Drama Adu Penalti Piala Dunia 2026: Mengapa Belanda vs Maroko dan Jerman vs Paraguay Harus Ditentukan Lewat Titik Putih?
- Instagram/albirroja
tvOnenews.com - Panggung megah Piala Dunia 2026 kembali menyajikan drama luar biasa yang menguras emosi para pencinta sepak bola di seluruh penjuru dunia.
Dua pertandingan besar yang paling menyita perhatian pada Selasa (30/6/2026) adalah duel sengit antara Timnas Belanda melawan Maroko, serta laga sengit antara raksasa Eropa, Jerman, yang berhadapan dengan wakil Amerika Selatan, Paraguay.
- Pro Shots/Sipa USA
Kedua pertandingan kelas dunia ini berjalan begitu ketat, penuh dengan adu taktik, dan menyajikan aksi jual-beli serangan yang sangat intens dari awal hingga akhir.
Ketangguhan lini pertahanan masing-masing tim membuat papan skor terus berimbang hingga peluit panjang ditiupkan, memaksa laga harus diselesaikan dengan cara yang paling mendebarkan dalam sepak bola.
Drama adu penalti yang seru, tapi bikin deg-degan
- DFB/Max Galys via Instagram/dfb_team
Pertemuan antara Belanda vs Maroko serta Jerman vs Paraguay sama-sama harus diakhiri melalui babak adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit waktu normal dan ditambah 30 menit babak perpanjangan waktu (extra time).
Dalam drama titik putih yang penuh tekanan tersebut, Maroko berhasil membuat kejutan besar dengan menyingkirkan Belanda lewat keunggulan penalti 3-2.
Keseruan serupa terjadi pada laga sengit lainnya, di mana Paraguay secara dramatis mampu memulangkan tim panser Jerman dengan skor adu penalti 4-3.
Kekalahan tragis dua raksasa Eropa ini tentu menjadi sorotan utama, terutama karena ketatnya persaingan membuat pemenang tidak bisa ditentukan hanya melalui permainan terbuka di lapangan hijau.
Mengapa harus ada adu penalti?
- Pro Shots/Sipa USA
Jika kita melihat kembali alur kompetisi resmi, perlu diluruskan sedikit bahwa kedua pertandingan krusial ini sebenarnya terjadi di babak 32 besar (fase gugur), dan bukan di babak penyisihan grup seperti anggapan sebagian pihak.
Berdasarkan regulasi resmi FIFA, format fase gugur menuntut adanya pemenang mutlak di setiap pertandingan untuk menentukan tim yang berhak lolos ke fase berikutnya.
Berbeda dengan babak penyisihan grup yang mengizinkan hasil imbang, regulasi FIFA untuk babak 32 besar hingga final menegaskan bahwa, jika skor tetap sama kuat setelah waktu normal 90 menit dan extra time 30 menit habis, maka adu penalti wajib digelar sebagai langkah terakhir demi mendapatkan pemenang tunggal.
Load more