GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

4 Lembaga Survei Sebut Elektabilitas NasDem Merosot, Disalip Demokrat, Irma Suryani Buka Suara

Elektabilitas NasDem semakin merosot, hal ini berdasarkan 4 lembaga survei. Bahkan, elektabilitas Partai Demokrat salip NasDem saat ini
Selasa, 8 November 2022 - 23:17 WIB
Foto AHY Bersama Surya Paloh
Sumber :
  • Istimewa/tim tvone

Jakarta - Saat ini Indonesia memasuki tahun politik. Maka hal yang wajar, sejumlah partai besar mendeklarasikan jagoannya sebagai calon presiden (Capres) yang akan bertarung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Satu di antara partai yang sudah mendeklarasikan Capresnya, yakni Partai NasDem.

NasDem deklarasikan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadi Capres 2024 mendatang. Namun, setelah mendeklarasikan Anies Baswedan, elektabilitas NasDem malah merosot.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, elektabilitas NasDem disalip Demokrat, menjadi posisi ketujuh. Hal ini berdasarkan survei indekstat pada tanggal 10 hingga 19 Oktober 2022. 

Melihat elektabilitas NasDem merosot, Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago buka suara. Ia menyampaikan hasil survei di tahun politik ini beragam. 

"Sejak awal Nasdem berdiri sampai sekarang,  lembaga survei selalu melaporkan elektabilitas tak pernah lebih dari 5 persen. Ini begitu aneh, karena hasil survei berbeda saat Pileg sudah dirasakan Nasdem," beber Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago. 

Bahkan, Irma sampaikan, demikian karena hasil antara survei dengan fakta di pemilu berbeda jauh dan bukan bermaksud tak percaya dengan survei. Namun, kata dia, setiap hasil survei selalu dijadikan NasDem sebagai cambuk semangat. 

"Kami jadikan cambuk untuk buktikan bahwa kami mampu melampaui target yang kami ingin capai," papar Irma.

Berikut empat (4) lembaga survei yang menyebutkan bahwa elektabilitas Partai NasDem merosot. 

1. Litbang Kompas 

Litbang Kompas merilis hasil survei terbarunya terkait elektabilitas partai politik. Hasilnya menyebutkan bahwa dalam survei yang diadakan pada tanggal pada 24 September-7 Oktober 2022 itu elektabilitas Partai NasDem hanya berada di angka 4,3 persen. 

NasDem berada di posisi ke tujuh dan kalah elektabilitas dari PKB dan PKS Survei Litbang ini digelar pada 24 September-7 Oktober 2022, dengan mewawancarai 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 Provinsi. 

Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error penelitian sebesar kurang lebih 2,8 persen. 

Berikut tingkat elektabilitas sejumlah Parpol di tanah air versi Litbang Kompas:
 
PDIP 21,1 % 
Gerindra 16,2% 
Demokrat 14,0% 
Golkar 7,9% 
PKS 6,3% 
PKB 5,6% 
NasDem 4,3% 
PAN 3,1% 
PPP 1,7%

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Surya Paloh saat Berpidato di Acara NasDem

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Turis Malaysia Dituduh Belum Bayar di RM Padang Pagi Sore PIK, Berujung Seruan Boikot Meski Restoran Sudah Minta Maaf

Viral Turis Malaysia Dituduh Belum Bayar di RM Padang Pagi Sore PIK, Berujung Seruan Boikot Meski Restoran Sudah Minta Maaf

Viral turis Malaysia dituduh belum bayar makan di RM Pagi Sore PIK hingga muncul seruan boikot di media sosial, walaupun kini pihak restoran sudah minta maaf.
DEN dan ITS Bahas Strategi Energi Biru untuk Transformasi Ekonomi Pesisir

DEN dan ITS Bahas Strategi Energi Biru untuk Transformasi Ekonomi Pesisir

Dewan Energi Nasional bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember memperkuat pemahaman pemangku kepentingan dalam menentukan arah kebijakan energi nasional.
Komnas HAM Nyatakan Kasus Little Aresha Bukan Pelanggaran HAM Berat, Pemkot Diminta Awasi Daycare Ilegal

Komnas HAM Nyatakan Kasus Little Aresha Bukan Pelanggaran HAM Berat, Pemkot Diminta Awasi Daycare Ilegal

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha tidak termasuk kategori pelanggaran HAM berat. 
Kolaborasi dengan Korsel, Kemendagri Genjot Penguatan NTPD 112

Kolaborasi dengan Korsel, Kemendagri Genjot Penguatan NTPD 112

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus melakukan penguatan dan pengembangan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112.
Kasus Penusukan Pelajar di Kawasan SMAN 3 Yogyakarta Dipastikan Bukan Klitih, Dipicu Duel Antar Geng

Kasus Penusukan Pelajar di Kawasan SMAN 3 Yogyakarta Dipastikan Bukan Klitih, Dipicu Duel Antar Geng

Aparat kepolisian memastikan insiden penusukan yang menewaskan seorang pelajar di kawasan SMAN 3 Yogyakarta bukan merupakan aksi kekerasan jalanan atau klitih. 
Pevoli Amerika Ini Kirim Pesan Menyentuh untuk Megawati Hangestri jelang Duetnya di Hyundai Hillstate

Pevoli Amerika Ini Kirim Pesan Menyentuh untuk Megawati Hangestri jelang Duetnya di Hyundai Hillstate

Antusiasme tinggi mengiringi langkah baru pevoli andalan Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi di kancah V-League Korea Selatan. Rekan barunya Jordan Wilson asal

Trending

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler kemarin: Sherly Tjoanda kirim 100 ekor sapi, KDM minta ubah pandangan soal situs Sunda, hingga reaksi warganet atas sikap tegas SMAN 1 Pontianak.
Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

MPR RI memberikan pernyataan untuk menanggapi desakan publik kepada dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) di Kalimantan Barat untuk memberikan permintaan maaf.
KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tiba-tiba minta maaf ke warga Jawa Barat usai puncak Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bandung. Ada apa?
Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

pengakuan siswi SMAN 1 Pontianak setelah dipanggil ke Istana. kisah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda pertama kali jatuh cinta dengan mendiang Benny Laos
Daftar Sementara Pemain Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027: Megawati Hangestri Jadi Andalan

Daftar Sementara Pemain Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027: Megawati Hangestri Jadi Andalan

Daftar sementara pemain Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Megawati Hangestri bakal menjadi sakah satu andalan.
Bukan Klenik, Ini Penjelasan Ilmiah Ahli BRIN Soal Mahkota Binokasih yang Baru Selesai Dikirab Dedi Mulyadi

Bukan Klenik, Ini Penjelasan Ilmiah Ahli BRIN Soal Mahkota Binokasih yang Baru Selesai Dikirab Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi baru saja selesai melakukan puncak acara kirab budaya milangkala tatar sunda mahkota binokasih pada Sabtu (16/5/2026) Bandung -
Mohon Maaf Warga Malut, Gubernur Sherly Tjoanda Sampaikan Keputusan Tegas untuk Orang yang Punya Utang Pinjol

Mohon Maaf Warga Malut, Gubernur Sherly Tjoanda Sampaikan Keputusan Tegas untuk Orang yang Punya Utang Pinjol

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, menyampaikan keputusan tegas untuk warganya yang punya utang pinjol ataupun utang di bank. Sherly Tjoanda tegaskan soal utang.
Selengkapnya

Viral