News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Spiral Api di Teheran: Sejarah yang Kembali Berulang

Apakah ini sejarah yang berulang? Dulu Washington dan London bersekutu mengguncang Teheran; kini Washington berdiri bersama Tel Aviv.
Senin, 2 Maret 2026 - 16:27 WIB
Asap membumbung ke udara setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, Sabtu (28/2/2026).
Sumber :
  • ANTARA/Anadolu/py/am.

Kini, perubahan konstelasi aktor terjadi, tetapi pola keterlibatan kekuatan besar pada urusan dalam negeri Iran terasa tak asing—sekutu lama, panggung baru. Bagi Israel, serangan ini adalah upaya mempertahankan superioritas keamanan regional dan mencegah lawan mengembangkan kapasitas strategis yang dianggap mengancam eksistensinya. Bagi Amerika Serikat, ia menegaskan komitmen terhadap sekutu di Timur Tengah di tengah persaingan global dengan China dan Rusia. 

Dalam konteks ini, pemikiran Ali Syariati relevan: sejarah bukan garis lurus, melainkan spiral yang kembali ke titik serupa pada level kesadaran berbeda. Konflik lama dapat bangkit kembali dengan wajah baru, namun tetap membawa memori kolektif yang menancap dalam tubuh masyarakat. Dalam narasi Iran revolusioner, perlawanan terhadap tekanan eksternal—termasuk intervensi dan dominasi kekuatan besar—telah menjadi bagian dari identitas nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Istilah “Setan Besar” untuk Amerika Serikat dan “Setan Kecil” untuk Israel muncul dari pengalaman historis revolusi Iran. Sebutan itu bukan hanya retorika; ia mencerminkan gambaran musuh kolektif yang memaksa konsolidasi identitas sosial melalui bahasa simbolik. Di bawah pemerintahan Khomeini, istilah yang disampaikan pada 1979 ini menjadi ikon perlawanan terhadap dominasi asing dan dukungan terhadap hak kedaulatan bangsa. Dalam pidato dan khutbah Jumat di era Khamenei, narasi serupa terus direproduksi sebagai bagian dari ketahanan mental nasional terhadap ancaman eksternal.

Syahidnya Khamenei dan Dinamika Kepemimpinan Iran

Kepergian Khamenei membuka babak baru dalam struktur politik Iran. Pemimpin spiritual tertinggi—Wali Faqih—dipilih oleh Majelis Khobregan atau Assembly of Experts, sebuah lembaga ulama yang dipilih melalui pemilu nasional dan memiliki mandat konstitusional untuk memilih maupun mengawasi Pemimpin Tertinggi. Konstitusi Iran mensyaratkan bahwa seorang Wali Faqih harus memiliki kapasitas ijtihad tingkat tinggi, reputasi moral yang bersih, serta kebijaksanaan politik dan sosial, serta mampu menjaga diri dari perbuatan tercela.

Ketika Khomeini wafat pada 1989, Majelis Ahli memilih Ali Khamenei sebagai penggantinya, meski ia belum menyandang status marja’ tertinggi saat itu. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual Iran adalah hasil pertimbangan kolektif institusional, bukan monarki agama atau garis keturunan. Sistem ini memungkinkan masyarakat Iran menjalankan taqlid—mengikuti otoritas keagamaan tertinggi—namun tetap mempertahankan ruang bagi diskursus intelektual dan berpikir kritis di kajian akademik maupun keagamaan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Daftar 4 Tim Lolos Grand Final Proliga 2026: Megawati Hangestri Dkk Rebut Tiket Terakhir Usai Kalahkan Popsivo Polwan

Daftar 4 Tim Lolos Grand Final Proliga 2026: Megawati Hangestri Dkk Rebut Tiket Terakhir Usai Kalahkan Popsivo Polwan

Daftar empat tim yang lolos ke grand final Proliga 2026 bisa Anda lihat di artikel ini.
TNI Bantah Terlibat Penembakan Seorang Anak di Mimika Papua

TNI Bantah Terlibat Penembakan Seorang Anak di Mimika Papua

Kepala Penerangan Komando Operasi Khusus (Kapen Koops) TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, buka suara soal penembakan terhadap seorang anak di Mimika.
Media Malaysia Tak Habis Pikir, Kekalahan Timnas Indonesia Justru Bikin Posisi di Grup Makin Sulit

Media Malaysia Tak Habis Pikir, Kekalahan Timnas Indonesia Justru Bikin Posisi di Grup Makin Sulit

Kemenangan tipis Malaysia atas Timnas Indonesia di Piala AFF U-17 2026 jadi sorotan media negeri jiran. Skuad Garuda Muda disebut harus ekstra kerja keras.
Legenda Italia Lempar Pujian Setinggi Langit Buat Jay Idzes Cs usai Sassuolo Tumbangkan Como, Sebut sebagai Kemenangan Mahakarya di Serie A

Legenda Italia Lempar Pujian Setinggi Langit Buat Jay Idzes Cs usai Sassuolo Tumbangkan Como, Sebut sebagai Kemenangan Mahakarya di Serie A

Legenda Italia, Fabio Grosso memuji habis Jay Idzes cs usai Sassuolo kalahkan Como 2-1. Ia menyebut performa timnya sebagai mahakarya dalam laga Serie A musim ini.
AS Trencin Unggah Foto Latihan Marselino Ferdinan Setelah Cedera, Kabar Baik untuk Pelatih Timnas Indonesia John Herdman

AS Trencin Unggah Foto Latihan Marselino Ferdinan Setelah Cedera, Kabar Baik untuk Pelatih Timnas Indonesia John Herdman

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman dapat kabar gembira setelah bintang muda Marselino Ferdinan sudah kembali gabung latihan AS Trencin usai cedera panjang.
KBRI Tunis Promosikan Kopi Indonesia di Le Printemps du Cafe 3 Tunisia

KBRI Tunis Promosikan Kopi Indonesia di Le Printemps du Cafe 3 Tunisia

Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Tunisia selama tiga tahun berturut-turut menjadi tamu khusus dalam pameran kopi Tunisia, Le Printemps Du Cafe 3, 16-19 April 2026.

Trending

Usai Frankfurt, Kini Indonesia Jadi Guest of Honor di Tunisia: Ribuan Buku Karya Anak Bangsa dalam Berbagai Bahasa

Usai Frankfurt, Kini Indonesia Jadi Guest of Honor di Tunisia: Ribuan Buku Karya Anak Bangsa dalam Berbagai Bahasa

Kabar membanggakan datang dari dunia literasi dan diplomasi kebudayaan Indonesia. Kementerian Kebudayaan Tunisia secara resmi mengumumkan Indonesia sebagai tamu
Permintaan Fans Jadi Nyata! Duel Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska Resmi Terwujud di Final Four Proliga 2026

Permintaan Fans Jadi Nyata! Duel Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska Resmi Terwujud di Final Four Proliga 2026

Duel Gresik Phonska melawan Jakarta Pertamina Enduro di panggung Grand Final final four Proliga 2026 sudah dinanti jauh sebelum kepastian resmi. Harapan fans Gresik Phonska
Ujian Sesungguhnya, Timnas Indonesia Berpeluang Hadapi Negara Top 10 Ranking FIFA di Matchday 2026

Ujian Sesungguhnya, Timnas Indonesia Berpeluang Hadapi Negara Top 10 Ranking FIFA di Matchday 2026

Timnas Indonesia berpeluang menghadapi negara top 10 ranking FIFA pada FIFA Matchday November 2026. Erick Thohir tengah negosiasi demi uji coba bergengsi.
Trending: Jawaban Rieke Diah Pitaloka Dijodohkan dengan Dedi Mulyadi

Trending: Jawaban Rieke Diah Pitaloka Dijodohkan dengan Dedi Mulyadi

Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka tertangkap kamera melakukan pertemuan akrab dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), pada Jumat (17/4/2026)
Nasibnya Bisa Sama dengan Cristian Gonzales, Eks Brasil U-20 Ini Punya Peluang Bela Timnas Indonesia

Nasibnya Bisa Sama dengan Cristian Gonzales, Eks Brasil U-20 Ini Punya Peluang Bela Timnas Indonesia

Mantan rekan setim Gabriel Jesus di Brasil U-20 ini ternyata bisa dinaturalisasi Timnas Indonesia meskipun sama sekali tidak punya garis keturunan nusantara.
Dapat 'Restu' FIFA, 3 Pemain Naturalisasi Baru Ini Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni

Dapat 'Restu' FIFA, 3 Pemain Naturalisasi Baru Ini Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni

Sudah dapat "restu" atau "lampu hijau" dari FIFA, lantas siapa saja trio maut yang siap menjalani debutnya di bawah komando John Herdman di Timnas Indonesia?
Media Vietnam Mulai Curiga Shin Tae-yong Sering Bolak-balik ke Indonesia, Jangan-jangan STY akan Latih Tim Besar Super League

Media Vietnam Mulai Curiga Shin Tae-yong Sering Bolak-balik ke Indonesia, Jangan-jangan STY akan Latih Tim Besar Super League

Media Vietnam mulai curiga dengan Shin Tae-yong sering ke Indonesia usai dipecat PSSI, dan menyinggung kemungkinan melatih Persija di Super League musim depan.
Selengkapnya

Viral