News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ahli Pidana Sebut Ferdy Sambo Tak Dapat Dipidana Jika Ada Salah Tafsir soal Perintah 'Hajar' ke Bharada E

Agenda Sidang Ferdy Sambo, Ahli pidana sebut Ferdy Sambo tak dapat dipidana jika ada salah tafsir soal perintah 'Hajar' ke Bharada E di Duren Tiga, (3/1/2023).
Selasa, 3 Januari 2023 - 19:05 WIB
Mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo.
Sumber :
  • Sumber : tvOne/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Lanjutan sidang pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan agenda Sidang Ferdy Sambo, Ahli pidana sebut Ferdy Sambo tak dapat dipidana jika ada salah tafsir soal perintah 'Hajar' ke Bharada E, Selasa (3/1/2023).

Sidang Ferdy Sambo hari ini, Selasa (3/12/2023) yang menghadirkan ahli hukum pidana sebagai saksi meringankan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prof Said Karim, Ahli pidana sebut Ferdy Sambo tak dapat dipidana jika ada salah tafsir soal perintah 'Hajar' ke Bharada E.


Saksi Ahli, Said Karim memasuki ruang persidangan Kasus Pembunuhan Berencana, di Pengadilan Negeri, Ampera, Jakarta Selatan. (Tim tvOnenews/Julio Trisaputra).

Ahli hukum pidana sekaligus Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof Said Karim mengatakan terdakwa Ferdy Sambo tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana jika tidak menganjurkan penembakan kepada Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Hal itu disampaikan Said Karim saat dihadirkan sebagai saksi ahli meringankan dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J hari ini, Selasa 3 Januari 2023. Ferdy Sambo duduk sebagai terdakwa bersama Putri Candrawathi.

Pada awalnya, tim penasihat hukum Ferdy Sambo dan Putri, Febri Diansyah menyinggung soal perintah 'hajar' yang disampaikan kliennya ke Bharada E sebelum menembak Brigadir Yosua. Kata Febri, bagaimana hukumnya jika ada mispersepsi atau salah persepsi dari perintah 'hajar' tersebut. 

"Mohon saudara ahli jelaskan, terkait dengan penganjur, bagaimana kalau dalam sebuah situasi, pihak yang menganjurkan atau penganjur ini sebenarnya anjurannya berbeda dengan yang dilaksanakan? Pelaksana mispersepsi dalan menerima anjuran dari pihak penganjur, misalnya yang dianjurkan adalah 'hajar' tetapi yang dilakukan adalah menembak, sehingga mengakibatkan matinya seseorang. Mohon saudara ahli jelaskan?" kata Febri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dikutip dari VIVA.

"Mohon izin Yang Mulia untuk menjawab. Dalam situasi penganjur, menganjurkan untuk melakukan suatu perbuatan katakanlah dia menganjurkan untuk memukul ya, tapi ternyata kemudian karena yang bersangkutan yang disuruh itu pelaku peserta memiliki senjata api, dia tidak memukul malah langsung dia tembak," jawab Said Karim.

"Dia akan menembak langsung ke daerah yang mematikan, dia langsung menembak pada bagian yang sangat berbahaya bagi kehidupan umat manusia, mungkin daerah perut atau jantung dan memang sasaran mematikan," sambungnya. 


Bharada E di PN Jaksel. (tim tvOnenews.com / Muhammad Bagas)

Berdasarkan hukum yang dipahami, Said Karim menyebut penganjur tidak dapat dipidana jika perbuatan yang dianjurkannya itu berbeda dengan yang dilaksanakan.

"Sekarang bagaimana konsekuensi hukumnya terhadap suatu anjuran yang dilaksanakan oleh pelaku peserta yang menerima anjuran itu, yapi berbeda dengan apa yang dianjurkan," ucap Said Karim.

"Jadi dalam hal seperti ini, menurut pengetahuan hukum yang saya pahami, penganjur tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana terhadap pidana atas perbuatan yang tidak dia anjurkan, tidak bisa," ungkapnya.

Menurut Said Karim, yang harusnya dimintai pertanggungjawaban ialah pelaku peserta. Sebab, pelaku peserta dalam situasi ini mengalami salah tafsir. Pelaku peserta telah melakukan perbuatan yang berbeda dengan yang dianjurkan si penganjur. 

"Jadi kalau misalnya pelaku peserta melakukan itu, dia salah tafsir atau melampaui batas yang dianjurkan maka kalau ada akibat yang muncul atau resiko hukum yang muncul itu adalah tanggungjawab orang sebagai pelaku peserta yang melakukannya yang menerima anjuran tersebut," pungkas Said Karim. (viva/ind)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mensesneg Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional, Pangan hingga Hilirisasi Jadi Fokus

Mensesneg Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional, Pangan hingga Hilirisasi Jadi Fokus

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tantangan ekonomi global saat ini menuntut kolaborasi yang lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan di dalam negeri.
Implementasi CX100 Danantara, Teras Kapal BRI Jadi Komitmen Nyata Pelayanan Masyarakat hingga Wilayah Kepulauan

Implementasi CX100 Danantara, Teras Kapal BRI Jadi Komitmen Nyata Pelayanan Masyarakat hingga Wilayah Kepulauan

