Kompak! Dugaan Pengacara Brigadir J Sejalan dengan yang Disampaikan oleh Ketua Komunitas Civil Society
- kolase tvOnenews.com
Menurutnya, jika mengakui kesalahannya membunuh Brigadir J, Ferdy Sambo bisa menyatakan maaf sejak awal.
"Kalau tulus meminta maaf, harusnya sudah disampaikan sejak awal. Sebab, Yosua (Brigadir J) meninggal di rumah dinasnya," kata dia.
Selain itu, Irma Hutabarat yang terus mendampingi keluarga Brigadir J menyampaikan hanya ingin menjalani proses hukum hingga akhir. Menurut Irma, keluarga Brigadir J tidak lagi ingin mendengar apapun dari Ferdy Sambo.
"Ikuti proses hukum, minta maaf untuk apa? Sudah telat banget, Kalau mau dimaafkan atau tidak, menunggu sampai proses hukumnya," imbuhnya.
Kamaruddin tidak terima kasus pelecehan seksual kembali dibahas

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat (kiri) bersama Kamaruddin Simanjuntak (kanan) (tvOne/Bagas)
Kuasa Hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak juga tak terima dengan perkataan Ferdy Sambo yang kembali membahas kejadian dugaan pelecehan seksual yang telah terbukti tidak dilakukan oleh Brigadir J kepada Putri Candrawathi.
"Awalnya diperkosa di rumah di Duren Tiga karena berhasil saya patahkan, pindah ke tanggal 4 di Magelang berhasil saya patahkan lagi dengan menunjukkan foto almarhum lagi nyetrika dipuji." kata Kamaruddin
Kamaruddin menjelaskan bahwa cerita bahwa kliennya melakukan tindakan pelecehan seksual selalu berubah ubah dan tidak jelas.
"Kemudian pindah lagi tanggal 7 berhasil saya patahkan karena mereka masih coba-coba. Kemudian menginap 1 malam lagi di rumah itu bersama ajudan lain dan asisten rumah tangga kemudian di awal tanggal 8 akhirnya pindah lagi diperkosa entah kapan dan dimana," jelas Kamaruddin.
Ia juga menegaskan bahwa ancaman pembunuhan kepada Brigadir J telah berlangsung sejak lama. hal itu pun diketahui oleh kekasihnya Vera Simanjuntak.
"19 Juni dia sudah diancam dibunuh, tanggal 21 Juni sudah diancam mau dibunuh, terakhir 7 Juli diancam dibunuh. Kemudian tanggal 8 Juli dibunuh. Artinya dalil dia bohong. Karena ada rekam jejak elektronik yang mengarah ke pembunuhan berencana," pungkas Kamaruddin.
Sebelumnya, Ferdy Sambo menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak yang terseret dalam kasusnya, terutama kepada keluarga korban.
"Saya sangat menyesal. Saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang sudah terdampak atas perbuatan saya, termasuk bapak dan ibu dari Josua," kata Ferdy Sambo di Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2022). (ree/Mzn)
Load more