News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Off-Ramp dalam Darurat Amunisi: Mengapa AS Memilih Gencatan, Bukan Serangan Besar ke Iran

Dalam strategi militer, istilah off-ramp berarti jalan keluar dari kebuntuan. Dan saat ini, AS sedang mencari off-ramp secepat mungkin atas apa yang telah dilakukan terhadap Iran.
Senin, 27 April 2026 - 10:58 WIB
Bendera Iran
Sumber :
  • ANTARA

Oleh: Mayjen TNI (Purn.) Fulad
Penasihat Militer RI untuk PBB (2017-2019)

tvOnenews.com - Sebagai orang yang pernah duduk di ruang Dewan Keamanan PBB, menyaksikan bagaimana keputusan perang dan damai sering kali ditentukan oleh hitungan logistik dan tekanan politik semata, izinkan saya berbagi kegelisahan sekaligus analisis jujur mengenai situasi yang kita hadapi saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa pekan terakhir, kita disuguhi berita tentang perpanjangan gencatan senjata sepihak oleh Amerika Serikat terhadap Iran. Banyak pihak di tanah air yang bertanya-tanya: apakah ini taktik sebelum serangan besar? Ataukah AS sedang mencari jalan keluar?

Setelah mencermati perkembangan secara intensif termasuk laporan intelijen terbuka dan pernyataan resmi kedua pihak, saya sampai pada kesimpulan yang mungkin bertolak belakang dengan dugaan banyak orang: ini bukanlah persiapan perang. Ini adalah upaya mundur yang terhormat, lahir dari kelemahan logistik dan politik.

Mari saya uraikan secara lugas, sebagai sesama anak bangsa, bukan sebagai jenderal yang menggurui.

Amerika Kehabisan "Peluru" untuk Perang Gesekan

Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat
Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat
Sumber :
  • Pexels

Kita sering terlalu kagum pada kekuatan militer AS. Kapal induk, jet siluman, rudal jelajah semua itu mengesankan. Namun sebagai seorang militer yang pernah mempelajari logistik perang modern, saya ingin meluruskan: perang tidak hanya dimenangkan oleh teknologi, tapi oleh kemampuan memproduksi amunisi hari demi hari.

Faktanya, perang di Ukraina telah menguras habis stok amunisi penting NATO, terutama proyektil 155mm. Berdasarkan laporan Bloomberg yang dirilis 23 April 2026, stok amunisi darat AS saat ini diperkirakan hanya cukup untuk 14 hingga 21 hari pertempuran intensitas tinggi, sebuah kondisi yang oleh para analis militer disebut sebagai "darurat amunisi diam-diam."

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran, Brigjen Reza Talaei-Nik, menyatakan bahwa Iran masih memiliki ribuan rudal balistik dan anti-kapal dengan fasilitas produksi yang tersebar. Iran tidak perlu menyerang duluan. Cukup bertahan, menutup Selat Hormuz, dan meluncurkan rudal ke pangkalan AS di Teluk maka AS akan kehabisan napas.

Jadi, ketika AS memperpanjang gencatan senjata, itu bukan karena kebaikan hati. Itu karena mereka tidak mampu secara logistik untuk memulai perang yang panjang.

Mencari "Off-Ramp": Jalan Tol untuk Mundur dengan Selamat

Dalam strategi militer, istilah off-ramp berarti jalan keluar dari kebuntuan. Dan saat ini, AS sedang mencari off-ramp secepat mungkin.

Mengapa? Karena tekanan domestik sangat luar biasa. Berdasarkan jajak pendapat Reuters/Ipsos awal April 2026, sekitar 61 persen rakyat AS tidak menyetujui penanganan konflik Iran oleh pemerintahan mereka. Presiden Trump sendiri, di tengah ancaman kerasnya kepada Iran, telah berulang kali menyatakan secara tertutup dan bahkan pernah terbuka bahwa "Kami akan segera pergi."

Diplomasi yang saat ini difasilitasi oleh Pakistan adalah wujud nyata dari upaya AS mencari pintu keluar yang tidak memalukan. Mereka tidak perlu menang; mereka hanya perlu tidak terlihat kalah. Inilah yang oleh para analis Foreign Policy disebut sebagai "seni menyelamatkan muka di tengah kekalahan strategis."

Eropa Mulai Lari, Sekutu Ragu-Ragu

Satu lagi indikasi yang tidak bisa diabaikan: soliditas NATO mulai retak. Negara-negara Eropa secara terbuka menolak mengirim armada ke Selat Hormuz. Trump menyebut mereka pengecut, tapi sebagai mantan penasihat PBB, saya katakan: itu bukan pengecut, itu rasional.

Setelah pertemuan Antalya Diplomacy Forum pertengahan April 2026, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyatakan bahwa "kawasan tidak bisa terus menunggu penyelamat dari Washington." Ini adalah bahasa diplomatik yang halus namun bermakna dalam: Dunia mulai sadar bahwa kita butuh opsi selain Amerika.

Eropa sedang menghitung ulang kepentingannya. Mereka tidak ingin ikut-ikutan perang yang hanya menguntungkan Israel dan industri senjata AS, terutama ketika ekonomi mereka sendiri sedang lesu.

Sebuah Catatan dari Seorang Perwira

Di balik semua hitung-hitungan kekuatan, aliansi, dan logistik, hati saya sebagai seorang perwira dan mantan penjaga perdamaian PBB teringat pada satu fakta sederhana: yang paling menderita ketika para jenderal bermain perang adalah warga sipil yang tidak bersalah.

Di Gaza, di Lebanon, di pesisir Iran, dan bahkan di pangkalan-pangkalan AS di Teluk, ada anak-anak yang bermimpi, ada ibu-ibu yang menangis, dan ada ayah-ayah yang kehilangan mata pencaharian. Tidak ada kemenangan militer yang bisa membayar kembali satu tetes air mata seorang anak yang kehilangan orang tuanya karena bom "presisi" sekalipun.

Karena itu, ketika kita menganalisis perang ini dengan dingin dan rasional, jangan pernah kehilangan kemampuan untuk merasakan. Sebab bangsa Indonesia dikenal di dunia bukan karena kekuatan senjatanya, tetapi karena hati dan keteguhan prinsipnya.

Penutup

Kepada para pengambil kebijakan di AS, saya sampaikan:

Tidak akan ada serangan besar-besaran AS ke Iran dalam waktu dekat. Gencatan senjata ini bukan jebakan. Ini adalah pengakuan halus bahwa AS kehabisan pilihan, kehabisan amunisi, dan kehabisan sekutu yang bersedia mati untuk kepentingannya.

Yang bisa kita lakukan sebagai bangsa Indonesia:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Satu. Jangan terjebak dalam propaganda pro-AS atau pro-Iran. Tetaplah berpegang pada prinsip bebas-aktif. Kedua. Perkuat ketahanan nasional, terutama di bidang energi, logistik, dan pangan.

Semoga tulisan yang singkat ini bisa mencerahkan dan menjadi bahan renungan bersama, bukan untuk memicu kebencian, tapi untuk membangun kewaspadaan kolektif. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

4 Zodiak Paling Beruntung dalam Pekerjaan 16 Juni 2026: Leo Ada Peluang Dapat Bonus

4 Zodiak Paling Beruntung dalam Pekerjaan 16 Juni 2026: Leo Ada Peluang Dapat Bonus

Berikut 4 zodiak yang diprediksi paling beruntung pada 16 Juni 2026, salah satunya Leo ada peluang dapat bonus hingga penghargaan.
PLN Kekurangan Batu Bara untuk Listrik, Menteri Bahlil Bentuk Tim Pengadaan dan Beberkan Penyebabnya

PLN Kekurangan Batu Bara untuk Listrik, Menteri Bahlil Bentuk Tim Pengadaan dan Beberkan Penyebabnya

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membentuk Tim Pengadaan unruk mengatasi masalah kekurangan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PLN.
Resmi! Wakil Menteri Todotua Pasaribu Ditunjuk Jadi Chef de Mission Tim Indonesia untuk Asian Games 2026

Resmi! Wakil Menteri Todotua Pasaribu Ditunjuk Jadi Chef de Mission Tim Indonesia untuk Asian Games 2026

CdM Todotua Pasaribu akan mendampingi Tim Indonesia untuk ajang paling bergengsi di multi-olahraga Asia yang akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 di Jepang.
Muluskan Proses Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker, Erick Thohir Dapat Wejangan untuk Pemain Lokal demi Timnas Indonesia

Muluskan Proses Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker, Erick Thohir Dapat Wejangan untuk Pemain Lokal demi Timnas Indonesia

Rekomendasi untuk memuluskan proses naturalisasi demi membela Timnas Indonesia ini diperoleh Luke Vickery dan Mitchell Baker ini didapat dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. 
Tinjau Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Minta Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah Melalui APBD

Tinjau Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Minta Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah Melalui APBD

Mendagri Tito Karnavian mendorong agar dukungan terhadap program perbaikan rumah bisa diperkuat Pemprov DKI melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Terungkap, Alasan BGN Setop Penyaluran MBG Selama Libur Sekolah

Terungkap, Alasan BGN Setop Penyaluran MBG Selama Libur Sekolah

Baru-baru ini Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari katakan, bahwa pihaknya akan menyetop penyaluran program MBG selama masa libur sekolah

Trending

10 Ruas Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara karena Bakal Dilintasi Presiden Jerman

10 Ruas Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara karena Bakal Dilintasi Presiden Jerman

Inilah 10 ruas jalan di Jakarta yang ditutup sementara karena bakal dilintasi Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier pada Senin (15/6/2026) pagi.
Kontes Batu Tembak Warnai Malam Satu Suro di Surabaya, Ratusan Pecinta Batu Akik Ikut Berpartisipasi

Kontes Batu Tembak Warnai Malam Satu Suro di Surabaya, Ratusan Pecinta Batu Akik Ikut Berpartisipasi

Suasana khas dengan nuansa budaya Jawa mewarnai kawasan Surabaya Utara pada peringatan Malam Satu Suro, Minggu (15/6/2026).
Hasil UFC White House: Hantam Ilia Topuria Sampai Babak Belur, Justin Gaethje Rebut Sabuk Gelar Juara Kelas Ringan

Hasil UFC White House: Hantam Ilia Topuria Sampai Babak Belur, Justin Gaethje Rebut Sabuk Gelar Juara Kelas Ringan

Hasil UFC White House, Justin Gaethje merebut sabuk gelar juara kelas ringan usai mengalahkan Ilia Topuria hingga babak belur dan kalah TKO di ronde keempat.
Piala Dunia 2026: Reaksi Terpukul Pelatih Tunisia Usai Dipermak 5-1 Swedia, Sangat Menyakitkan!

Piala Dunia 2026: Reaksi Terpukul Pelatih Tunisia Usai Dipermak 5-1 Swedia, Sangat Menyakitkan!

Pelatih Timnas Tunisia, Sabri Lamouchi, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai timnya dihajar Swedia pada laga perdana Grup F Piala Dunia 2026.
Hasil UFC White House: Hajar Alex Pereira Sampai KO, Ciryl Gane Jadi Juara Interim Kelas Berat

Hasil UFC White House: Hajar Alex Pereira Sampai KO, Ciryl Gane Jadi Juara Interim Kelas Berat

Hasil UFC White House, di mana Ciryl Gane berhasil mempermalukan Alex Pereira lewat KO di ronde kedua di kelas berat.
Kabar Buruk untuk Timnas Indonesia, Maarten Paes Terancam Tergusur Jika Yann Sommer Gabung Ajax

Kabar Buruk untuk Timnas Indonesia, Maarten Paes Terancam Tergusur Jika Yann Sommer Gabung Ajax

Maarten Paes terancam kehilangan posisi utama di Ajax setelah klub Belanda itu dikabarkan incar kiper Inter Milan. Bagaimana nasib kiper Timnas Indonesia itu?
Usai Bertemu Steinmeier di Istana, Prabowo Undang Jerman Masuk Rantai Pasok Mineral Kritis

Usai Bertemu Steinmeier di Istana, Prabowo Undang Jerman Masuk Rantai Pasok Mineral Kritis

Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan ekonomi Indonesia dan Jerman perlu ditingkatkan ke level yang lebih strategis menyangkut agenda pembangunan nasional.
Selengkapnya

Viral