangkan Jika Saya Bisa Bermain di Piala Dunia...

Maarten Paes Curhat ke Media Amerika Soal Ambisinya Jika Bela Timnas Indonesia di Putaran Ketiga: Bayangkan Jika Saya Bisa Bermain di Piala Dunia...

Maarten Paes punya keyakinan jika ia dapat memberikan kontribusi signifikan bagi Timnas Indonesia. Kiper Dallas FC itu bahkan mengaku tidak sabar untuk bisa
Prabowo Buka Suara soal Thomas Djiwandono dan Sudaryono Buru-buru Jadi Wakil Menteri, Sebut Posisi Keponakan dan Mantan Aspri Begini

Prabowo Buka Suara soal Thomas Djiwandono dan Sudaryono Buru-buru Jadi Wakil Menteri, Sebut Posisi Keponakan dan Mantan Aspri Begini

Prabowo Subianto buka suara soal diangkatnya Thomas Djiwandono dan Sudaryono sebagai wakil menteri oleh Presiden Jokowi secara buru-buru di akhir masa jabatan.
Gregorius Ronald Tanur Bebas dari Dakwaan Pembunuhan Dini Sera Afriyanti: Tuhan yang Membuktikan

Gregorius Ronald Tanur Bebas dari Dakwaan Pembunuhan Dini Sera Afriyanti: Tuhan yang Membuktikan

Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, memutus bebas terdakwa Gregorius Ronald Tannur dari dakwaan terkait pembunuhan korban Dini Sera Afriyanti (29).
Prediksi Bandara Kertajati Jadi Tempat Penerbangan 70 Ribu Calon Jemaah Jawa Barat di Musim Haji 2025

Prediksi Bandara Kertajati Jadi Tempat Penerbangan 70 Ribu Calon Jemaah Jawa Barat di Musim Haji 2025

Pj Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin berasumsi 70.000 calon jemaah haji asal Jawa Barat berangkat di Bandara Internasional Kertajati di musim haji 2025.
Pengajian di Riau Diduga Bolehkan Jamaah Hubungan Intim di Luar Nikah untuk Hapus Dosa, MUI Terjunkan Tim Gabungan

Pengajian di Riau Diduga Bolehkan Jamaah Hubungan Intim di Luar Nikah untuk Hapus Dosa, MUI Terjunkan Tim Gabungan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau mendalami dugaan adanya ajaran menyimpang atau sesat yang dilakukan oleh suatu kelompok pengajian.
Trending
Ruwet! Proses Penggabungan Angkasa Pura I dan II Mundur dan Berbelit, Begini Nasib Ribuan Karyawan AP I dan II

Ruwet! Proses Penggabungan Angkasa Pura I dan II Mundur dan Berbelit, Begini Nasib Ribuan Karyawan AP I dan II

Proses penggabungan BUMN PT Angkasa Pura I (AP I) dan PT Angkasa Pura II (AP II) terkesan berbelit-belit karena dipastikan mundur dan skemanya berubah lagi.
Wanda Harra Akhirnya Dilaporkan Polisi, Ini Tuduhan  yang Harus Dihadapi

Wanda Harra Akhirnya Dilaporkan Polisi, Ini Tuduhan yang Harus Dihadapi

Pengarah gaya (fashion stylist) Wanda Harra alias Irwansyah dilaporkan ke Bareskrim Polri atas tuduhan penistaan agama Islam.
3 Rumah Sakit Dibidik KPK soal Klaim Fiktif ke BPJS Kesehatan, Pahala Nainggolan: Nanti Diurus Pimpinan

3 Rumah Sakit Dibidik KPK soal Klaim Fiktif ke BPJS Kesehatan, Pahala Nainggolan: Nanti Diurus Pimpinan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengusut tiga rumah sakit atas dugaan menimbulkan kerugian keuangan negara, karena melakukan phantom billing atau klaim fiktif kepada BPJS Kesehatan.
Jelang Pilkada Serentak 2024, Polres Sumenep Dekati Ulama dan Tokoh Masyarakat

Jelang Pilkada Serentak 2024, Polres Sumenep Dekati Ulama dan Tokoh Masyarakat

Polres Sumenep, Jawa Timur memperkuat sinergi dengan ulama dan tokoh masyarakat setempat, menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2024.
Kejari Kabupaten Tegal Dalami Pengusutan Dugaan Korupsi Bank Milik BUMN

Kejari Kabupaten Tegal Dalami Pengusutan Dugaan Korupsi Bank Milik BUMN

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tegal melakukan pengusutan dugaan korupsi pada salah satu Bank BUMN.
Prediksi Bandara Kertajati Jadi Tempat Penerbangan 70 Ribu Calon Jemaah Jawa Barat di Musim Haji 2025

Prediksi Bandara Kertajati Jadi Tempat Penerbangan 70 Ribu Calon Jemaah Jawa Barat di Musim Haji 2025

Pj Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin berasumsi 70.000 calon jemaah haji asal Jawa Barat berangkat di Bandara Internasional Kertajati di musim haji 2025.
Prabowo Buka Suara soal Thomas Djiwandono dan Sudaryono Buru-buru Jadi Wakil Menteri, Sebut Posisi Keponakan dan Mantan Aspri Begini

Prabowo Buka Suara soal Thomas Djiwandono dan Sudaryono Buru-buru Jadi Wakil Menteri, Sebut Posisi Keponakan dan Mantan Aspri Begini

Prabowo Subianto buka suara soal diangkatnya Thomas Djiwandono dan Sudaryono sebagai wakil menteri oleh Presiden Jokowi secara buru-buru di akhir masa jabatan.
Selengkapnya