News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Spiral Api di Teheran: Sejarah yang Kembali Berulang

Apakah ini sejarah yang berulang? Dulu Washington dan London bersekutu mengguncang Teheran; kini Washington berdiri bersama Tel Aviv.
Senin, 2 Maret 2026 - 16:27 WIB
Asap membumbung ke udara setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, Sabtu (28/2/2026).
Sumber :
  • ANTARA/Anadolu/py/am.

Menurut sosiolog Niklas Luhmann dalam Social Systems, masyarakat modern beroperasi sebagai sistem komunikasi, di mana konflik hadir sebagai bentuk komunikasi yang diproduksi dan direproduksi melalui arus informasi. Masyarakat tidak terdiri dari individu, melainkan dari komunikasi. Hanya komunikasi yang dapat berkomunikasi.

Agresi militer semacam ini bukan hanya menghancurkan infrastruktur, tetapi juga membentuk narasi baru tentang legitimasi, martabat, dan pembalasan. Muridnya, Dirk Baecker, menambahkan bahwa dalam masyarakat kompleks, setiap tindakan komunikasi menciptakan resonansi yang tak terduga: tekanan eksternal dapat memperkuat solidaritas internal, atau justru memperluas konflik ke arena yang lebih luas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Refleksi Akhir dalam Perspektif Kemanusiaan

Dalam salah satu pidatonya yang banyak dikutip, Ali Khamenei pernah menyatakan, “Bangsa Iran tidak akan pernah tunduk pada tekanan dan intimidasi kekuatan arogan.” Istilah “kekuatan arogan” (estekbar) dalam kosakata politik Iran merujuk pada negara-negara besar yang dianggap memaksakan kehendaknya di atas kedaulatan bangsa lain. Pernyataan itu bukan sekadar retorika mobilisasi, melainkan cerminan kerangka berpikir yang telah lama dibangun dalam republik tersebut: bahwa kemandirian politik dan martabat nasional adalah nilai yang harus dipertahankan, bahkan dalam situasi paling sulit.

Kini, setelah serangan yang menjemput syahidnya, kalimat itu terdengar bukan hanya sebagai sikap politik, tetapi sebagai warisan narasi yang akan terus hidup dalam kesadaran kolektif pendukungnya. Sejarah modern Iran memang tidak pernah sunyi dari tekanan, tetapi ia juga tidak pernah kekurangan daya lenting. Kepemimpinan bisa berganti melalui mekanisme konstitusional, luka bisa perlahan sembuh oleh waktu dan keteguhan, dan bangsa yang telah berulang kali melewati revolusi, perang, serta isolasi internasional memiliki alasan untuk percaya bahwa fase ini pun akan dilalui.

Dalam spiral sejarahnya, Iran mungkin kembali diuji—namun justru dari ujian itulah sering lahir bentuk kematangan baru, yang memungkinkan bangsa itu berdiri bukan hanya dengan semangat perlawanan, melainkan dengan keyakinan bahwa martabat dan kedaulatan dapat dijaga tanpa kehilangan arah masa depan.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Daftar 4 Tim Lolos Grand Final Proliga 2026: Megawati Hangestri Dkk Rebut Tiket Terakhir Usai Kalahkan Popsivo Polwan

Daftar 4 Tim Lolos Grand Final Proliga 2026: Megawati Hangestri Dkk Rebut Tiket Terakhir Usai Kalahkan Popsivo Polwan

Daftar empat tim yang lolos ke grand final Proliga 2026 bisa Anda lihat di artikel ini.
TNI Bantah Terlibat Penembakan Seorang Anak di Mimika Papua

TNI Bantah Terlibat Penembakan Seorang Anak di Mimika Papua

Kepala Penerangan Komando Operasi Khusus (Kapen Koops) TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, buka suara soal penembakan terhadap seorang anak di Mimika.
Media Malaysia Tak Habis Pikir, Kekalahan Timnas Indonesia Justru Bikin Posisi di Grup Makin Sulit

Media Malaysia Tak Habis Pikir, Kekalahan Timnas Indonesia Justru Bikin Posisi di Grup Makin Sulit

Kemenangan tipis Malaysia atas Timnas Indonesia di Piala AFF U-17 2026 jadi sorotan media negeri jiran. Skuad Garuda Muda disebut harus ekstra kerja keras.
Legenda Italia Lempar Pujian Setinggi Langit Buat Jay Idzes Cs usai Sassuolo Tumbangkan Como, Sebut sebagai Kemenangan Mahakarya di Serie A

Legenda Italia Lempar Pujian Setinggi Langit Buat Jay Idzes Cs usai Sassuolo Tumbangkan Como, Sebut sebagai Kemenangan Mahakarya di Serie A

Legenda Italia, Fabio Grosso memuji habis Jay Idzes cs usai Sassuolo kalahkan Como 2-1. Ia menyebut performa timnya sebagai mahakarya dalam laga Serie A musim ini.
AS Trencin Unggah Foto Latihan Marselino Ferdinan Setelah Cedera, Kabar Baik untuk Pelatih Timnas Indonesia John Herdman

AS Trencin Unggah Foto Latihan Marselino Ferdinan Setelah Cedera, Kabar Baik untuk Pelatih Timnas Indonesia John Herdman

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman dapat kabar gembira setelah bintang muda Marselino Ferdinan sudah kembali gabung latihan AS Trencin usai cedera panjang.
KBRI Tunis Promosikan Kopi Indonesia di Le Printemps du Cafe 3 Tunisia

KBRI Tunis Promosikan Kopi Indonesia di Le Printemps du Cafe 3 Tunisia

Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Tunisia selama tiga tahun berturut-turut menjadi tamu khusus dalam pameran kopi Tunisia, Le Printemps Du Cafe 3, 16-19 April 2026.

Trending

Usai Frankfurt, Kini Indonesia Jadi Guest of Honor di Tunisia: Ribuan Buku Karya Anak Bangsa dalam Berbagai Bahasa

Usai Frankfurt, Kini Indonesia Jadi Guest of Honor di Tunisia: Ribuan Buku Karya Anak Bangsa dalam Berbagai Bahasa

Kabar membanggakan datang dari dunia literasi dan diplomasi kebudayaan Indonesia. Kementerian Kebudayaan Tunisia secara resmi mengumumkan Indonesia sebagai tamu
Permintaan Fans Jadi Nyata! Duel Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska Resmi Terwujud di Final Four Proliga 2026

Permintaan Fans Jadi Nyata! Duel Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska Resmi Terwujud di Final Four Proliga 2026

Duel Gresik Phonska melawan Jakarta Pertamina Enduro di panggung Grand Final final four Proliga 2026 sudah dinanti jauh sebelum kepastian resmi. Harapan fans Gresik Phonska
Ujian Sesungguhnya, Timnas Indonesia Berpeluang Hadapi Negara Top 10 Ranking FIFA di Matchday 2026

Ujian Sesungguhnya, Timnas Indonesia Berpeluang Hadapi Negara Top 10 Ranking FIFA di Matchday 2026

Timnas Indonesia berpeluang menghadapi negara top 10 ranking FIFA pada FIFA Matchday November 2026. Erick Thohir tengah negosiasi demi uji coba bergengsi.
Trending: Jawaban Rieke Diah Pitaloka Dijodohkan dengan Dedi Mulyadi

Trending: Jawaban Rieke Diah Pitaloka Dijodohkan dengan Dedi Mulyadi

Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka tertangkap kamera melakukan pertemuan akrab dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), pada Jumat (17/4/2026)
Nasibnya Bisa Sama dengan Cristian Gonzales, Eks Brasil U-20 Ini Punya Peluang Bela Timnas Indonesia

Nasibnya Bisa Sama dengan Cristian Gonzales, Eks Brasil U-20 Ini Punya Peluang Bela Timnas Indonesia

Mantan rekan setim Gabriel Jesus di Brasil U-20 ini ternyata bisa dinaturalisasi Timnas Indonesia meskipun sama sekali tidak punya garis keturunan nusantara.
Dapat 'Restu' FIFA, 3 Pemain Naturalisasi Baru Ini Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni

Dapat 'Restu' FIFA, 3 Pemain Naturalisasi Baru Ini Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni

Sudah dapat "restu" atau "lampu hijau" dari FIFA, lantas siapa saja trio maut yang siap menjalani debutnya di bawah komando John Herdman di Timnas Indonesia?
Media Vietnam Mulai Curiga Shin Tae-yong Sering Bolak-balik ke Indonesia, Jangan-jangan STY akan Latih Tim Besar Super League

Media Vietnam Mulai Curiga Shin Tae-yong Sering Bolak-balik ke Indonesia, Jangan-jangan STY akan Latih Tim Besar Super League

Media Vietnam mulai curiga dengan Shin Tae-yong sering ke Indonesia usai dipecat PSSI, dan menyinggung kemungkinan melatih Persija di Super League musim depan.
Selengkapnya

Viral