Teras Kapal BRI jadi bukti bahwa customer experience tidak hanya diwujudkan melalui digitalisasi, tetapi juga lewar kemampuan menghadirkan akses perbankan hingga pulau-pulau.
Perkuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga Berdayakan Warga Lewat Bioflok dan Urban Farming Terpadu

Perkuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga Berdayakan Warga Lewat Bioflok dan Urban Farming Terpadu

Sebagai upaya memperkuat kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, Pertamina Patra Niaga tengah menggencarkan program bioflok dan urban farming.
Bahasa Tubuh Sarwendah Jadi Sorotan Pakar Mikro Ekspresi, Katanya Mantan Istri Ruben Onsu Itu Hanya Pura-pura Sedih

Bahasa Tubuh Sarwendah Jadi Sorotan Pakar Mikro Ekspresi, Katanya Mantan Istri Ruben Onsu Itu Hanya Pura-pura Sedih

Pakar mikro ekspresi menilai, bahwa ucapan dengan bahasa tubuh yang diperlihatkan Sarwendah dalam video permintaan maafnya tidak sinkron dan dinilai tak tulus.
Jason Donovan Yusuf Kalahkan Rekornya Sendiri di GBK

Jason Donovan Yusuf Kalahkan Rekornya Sendiri di GBK

Indonesia Short Courae Emerging Series secara resmi telah rampung. Sejumlah rekor nasional (rekornas) pun tercatat berhasil terpecahkan seperti yang dilakukan Jason Donovan Yusuf.
Komentar Denise Chariesta soal Permintaan Maaf Sarwendah, Pilih Berbeda dari yang Lain: Dia itu Single Mom

Komentar Denise Chariesta soal Permintaan Maaf Sarwendah, Pilih Berbeda dari yang Lain: Dia itu Single Mom

Denise Chariesta ikut mengomentari video permintaan maaf mantan istri Ruben Onsu, Sarwendah Tan soal ucapan kontroversi yang berujung viral di media sosial.

Trending

Sony Sonjaya Bocorkan Data Puluhan Orang Terlibat Korupsi MBG: Nama-nama Itu Tokoh Besar

Sony Sonjaya Bocorkan Data Puluhan Orang Terlibat Korupsi MBG: Nama-nama Itu Tokoh Besar

Sony Sonjaya melalui pengacaranya Elza Syarief, bocorkan data puluhan orang yang terlibat kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) di BGN.
Selain Bocorkan Otak Korupsi MBG, Sony Sonjaya Beberkan Ciri-cirinya hingga Jabatannya

Selain Bocorkan Otak Korupsi MBG, Sony Sonjaya Beberkan Ciri-cirinya hingga Jabatannya

Setelah dibekuk Kejagung terkait kasus dugaan korupsi tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG), Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya bocorkan fakta
Usai Dadan Hindaya Pakai Rompi Tahanan, Sejumlah Kebijakan MBG Berubah

Usai Dadan Hindaya Pakai Rompi Tahanan, Sejumlah Kebijakan MBG Berubah

Usai eks Kepala BGN, Dadan Hindayana dibekuk Kejagung hingga mengenakan rompi tahanan. Kini sejumlah kebijakan rogram makan bergizi gratis (MBG) alami perubahan
Rekap Hasil Tim ASEAN di FIFA Matchday: Hanya Timnas Indonesia yang Menang, Thailand Imbang dan Singapura Keok

Rekap Hasil Tim ASEAN di FIFA Matchday: Hanya Timnas Indonesia yang Menang, Thailand Imbang dan Singapura Keok

Rekap hasil FIFA Matchday pada Jumat (05/06/2026) menghadirkan nasib berbeda bagi sejumlah wakil Asia Tenggara. Hanya Timnas Indonesia yang berhasil menang.
Pelatih Oman Merasa Tertipu Usai Dikalahkan Timnas Indonesia 3-0: Tidak Mencerminkan Peringkat Mereka di FIFA

Pelatih Oman Merasa Tertipu Usai Dikalahkan Timnas Indonesia 3-0: Tidak Mencerminkan Peringkat Mereka di FIFA

Pelatih Oman, Tarik Sektioui, mengaku merasa tertipu dengan peringkat FIFA Timnas Indonesia. Hal itu ia ungkapkan setelah timnya kalah telak dari skuad Garuda.
Omongan Media Timur Tengah Jadi Kenyataan, Timnas Indonesia Benar-benar Bikin Oman Tak Berkutik di GBK

Omongan Media Timur Tengah Jadi Kenyataan, Timnas Indonesia Benar-benar Bikin Oman Tak Berkutik di GBK

Sebelum pertandingan digelar, media Timur Tengah sudah lebih dulu memberikan peringatan kepada tim nasional mereka soal kekuatan Timnas Indonesia melawan Oman.
Media Oman Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia di GBK, Sebut Debut Pelatih Tarik Sektioui Mengecewakan

Media Oman Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia di GBK, Sebut Debut Pelatih Tarik Sektioui Mengecewakan

Media Oman soroti debut buruk Tarik Sektioui setelah timnya dihancurkan Timnas Indonesia 0-3 di FIFA Matchday. Bahkan media setempat mengakui kualitas Garuda.
Selengkapnya

Viral