GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ingat Mohammad Nasuha? Dari Bek Tangguh Timnas Indonesia hingga Jadi Arsitek Persiba Balikpapan

Kisah perjalanan Mohammad Nasuha dari bek kiri tangguh Timnas Indonesia hingga menjadi pelatih yang sukses membawa Persiba Balikpapan promosi ke Liga 2.
Sabtu, 29 November 2025 - 12:47 WIB
Alfred Riedl dan Mohammad Nasuha
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com | istimewa - Instagram @mohammadnasuha_

tvOnenews.com - Nama Mohammad Nasuha mungkin tak lagi sering menghiasi halaman depan media olahraga seperti masa jayanya dulu.

Namun, jejaknya sebagai salah satu bek kiri paling disegani di Indonesia tentu tak mudah terlupakan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, sosok yang pernah menjadi pahlawan di sisi lapangan justru menemukan peran baru sebagai pemimpin dari pinggir garis.

Karier Nasuha sebagai pemain terbilang lengkap dan berwarna.

Ia pernah memperkuat deretan klub besar seperti Sriwijaya FC, Persija Jakarta, hingga Persib Bandung.

Di masa keemasannya, ia bukan sekadar pelengkap, melainkan figur penting yang menjaga kokohnya sektor pertahanan.

Bersama Sriwijaya FC, namanya makin mencuat berkat keberhasilan meraih Copa Indonesia 2008/2009 serta Piala Indonesia 2010.

Saat itu, performanya membuat banyak pelatih dan pemain lawan memberi respek penuh terhadap ketangguhannya.

Puncak sorotan publik tiba saat ia mengenakan seragam Timnas Indonesia, terutama di era Alfred Riedl.

Pelatih asal Austria itu melihat kapasitas besar dalam diri Nasuha dan menjadikannya pilihan utama di Piala AFF 2010.

Meski Timnas harus puas sebagai runner-up setelah kalah agregat 2-4 dari Malaysia, kiprah Nasuha telah mengukir tempat di hati masyarakat sebagai bagian dari generasi emas Garuda.

Ada fakta menarik yang tak banyak diketahui publik: meski bermain sebagai bek kiri, Nasuha sejatinya bertumpu pada kaki kanan.

“Kaki kuat saya sebenarnya kanan. Tapi karena sudah terbiasa di kiri, akhirnya bisa,” ujarnya sambil tertawa dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Sports77 Official.

Perjalanan awal kariernya bahkan tidak dimulai sebagai bek.

Saat memperkuat Persikota Tangerang, ia lebih sering dimainkan sebagai gelandang.

Di sana ia sempat dilatih Mundari Karya, sosok yang kemudian membawanya dari Pelita Krakatau Steel menuju Persikota sebelum Nasuha akhirnya menerima tawaran Sriwijaya FC di bawah Rahmad Darmawan.

Namun, tak ada perjalanan hebat tanpa cobaan besar. Nasib buruk menghampiri saat ia mengalami cedera parah ketika memperkuat Persib dalam duel sarat tensi melawan Persija Jakarta.

Meniskusnya robek, tulang rawan lutut kirinya pecah, mimpi buruk bagi atlet di puncak karier.

“Waktu itu saya lagi intercept. Dapat bolanya, waktu mau berdiri pas kaki kiri mau bertumpu tiba-tiba menekuk ke dalam. Itu sakit banget. Berdiri gak bisa lurus,” kenangnya.

Setelah operasi dan pemulihan panjang, ia mencoba bangkit bersama Cilegon United.

Namun cedera kembali menghantam ketika menghadapi Semen Padang, memaksanya menutup lembaran sebagai pemain lebih cepat dari yang diharapkan. 

"Selama setahun saya nggak bisa berlari. Jalan saja sakit," katanya.

Meski harus mengucapkan selamat tinggal pada karier sebagai pesepak bola aktif, cintanya pada olahraga ini tidak pernah pudar.

Nasuha memilih tetap bertahan dalam dunia yang membesarkan namanya, kali ini sebagai pelatih.

Ia sempat menjadi bagian staf kepelatihan RANS Cilegon pada 2021, lalu bekerja sebagai asisten pelatih di PS Barito Putera.

Namun babak baru kariernya dimulai ketika Persiba Balikpapan menunjuknya sebagai pelatih kepala pada Desember 2024, menggantikan Amir Yusuf Pohan setelah kekalahan dari Waanal Brothers.

Tantangan berat langsung menantinya: membawa Persiba bangkit dari keterpurukan di kompetisi Liga Nusantara.

Di luar dugaan, Nasuha justru menghadirkan kejutan manis.

Persiba mampu menutup musim di peringkat ketiga Liga Nusantara 2024/2025 sekaligus merebut tiket promosi ke Liga 2 setelah menaklukkan PSCS Ciamis lewat adu penalti dramatis 6-5.

Kepercayaan manajemen pun tak perlu menunggu lama. Pada 9 Juni 2025, akun resmi klub mengumumkan bahwa Nasuha tetap dipercaya sebagai pelatih kepala untuk Liga 2 musim 2025/2026.

“Mohammad Nasuha tetap menjadi pelatih kepala Persiba Balikpapan untuk kompetisi Liga 2 musim ini,” tulis klub.

Keberhasilan Persiba tak hanya didorong restrukturisasi manajemen, tetapi juga tangan dingin Nasuha yang membawa energi baru ke ruang ganti.

Targetnya kini lebih besar: mengembalikan Persiba ke kasta tertinggi, Liga 1, tempat yang selama ini dianggap sebagai rumah klub berjuluk Selicin Minyak tersebut.

Dari bek kanan bertugas di sisi kiri, dari publik figur Timnas yang dielu-elukan, dari cedera horor yang nyaris memutus mimpi, hingga menjadi pelatih muda yang membawa klub kembali bangkit.

Kisah Mohammad Nasuha adalah cerminan keteguhan hati dan keyakinan bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, harapan kembali disematkan kepadanya. Publik menunggu apakah Nasuha mampu menulis babak kejayaan baru untuk Persiba Balikpapan. 

(tsy)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Tragedi di Gunung Dukono: Dua Pendaki Singapura Ditemukan Tewas Berpelukan

Tragedi di Gunung Dukono: Dua Pendaki Singapura Ditemukan Tewas Berpelukan

Operasi pencarian terhadap pendaki yang hilang di Gunung Dukono, Maluku Utara, berakhir dengan penemuan yang memilukan. 
Menteri HAM: Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Bersama Libatkan Eksekutif-Tokoh Nasional

Menteri HAM: Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Bersama Libatkan Eksekutif-Tokoh Nasional

Eskalasi kekerasan di tanah Papua yang terus meningkat kini menjadi alarm bagi pemerintah pusat. 
Top 3 Pekan Ini: Sherly Tjoanda Salah Ucap, Kades Hoho Nekat Lantik Perangkat Desa, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut

Top 3 Pekan Ini: Sherly Tjoanda Salah Ucap, Kades Hoho Nekat Lantik Perangkat Desa, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut

Top 3 Pekan Ini: Sherly Tjoanda salah ucap di hadapan jemaah haji, Kades Hoho nekat lantik perangkat desa setelah curhat ke KDM, 3 alasan pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee.
Polisi Selidiki Penyebab Tabrakan Beruntun yang Tewaskan Empat Orang di Padang, Periksa Intensif Para Pengemudi

Polisi Selidiki Penyebab Tabrakan Beruntun yang Tewaskan Empat Orang di Padang, Periksa Intensif Para Pengemudi

Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polresta Padang tengah bekerja keras mengusut tuntas penyebab kecelakaan maut yang melibatkan enam kendaraan di Jalan Raya Padang Indarung, Lubuk Kilangan, Kota Padang. 

Trending

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Dedi Mulyadi: Bangun Jalan Tol Ribuan Kilometer Saya Sanggup, Tanam Pohon Sampai Besar dan Rimbun yang Sulit

Dedi Mulyadi: Bangun Jalan Tol Ribuan Kilometer Saya Sanggup, Tanam Pohon Sampai Besar dan Rimbun yang Sulit

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara soal filosofi ekologi Padjadjaran di sela-sela aktivitasnya menyusuri hutan lindung seluas 2,5 hektare di sekitar Istana Cipanas. 
Dugaan Ritual Nyeleneh di Ponpes Pati Terbongkar, Mantan Pegawai Sebut Kiai Ashari Sering Lakukan Ini Setiap Malam Sebelum Cabuli Santriwati

Dugaan Ritual Nyeleneh di Ponpes Pati Terbongkar, Mantan Pegawai Sebut Kiai Ashari Sering Lakukan Ini Setiap Malam Sebelum Cabuli Santriwati

Ayah korban berinisial M mengatakan langkah hukum yang diambil keluarganya bukan hanya untuk kepentingan anaknya, tetapi juga karena kekhawatiran masih banyak santriwati lain yang diduga mengalami perlakuan serupa.
Kang Sung-hyung Resmi Konfirmasi Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027

Kang Sung-hyung Resmi Konfirmasi Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung resmi mengonfrimasi secara langsung bahwa Megawati Hangestri bermain untuk timnya di Liga Voli Korea 2026-2027.
Kiai Ashari Diduga Tak Sendirian, Orang Dekat Disebut Siapkan ‘Kamar Khusus’ untuk Lakukan Aksi Bejat 

Kiai Ashari Diduga Tak Sendirian, Orang Dekat Disebut Siapkan ‘Kamar Khusus’ untuk Lakukan Aksi Bejat 

Ali mengatakan perkembangan signifikan baru terlihat setelah adanya pergantian pejabat kepolisian pada awal 2026. Dari hasil pendalaman, muncul dugaan adanya pihak internal ponpes yang ikut membantu memuluskan aksi Kiai Ashari.
Santriwati Bongkar Awal Mula Terjadi Pelecehan di Ponpes Pati, Sebut Pelaku Tidurnya Sering Pindah-pindah

Santriwati Bongkar Awal Mula Terjadi Pelecehan di Ponpes Pati, Sebut Pelaku Tidurnya Sering Pindah-pindah

​​​​​​​Santriwati bongkar awal dugaan pelecehan di Ponpes Pati oleh pelaku, termasuk kebiasaan pelaku yang disebut sering pindah tidur. Simak ceritanya!
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT