News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bos JDT Murka usai Banding FAM Ditolak, Sebut FIFA Terapkan Sanksi yang Salah terhadap 7 Pemain Naturalisasi Malaysia: Bermotif Politik!

Penjabat Sultan Johor dan pemiliki klub Johor Darul Ta’zim (JDT), Tunku Ismail Idris, marah usai banding Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) ditolak FIFA. Dia menyebut FIFA menerapkan sanksi yang salah terhadap 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia dengan motif politik.
Kamis, 6 November 2025 - 16:52 WIB
Ketua Umum PSSI Erick Thohir temui Tunku Ismail Idris selaku pemilik JDT
Sumber :
  • Instagram/ErickThohir

Jakarta, tvOnenews.com - Penjabat Sultan Johor dan pemiliki klub Johor Darul Ta’zim (JDT), Tunku Ismail Idris, marah usai banding Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) ditolak FIFA. Dia menyebut FIFA menerapkan sanksi yang salah terhadap 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia dengan motif politik.

Sebelumnya, FAM didenda 350.000 CHF oleh FIFA terkait skandal pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Selain FAM, tujuh pemain yang terlibat masing-masing didenda 2.000 CHF oleh induk organisasi sepak bola dunia itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para pemain naturalisasi Timnas Malaysia
Para pemain naturalisasi Timnas Malaysia
Sumber :
  • FAM

 

Daftar pemain tujuh pemain naturalisasi Harimau Malaya yang terlibat antara lain Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.

FAM melayangkan banding kepada Komite Banding FIFA perihal sanksi tersebut. Namun hasilnya yang diumumkan pada 3 November 2025 lalu, banding dari FAM ditolak. Hal ini memicu kontroversi terkait penanganan FIFA terhadap pemain naturalisasi di turnamen internasional.

Merasa tidak puas akan keputusan FIFA, FAM pun akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) sebagai cara terakhir agar membatalkan hukuman tersebut. Mereka ingin memberikan keadilan bagi para pemain Malaysia yang terlibat.

Sementara itu, Tunku Ismail angkat bicara tegas setelah FAM menemukan kesalahan dalam sanksi FIFA. Kesalahan itu dianggap bisa membuka kesempatan langka bagi pemain naturalisasi untuk membersihkan nama mereka dan menyebabkan FIFA menghadapi kesalahan bersejarah.

Bos JDT itu menuduh keputusan FIFA menghukum tujuh pemain adalah salah dan tidak berdasarkan hukum dengan dimotivasi oleh "motif politik" alih-alih berdasarkan hukum. Dia menilai bahwa Pasal 22 kode etik yang digunakan FIFA tidak berlaku untuk pemain, melainkan pihak federasi saja.

Tunku Ismail Idris alias TMJ
Tunku Ismail Idris alias TMJ
Sumber :
  • X/HRHJohorII

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

“FIFA terus menghukum para pemain dengan menerapkan hukum yang salah, di mana Pasal 22 kode etik FIFA menyatakan hanya dapat memberikan sanksi kepada mereka yang memalsukan atau menggunakan dokumen palsu, dan semua itu tidak berlaku bagi para pemain,” tulis Tunku Ismail di laman Instagram pribadinya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Pemeriksaan Senin merupakan pemeriksaan kedua terhadap Bobby dalam penyidikan perkara tersebut. KPK sebelumnya memeriksa Bobby sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.

Trending

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Sebelumnya, AIS alias Abah merupakan eks pimpinan Ponpes Abdul Barokat Wannafahat, diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap belasan santriwatinya.
Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman siap berkoordinasi dan memberikan informasi yang diperlukan kepada DPR RI sebagai bagian dari upaya bersama memperbaiki tata kelola pelayanan publik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT