News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pahlawan yang Disapa Kiai Bambu Runcing, Ternyata Bukan Orang Sembarangan

para santri turun ke medan laga. Tak lain bertujuan untuk berlaga dengan para penjajah. Sebab, ada beberapa santri yang merupakan seorang pahlawan. Bahkan, hal
Kamis, 10 November 2022 - 23:49 WIB
Pahlawan yang Disapa Kiai Bambu Runcing, Ternyata Bukan Orang Sembarangan
Sumber :
  • Istimewa/NU Online

Jakarta - Kemerdekaan Indonesia tak terlepas dari jasa-jasa para santri. Pasalnya, saat Indonesia masih dijajah, para santri turun ke medan laga. Tak lain bertujuan untuk berlaga dengan para penjajah. Sebab, ada beberapa santri yang merupakan seorang pahlawan. 

Bahkan, hal itu bukan sebatas omongan kosong saja. Namun, ada banyak catatan sejarah yang menggambarkan kiprah santri saat berperan melawan penjajah. Hal itu diungkapkan langsung oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, karena beberapa santri dahulunya merupakan pahlawan bangsa. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya sampai di situ saja cerita perjuangan santri untuk memerdekakan Indonesia ini. Sebab, hal yang paling menakjubkan  dari perjuangan santri ialah, berperang dengan penjajah menggunakan bambu runcing. 

Dan untuk diketahui, senjata bambu runcing yang digunakan untuk berperang melawan penjajah waktu itu. Ternyata terlebih dahulu didoai oleh Kiai Subchi Parakan Temanggung. 

Lantas siapakah Kiai Subchi Parakan itu? Ya, seorang pahlawan Indonesia yang dikenal dengan sapaan Kiai Bambu Runcing. Dilansir dari NU Online, Kiai Subchi itu lahir di Parakan, Temanggung Jawa Tengah, sekitar tahun 1850. 

Bahkan, beliau tak hanya disapa Kiai Bambu Runcing saja, terkadang beliau juga sering disapa Subchi atau sering disebut Subeki.

Subeki ini merupakan putra sulung dari Kiai Harun Rasyid, seorang penghulu masjid. Pada masa kecilnya, ia sering disapa Muhammad Benjing. Nama itu disandang ketika sejak lahir. Namun setelah menikah, namanya diganti menjadi Somowardojo. Akan tetapi, nama itu diganti ketika ia naik haji, menjadi Subchi.

Subchi memilik kakek bernama Kiai Abdul Wahab, yang merupakan keturunan seorang Tumenggung Bupati  Suroloyo Mlangi, Yogyakarta. 

Kiai Abdul Wahab inilah yang menjadi pengikut Pangeran Dipanegara, dalam periode Perang Jawa (1825-1830). Ketika laskar Dipanegara kalah, banyak pengikutnya yang menyembunyikan diri di kawasan pedesaan untuk mengajar santri. Jaringan laskar kiai kemudian bergerak dalam dakwah dan kaderisasi santri. 

Kiai Wahab kemudian mengundurkan diri untuk menghindar dari kejaran Belanda. Ia menyusuri Kali Progo menuju kawasan Sentolo, Godean, Borobudur, Bandongan, Secang Temanggung, hingga singgah di kawasan Parakan. 

Kawasan Parakan merupakan titik penting arus transportasi kawasan Kedu, yakni sebagai persimpangan Banyumas, Kedu, Pekalongan dan Semarang. 

Keluarga Kiai Abdul Wahab kemudian menetap di Parakan, sebagai tempat bermukim untuk menggembleng santri dan menyiapkan perlawanan terhadap penjajah.

Namun di sela-sela persiapan, pasukan Belanda tak henti-hentinya mengejar pengikut Dipanegara di berbagai pelosok Jawa, terutama Yogyakarata, Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Bahkan, yang paling mirisnya, ketika Ibunda Kiai Subchi mengandung, Belanda masih sering mengejar keturunan Kiai Wahab, serta santri-santri yang diduga menjadi pengikut Dipanegara. 

Tahun 1885, saat itu Subchi masih kecil dan berada di gendongan ibundanya untuk mengungsi dari kejaran pasukan Belanda. Subchi kecil yang dididik oleh orang tuanya, dengan tradisi pesantren yang kuat. Ia kemudian nyantri di pesantren Sumolangu, asuhan Syekh Abdurrahman Sumolangu (ayahanda Kiai Mahfudh Sumolangu, Kebumen). 

Dari mengikuti ngaji di pesantren itu, Kiai Subchi menjadi pribadi yang matang dalam ilmu agama hingga pergerakan kebangsaan.

Parakan yang merupakan sebuah kota kecil di Kabupaten Temanggung, memiliki arti penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

Sebab, pada awal abad 20, Temanggung menjadi basis pergerakan Sarekat Islam (SI). Kaum santri yang tinggal di Parakan, menjadi tulang punggung kaderisasi SI. 

Bahkan, di Parakan juga pernah diselenggarakan Kongres Sarekat Islam, yang dihadiri oleh HOS Tjokroaminoto. 

Pada 1913, anggota Sarekat Islam di Parakan, berjumlah 3.769 orang. Cabang SI Temanggung dibuka pada 1915, dengan jumlah anggota 4.507 (Thamrin, 2008).  

Singkat cerita, ketika pasukan Belanda menyerbu kembali Jawa pada Desember 1945, barisan santri dan kiai bergerak bersama warga untuk melawan. Pertempuran di Ambarawa pada Desember 1945 menjadi bukti nyata. 

Bahkan, Jendral Sudirman berkunjung ke kediaman Kiai Subchi untuk meminta doa berkah dan bantuan dari Kiai Subchi. Jendral Sudirman sering berperang dalam keadaan suci, untuk mengamalkan doa dari Kiai Subchi. 

Dari narasi ini, dapat diketahui bahwa Jenderal Sudirman merupakan santri Kiai Subchi. Memang, dalam catatan sejarah, Kiai Subchi dikenal sebagai seorang yang murah hati, suka membantu warga sekitar yang kekurangan. 

Bahkan, jiwa bisnisnya tumbuh seiring dengan kesuburan tanah di lereng Sindoro – Sumbing. Pertanian menjadi andalan, dengan pelbagai macam tanaman yang menjadi ladang pencaharian warga. Maka wajar saja, saat ini Parakan dikenal sebagai kawasan andalan dengan hasil tembakau terbaik di Jawa. 

Namun pada waktu itu, Kiai Subchi sering membagikan hasil pertanian, maupun menyumbangkan lahan kepada warga yang tidak memilikinya. Inilah kebaikan hati Kiai Subchi, hingga disegani warga dan memiliki kharisma kuat.  

Ketika barisan Kiai mendirikan Nahdlatul Ulama pada 1926, Kiai Subchi turut serta dengan mendirikan NU Temanggung. Beliau menjadi Rais Syuriah NU Temanggung, didampingi Kiai Ali (Pesantren Zaidatul Maarif Parakan) dan Kiai Raden Sumomihardho, sebagai wakil dan sekretaris. 

Nama terakhir merupakan ayahanda Kiai Muhaiminan Gunardo, yang menjadi tokoh pesantren dan NU di kawasan Temanggung-Magelang. 

Kiai Subchi juga sangat mendukung anak-anak muda untuk berkiprah dalam organisasi. Pada 1941, Anshor Nahdlatul Oelama (ANO) mengadakan pengkaderan di Temanggung, yang langsung dipantau oleh Kiai Subchi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kiai Subchi dikenal sebagai kiai 'alim dan pejuang yang menggelorakan semangat pemuda untuk bertempur melawan penjajah. 

Kiai ini, dikenal sebagai "Kiai Bambu Runcing", karena pada masa revolusi meminta pemuda-pemuda untuk mengumpulkan bambu yang ujungnya dibuat runcing, kemudian diberi asma' dan doa khusus. (aag)         

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rezeki Mulus Lewat Kerja Sama, Cek Ramalan Keuangan Shio Anjing Tanggal 29 September 2026 di Sini!

Rezeki Mulus Lewat Kerja Sama, Cek Ramalan Keuangan Shio Anjing Tanggal 29 September 2026 di Sini!

Karakter shio Anjing yang penuh kewaspadaan hingga protektif terhadap kepentingan bersama akan menemukan momentum terbaik untuk mengamankan nilai aset besok.
Viral Hewan Hidup Dijadikan Suvenir Pernikahan, Ada yang Ditinggalkan di MRT Lebak Bulus

Viral Hewan Hidup Dijadikan Suvenir Pernikahan, Ada yang Ditinggalkan di MRT Lebak Bulus

Viral pengantin bagikan anak ayam sebagai suvenir pernikahan. Warganet soroti kondisi hewan, hingga ada yang ditemukan ditinggalkan di MRT Lebak Bulus.
Dapat Panggilan Kesayangan dari Megawati Hangestri, Lee Min-young Malah 'Ngambek'

Dapat Panggilan Kesayangan dari Megawati Hangestri, Lee Min-young Malah 'Ngambek'

Rookie Hyundai Hillstate menolak panggilan yang disematkan Megawati Hangestri kepadanya. Momen lucu ini terjadi saat mereka sedang liburan singkat di Pulau Jeju
Link Live Streaming Voli Asian Games 2026: Pagi Ini Ada Timnas Voli Indonesia Vs Kirgistan

Link Live Streaming Voli Asian Games 2026: Pagi Ini Ada Timnas Voli Indonesia Vs Kirgistan

Link live streaming voli Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026), ada Timnas Voli Putra Indonesia menghadapi Kirgistan.
Update Klasemen Medali Asian Games 2026 Pagi Ini: Tim Indonesia Hanya Tambah Perak, Malaysia Melesat Tembus 10 Besar

Update Klasemen Medali Asian Games 2026 Pagi Ini: Tim Indonesia Hanya Tambah Perak, Malaysia Melesat Tembus 10 Besar

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Senin (28/9/2026) pukul 06.00 WIB. Tim Indonesia dan Malaysia kini kembali memiliki perbedaan mencolok dalam perolehan medali di ajang bergengsi ini.
Kabar Baik, 5 Zodiak Ini Diprediksi Bersinar di Tempat Kerja Besok 29 September 2026

Kabar Baik, 5 Zodiak Ini Diprediksi Bersinar di Tempat Kerja Besok 29 September 2026

Siap-siap ketiban hoki! 5 zodiak ini diprediksi beruntung soal karier besok, 29 September 2026. Ada yang dapat peluang, perhatian, hingga kepercayaan!

Trending

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

‎Timnas Indonesia berjaya mengawali FIFA ASEAN Games 2026 dengan hasil positif. Kemenangan 2-0 atas Singapura berhasil diamankan dalam laga perdana pada Jumat (25/9/2026).
Jadwal Asian Games 2026, Senin 28 September: 4 Pebulu Tangkis Pastikan Raih Medali, Timnas Voli Indonesia Main

Jadwal Asian Games 2026, Senin 28 September: 4 Pebulu Tangkis Pastikan Raih Medali, Timnas Voli Indonesia Main

Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Tim Indonesia sudah memastikan medali usai empat pebulu tangkis tanah air tampil di semifinal. Sedangkan Timnas Voli Indonesia akan kembali berjuang.
Jadwal Voli Asian Games 2026, Senin 28 September: Timnas Voli Indonesia Lawan Kirgistan Pagi Ini

Jadwal Voli Asian Games 2026, Senin 28 September: Timnas Voli Indonesia Lawan Kirgistan Pagi Ini

Jadwal voli Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Timnas Voli Indonesia akan kembali unjuk gigi, kali ini wajib menang saat melawan Kirgistan.
Jadwal Semifinal Bulu Tangkis Asian Games 2026: Indonesia Pastikan Raih 4 Medali, Alwi Farhan Cs Masih Berjuang Demi Emas

Jadwal Semifinal Bulu Tangkis Asian Games 2026: Indonesia Pastikan Raih 4 Medali, Alwi Farhan Cs Masih Berjuang Demi Emas

Jadwal semifinal bulu tangkis Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Sebanyak empat wakil Indonesia telah memastikan meraih medali, namun Alwi Farhan dan kawan-kawan tetap masih akan berjuang demi meraih medali emas.
Miliki Harta Fantastis, KPK Bidik Anggota Polri Terkait Kasus di Bekasi

Miliki Harta Fantastis, KPK Bidik Anggota Polri Terkait Kasus di Bekasi

KPK terus melakukan pendalaman terkait proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Tambah Pundi Medali Indonesia, Tim Esports Nomor Pokemon Unite Lewati Target Asian Games 2026

Tambah Pundi Medali Indonesia, Tim Esports Nomor Pokemon Unite Lewati Target Asian Games 2026

Pelatih kepala Timnas Esports Indonesia Richard Permana mengungkapkan bahwa target awal mereka sebenarnya hanya medali perunggu.
Aceh Kembali Dilanda Banjir, Ini Lokasinya

Aceh Kembali Dilanda Banjir, Ini Lokasinya

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan sebanyak 13 desa dari tujuh kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara kembali terendam banjir akibat meluapnya air sungai pascadiguyur hujan deras sejak kemarin malam, Sabtu (26/9/2026).
Selengkapnya

Viral