News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

20 Tahun MoU Helsinki: Perdamaian Aceh Harus Dijaga dengan Pemenuhan Janji

Dua puluh tahun setelah Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki ditandatangani, Aceh telah menunjukkan bahwa perdamaian adalah pilihan yang tepat.
Rabu, 31 Desember 2025 - 02:34 WIB
Tim MoU Helsinki Aceh
Sumber :
  • Antara

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra 

Disclaimer: Artikel ini telah melalui proses editing yang dipandang perlu sesuai kebijakan redaksi tvOnenews.com. Namun, seluruh isi dan materi artikel opini sepenuhnya tanggung jawab penulis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jakarta, tvOnenews.com - Dua puluh tahun setelah Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki ditandatangani, Aceh telah menunjukkan bahwa perdamaian adalah pilihan yang tepat. Senjata telah lama terdiam, kehidupan sosial perlahan pulih, dan ruang pembangunan terbuka lebih luas dibandingkan masa konflik. Namun, peringatan dua dekade perdamaian ini seharusnya tidak berhenti pada seremoni dan nostalgia sejarah semata. Momentum ini perlu dimaknai sebagai ruang refleksi bersama: sejauh mana negara benar-benar menepati janjinya kepada rakyat Aceh?

Perdamaian Aceh bukan sekadar peristiwa masa lalu, melainkan janji politik dan moral negara kepada warganya. Ia adalah aset nasional yang nilainya jauh melampaui stabilitas keamanan. Perdamaian hanya akan benar-benar kokoh jika disertai rasa keadilan dan kesejahteraan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Tanpa itu, damai berisiko menjadi formal—tenang di permukaan, tetapi menyimpan kegelisahan yang tak selalu terucap.

Pernyataan Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang menyebut realisasi komitmen pemerintah pusat baru sekitar 35 persen patut dibaca sebagai suara lapangan yang jujur. Terutama dalam soal pemenuhan lahan bagi mantan kombatan, persoalan ini terus berulang karena proses birokrasi yang kerap kembali ke titik awal setiap kali terjadi pergantian kepemimpinan kementerian. Dalam proses yang berlarut-larut tersebut, kelompok yang seharusnya paling cepat dipulihkan kehidupannya justru menjadi pihak yang paling lama menunggu.

Insiden pengibaran bendera bulan bintang yang kemudian ditertibkan aparat TNI juga seharusnya dilihat dengan kacamata yang lebih empatik. Peristiwa semacam ini bukan semata soal simbol, melainkan cerminan kegelisahan sosial yang belum sepenuhnya tertangani. Pengalaman berbagai wilayah pascakonflik menunjukkan bahwa ketika kesejahteraan tertinggal, simbol kerap menjadi bahasa terakhir untuk menyampaikan rasa kecewa.

Karena itu, menjaga perdamaian Aceh tidak cukup hanya melalui pendekatan keamanan. Negara perlu hadir secara lebih manusiawi dengan pendekatan kesejahteraan yang konsisten dan berkeadilan. Integrasi ekonomi mantan kombatan—melalui kepastian lahan, pekerjaan, dan penghidupan yang layak—bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama bagi perdamaian jangka panjang. Mereka yang memiliki harapan dan masa depan akan menjadi penjaga damai yang paling tulus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam konteks ini, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki momentum penting untuk menuntaskan pekerjaan rumah sejarah. Penyelesaian butir-butir MoU Helsinki yang masih tertunda bukan hanya soal Aceh, melainkan juga tentang kehadiran negara dalam memenuhi janji kepada rakyatnya. Negara yang menepati janji akan menumbuhkan kepercayaan, sementara janji yang terus tertunda berisiko menciptakan jarak emosional antara rakyat dan kekuasaan.

Pada akhirnya, perdamaian bukan sesuatu yang selesai dalam satu generasi atau satu dokumen perjanjian. Ia adalah proses panjang yang menuntut kesabaran, konsistensi, dan empati negara terhadap warganya. Aceh telah memilih jalan damai dan setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kini, tugas negara adalah memastikan bahwa pilihan tersebut tidak berakhir pada rasa menunggu, melainkan berbuah kesejahteraan. Menjaga perdamaian Aceh berarti merawat martabat manusia di dalamnya—dan itulah ukuran sejati dari negara yang hadir dan bertanggung jawab.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tinju Dunia: Eddie Hearn Ungkap Perang Mental Tyson Fury Jelang Lawan Anthony Joshua

Tinju Dunia: Eddie Hearn Ungkap Perang Mental Tyson Fury Jelang Lawan Anthony Joshua

Promotor tinju ternama, Eddie Hearn buka suara terkait kabar Tyson Fury mulai melancarkan perang psikologis menjelang duel akbar melawan Anthony Joshua di kelas berat yang akan berlangsung pada 11 Desember 2026.
Jubir KPK Budi Prasetyo Diperiksa Polda Metro, Dicecar 50 Pertanyaan soal Laporan Faizal Assegaf

Jubir KPK Budi Prasetyo Diperiksa Polda Metro, Dicecar 50 Pertanyaan soal Laporan Faizal Assegaf

Jubir KPK Budi Prasetyo diperiksa Polda Metro Jaya terkait laporan Faizal Assegaf. Budi dicecar sekitar 50 pertanyaan selama pemeriksaan.
Duel Tinju Tyson Fury Vs Anthony Joshua Perebutkan Gelar Kelas Berat WBA Super, Ini Jadwalnya

Duel Tinju Tyson Fury Vs Anthony Joshua Perebutkan Gelar Kelas Berat WBA Super, Ini Jadwalnya

Setelah lama dinanti, duel tinju akbar antara Tyson Fury melawan Anthony Joshua akhirnya akan digelar. Pertarungan ini dikabarkan akan memperebutkan gelar juara kelas berat WBA Super.
Gagal Ambil Poin Penuh dari 10 Pemain Timnas Indonesia, Dion Cools Singgung Peluang Malaysia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Gagal Ambil Poin Penuh dari 10 Pemain Timnas Indonesia, Dion Cools Singgung Peluang Malaysia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bermain menghadapi 10 pemain sejak Thom Haye menerima kartu merah, Malaysia tetap hanya mampu membawa pulang satu poin dari Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026)
Hitung-hitungan Nasib Timnas Indonesia setelah Ditahan Imbang Malaysia, Masih Mungkinkah Menuju Final FIFA ASEAN Cup 2026?

Hitung-hitungan Nasib Timnas Indonesia setelah Ditahan Imbang Malaysia, Masih Mungkinkah Menuju Final FIFA ASEAN Cup 2026?

Hasil imbang tanpa gol kontra Malaysia di matchday kedua membuat jalan Timnas Indonesia menuju babak final FIFA ASEAN Cup 2026 kian sengit dan menegangkan. Kini
Pembajakan Anggaran DPR Aceh Dikritik

Pembajakan Anggaran DPR Aceh Dikritik

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (Gaanas) melontarkan kritik keras terhadap praktik pembajakan anggaran (budget hijacking) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).

Trending

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur, Panggilan Khusus Lee Min-young, hingga Maknae Hyundai Hillstate Terpukau dengan Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur, Panggilan Khusus Lee Min-young, hingga Maknae Hyundai Hillstate Terpukau dengan Megatron

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar penilaian jujur pevoli senior hingga pesan untuk Megawati Hangestri.
Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral