GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ternyata, Serial Killer Wowon Cs Telah Terjadi Sejak 7 Tahun yang Lalu, Begini Awal Kasusnya

selain korban 3 orang diduga keracunan. Ternyata kasus tersebut merupakan buntut dari pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon Cs sejak beberapa tahun lalu.
Minggu, 29 Januari 2023 - 23:21 WIB
Wowon, Pelaku Pembunuhan Berantai Bekasi-Cianjur
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Wowon Erawan alias Aki beserta 2 pelaku lainnya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan berantai di kawasan Bekasi dan Cianjur.

Kasus ini telah ramai di hadapan publik beberapa waktu lalu, dimulai dari sebuah keluarga yang berjumlah 3 orang diduga keracunan. Namun ternyata kasus tersebut merupakan buntut dari pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon Cs sejak beberapa tahun lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah kasus ini diselidiki lebih dalam, ternyata serial killer Wowon Cs sudah terjadi sejak 2016 silam. 

Hingga kini, korban yang mayoritas merupakan anggota keluarga dari Wowon Cs sudah berjumlah 9 orang. 

Bagaimana awal kronologi serial killer dari Wowon Cs, berikut keterangan selengkapnya dari pihak kepolisian mengenai kasus pembunuhan berantai Bekasi-Cianjur Wowon Cs.

Kronologi Lengkap Serial Killer Wowon

Kabar terkini diungkapkan oleh Polisi bahwa Wowon Cs telah melakukan pembunuhan berantai ini sejak tahun 2016 yang lalu. Awal kejadian dimulai pada korban pertamanya yaitu Halimah yang merupakan istri siri dari Wowon.

“Urutannya (pembunuhan berantai Wowon Cs) itu pertama Halimah tahun 2016,” ungkap Kasubdit Jatanras Ditreksrimum Polda Metro Jaya, AKBP Indriwienny Panjiyoga, pada Sabtu (28/1/2023).

Pembunuhan Berantai, Wowon Cs. (Kolase tvOnenews)

Panjiyoga pun mengatakan bahwa aksi yang dilakukan oleh Wowon Cs tersebut terus berlanjut hingga tahun 2021. Di tahun tersebut, empat orang kemudian telah menjadi korban dalam pembunuhan berantai selanjutnya. 

“Selanjutnya, Siti 2021, Noneng 2021, Wiwin 2021, Farida 2021,” lanjutnya.

Tak hanya itu, aksi Wowon Cs masih berlanjut hingga pada tahun 2022. Panjiyoga mengungkapkan para tersangka pada akhirnya membunuh anak kandungnya sendiri yang bernama Bayu (2) yang telah dikuburkan di sebuah lubang dalam rumahnya di kawasan Cianjur, Jawa Barat.

Pada tahun 2023, aksinya kembali dilakukan dengan mengorbankan 3 orang lainnya yang merupakan keluarga Wowon sendiri. Ketiganya yaitu Ai Maemunah yang merupakan istrinya, serta kedua anak tirinya yaitu Ridwan Abdul Muiz dan M. Riswandi. 

“Lalu korban pembunuhan yang di Bekasi 2023,” ujar Panjiyoga.

Namun, Polisi menyayangkan atas kendala penyidikan yang disebabkan karena mayoritas keluarga korban yang tidak melaporkan kehilangan dalam kasus pembunuhan berantai Wowon Cs ini.

Seorang Bocah Jadi Korban Selamat

Sejumlah fakta kembali menyeruak setelah tersangka ditangkap. Pihak kepolisian telah meringkus tiga tersangka pembunuhan berantai di Cianjur-Bekasi yakni Wowon Erawan alias Aki (60), Solihin alias Dulah (63), dan Dede alias Solehudin (35).

Para pelaku melancarkan aksi kejinya di Cianjur dan bekasi Jawa Barat, yang berawal tercium ketika satu keluarga tewas di Bekasi karena keracunan. korban yang tewas kini berjumlah 9 orang. 

Polisi ungkap salah satu dari korban selamat dalam lingkar pembunuhan berantai Wowon Cs, anak Wowon belum tahu ibu dan kakaknya meninggal

Neng Ayu (5), anak dari Wowon Erawan alias Aki dan Ai Maimunah berhasil selamat dari pembunuhan berantai Wowon dan komplotannya. Namun, Neng Ayu hingga belum mengetahui bahwa ibu dan kakaknya telah tewas jadi korban Wowon Cs.

Diketahui, Neng Ayu selamat dari maut setelah sempat meminum kopi yang dicampur racun oleh Wowon cs di rumah kontrakan di kawasan Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat pada 9 Januari 2023 lalu.

Kemudian, Ai Maimunah bersama dengan dua kakak tirinya tewas setelah menjadi korban dari pembunuhan berantai Wowon cs. Adapun dua kakak tiri Neng Ayu yakni Ridwan Abdul Muiz dan M. Riswandi.

"Hingga saat ini Ayu belum mengetahui jika ibu dan kakak-kakaknya sudah meninggal," kata Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Ratna Quratul Aini saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu, 28 Januari 2023 yang dilansir dari VIVA.

Kata Ratna, Neng Ayu hingga kini hanya mengetahui bahwa kakak tiri dan ibunya hanya masih di rawat di rumah sakit. 

"Yang diketahui hanyalah bahwa ibu dan kakak-kakaknya masih di rumah sakit," ucapnya. 

Tak hanya itu, Neng Ayu pun juga tidak mengetahui jika ayahnya, Wowon dipenjara lantaran kasus pembunuhan berantai yang mengakibatkan sembilan orang tewas.

Kemudian, Ratna menegaskan bahwa Neng Ayu akan mendapatkan hak-haknya yang dijamin oleh negara dengan tetap melakukan terapi psikologi hingga konseling. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Awalnya Ayu tidak betah, ingin pulang terus ke rumah ayahnya (Wowon), namun sekarang sdh mulai membaur dgn anak-anak yang lain. Seperti anak anak lainnya nafsu makan ayu cukup baik serta bermain dengan teman-temannya dengan riang gembira," ucap Ratna.

Lanjut Ratna, Ayu dalam waktu dekat ini akan mengemban bangku pendidikan dengan diikutkan belajar di Taman Kanak-kanak (TK). "Pihak-pihak terkait saat ini juga telah melakukan penelusuran terhadap keluarga besarnya termasuk ayah tirinya," tukas Ratna. (ind/kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sherly Tjoanda Tak Main-main Mengembangkan SDM Maluku Utara, Gubernur Malut Langsung Gandeng ITB

Sherly Tjoanda Tak Main-main Mengembangkan SDM Maluku Utara, Gubernur Malut Langsung Gandeng ITB

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda tak main-main dalam membangun pengembangan sumber daya manusia (SDM) Malut. Oleh sebab itu, Sherly langsung gandeng Kampus ITB
Tak Mau Tutupi Lagi, KDM Blak-blakan Soal Nama Asli Pemberian Sang Ayah: Dedi Mulyadi Hartono

Tak Mau Tutupi Lagi, KDM Blak-blakan Soal Nama Asli Pemberian Sang Ayah: Dedi Mulyadi Hartono

Gubernur Jawa Barat, KDM menceritakan bagaimana dirinya dulu sempat malu bahkan menangis gara-gara nama lengkap yang diberikan sang ayah. Dedi Mulyadi kecil kala itu
Viral Dugaan Child Grooming Kepala Sekolah ke Siswi di Tangsel, Langsung Dinonaktifkan Yayasan

Viral Dugaan Child Grooming Kepala Sekolah ke Siswi di Tangsel, Langsung Dinonaktifkan Yayasan

Dugaan child grooming oleh kepala sekolah SMK swasta di Pamulang viral di media sosial. Yayasan langsung menonaktifkan kepala sekolah tersebut.
Diduga Terlibat Narkotika, Aipda JEB Oknum Polisi di Tapteng Ditangkap Polisi

Diduga Terlibat Narkotika, Aipda JEB Oknum Polisi di Tapteng Ditangkap Polisi

Aipda JEB oknum Polisi yang bertugas di Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) ditangkap dalam kasus dugaan keterlibatan penyalahgunaan narkotika. Kapolres Tapteng AK
Dulu Jadi Bahan Olokan Teman Sekolah, Dedi Mulyadi Kini Jadi Orang Nomor Satu di Jawa Barat: Kisah Dedi 'Maling Hayam'

Dulu Jadi Bahan Olokan Teman Sekolah, Dedi Mulyadi Kini Jadi Orang Nomor Satu di Jawa Barat: Kisah Dedi 'Maling Hayam'

Dedi Mulyadi pernah menangis kepada sang ayah hanya karena tak tahan diejek teman-temannya di sekolah. Nama lengkap yang sempat diberikan sang ayah sebenarnya adalah
Hasil Thailand Open 2026: Takluk dari Unggulan Pertama asa Jepang, Langkah Hira/Jani Terhenti di perempat Final

Hasil Thailand Open 2026: Takluk dari Unggulan Pertama asa Jepang, Langkah Hira/Jani Terhenti di perempat Final

Hasil Thailand Open 2026, sektor ganda putri yang mempertemukan pasangan Indonesia, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine vs Rin Iwanaga/Kie Nakanishi.

Trending

Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Luciano Leandro, legenda Persija Jakarta di era 2001 menjawab permintaan suporter Jakmania untuk menggeser Mauricio Souza dari kursi pelatih Macan Kemayoran.
MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan MPR RI masih menjadi perhatian publik. Kini SMAN 1 Sambas menjadi sorotan
AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

Mathew Baker tidak lagi bisa bela Timnas Indonesia U-17 setelah usianya melewati batas. Bek muda yang berkarier di Australia itu kini resmi naik kelas ke U-19.
Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Bek muda Timnas Indonesia buat kejutan dengan melanjutkan karier di luar negeri. Adalah Barnabas Sobor yang resmi bergabung dengan klub juara Liga Timor Leste.
Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Indang Maryati menjelaskan, sejak awal pihak sekolah tidak pernah berniat menggugurkan hasil kompetisi yang telah diumumkan.
2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

Teka-teki lima calon naturalisasi Timnas Indonesia makin panas, dua nama mulai bocor dan tiga sosok lain disebut punya profil tak biasa untuk Garuda masa depan.
Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Wanita Surabaya, WS mengadu ke Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas jadi korban penipuan & perampokan lewat love scamming warga Cirebon keturunan Kamerun.
Selengkapnya

Viral