Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Drama Adu Penalti Piala Dunia 2026: Mengapa Belanda vs Maroko dan Jerman vs Paraguay Harus Ditentukan Lewat Titik Putih?

Kedua pertandingan kelas dunia ini berjalan begitu ketat hingga harus diakhiri dengan adu penalti. Mengapa adu penalti harus dilakukan? Berikut penjelasannya.
Selasa, 30 Juni 2026 - 21:49 WIB
Kiper Timnas Paraguay Orlando Gill dalam laga melawan Jerman di babak 32 besar Piala Dunia 2026
Sumber :
  • Instagram/albirroja

tvOnenews.com - Panggung megah Piala Dunia 2026 kembali menyajikan drama luar biasa yang menguras emosi para pencinta sepak bola di seluruh penjuru dunia.

Dua pertandingan besar yang paling menyita perhatian pada Selasa (30/6/2026) adalah duel sengit antara Timnas Belanda melawan Maroko, serta laga sengit antara raksasa Eropa, Jerman, yang berhadapan dengan wakil Amerika Selatan, Paraguay.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemain Timnas Belanda, Crysencio Summerville (tengah), diapit oleh tiga pemain Maroko di Piala Dunia 2026
Pemain Timnas Belanda, Crysencio Summerville (tengah), diapit oleh tiga pemain Maroko di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • Pro Shots/Sipa USA

Kedua pertandingan kelas dunia ini berjalan begitu ketat, penuh dengan adu taktik, dan menyajikan aksi jual-beli serangan yang sangat intens dari awal hingga akhir.

Ketangguhan lini pertahanan masing-masing tim membuat papan skor terus berimbang hingga peluit panjang ditiupkan, memaksa laga harus diselesaikan dengan cara yang paling mendebarkan dalam sepak bola.

 

Drama adu penalti yang seru, tapi bikin deg-degan

Timnas Jerman dalam laga melawan Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026
Timnas Jerman dalam laga melawan Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026
Sumber :
  • DFB/Max Galys via Instagram/dfb_team

Pertemuan antara Belanda vs Maroko serta Jerman vs Paraguay sama-sama harus diakhiri melalui babak adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit waktu normal dan ditambah 30 menit babak perpanjangan waktu (extra time).

Dalam drama titik putih yang penuh tekanan tersebut, Maroko berhasil membuat kejutan besar dengan menyingkirkan Belanda lewat keunggulan penalti 3-2.

Keseruan serupa terjadi pada laga sengit lainnya, di mana Paraguay secara dramatis mampu memulangkan tim panser Jerman dengan skor adu penalti 4-3.

Kekalahan tragis dua raksasa Eropa ini tentu menjadi sorotan utama, terutama karena ketatnya persaingan membuat pemenang tidak bisa ditentukan hanya melalui permainan terbuka di lapangan hijau.

 

Mengapa harus ada adu penalti?

Quinten Timber (paling kiri) terlihat menangis kecewa karena Timnas Belanda gagal mengalhkan Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026
Quinten Timber (paling kiri) terlihat menangis kecewa karena Timnas Belanda gagal mengalhkan Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026
Sumber :
  • Pro Shots/Sipa USA

Jika kita melihat kembali alur kompetisi resmi, perlu diluruskan sedikit bahwa kedua pertandingan krusial ini sebenarnya terjadi di babak 32 besar (fase gugur), dan bukan di babak penyisihan grup seperti anggapan sebagian pihak.

Berdasarkan regulasi resmi FIFA, format fase gugur menuntut adanya pemenang mutlak di setiap pertandingan untuk menentukan tim yang berhak lolos ke fase berikutnya.

Berbeda dengan babak penyisihan grup yang mengizinkan hasil imbang, regulasi FIFA untuk babak 32 besar hingga final menegaskan bahwa, jika skor tetap sama kuat setelah waktu normal 90 menit dan extra time 30 menit habis, maka adu penalti wajib digelar sebagai langkah terakhir demi mendapatkan pemenang tunggal. 

 

Adu penalti di fase gugur ini pada akhirnya membuktikan bahwa Piala Dunia 2026 bukan sekadar ujian fisik dan taktik semata, melainkan juga ujian kekuatan mental yang sangat berat bagi setiap pemain di atas lapangan.

Keberhasilan Maroko dan Paraguay melangkah ke babak 16 besar setelah mendepak tim favorit seperti Belanda dan Jerman menegaskan bahwa di panggung tertinggi ini, kejutan besar selalu bisa terjadi kapan saja.

Drama adu penalti yang menegangkan ini akan terus dikenang sebagai salah satu momen paling ikonik dan mendebarkan dalam sejarah panjang penyelenggaraan turnamen sepak bola terakbar di dunia. (ism)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.
Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan putusan terhadap Nadiem Makarim terkait perkara Chromebook pada sidang yang digelar Selasa (30/6). 
HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

Polri mengungkap alasan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, pada Rabu (1/7/2026). Diketahui pada tahun 2025 lalu, dilaksanakan di Monas, Jakarta Pusat.
5 Zodiak Paling Beruntung soal Cinta di Awal Juli 2026: Libra Hubungan Makin Harmonis, Taurus Bertemu Jodoh

5 Zodiak Paling Beruntung soal Cinta di Awal Juli 2026: Libra Hubungan Makin Harmonis, Taurus Bertemu Jodoh

Memasuki awal Juli 2026, energi astrologi diprediksi membawa perubahan positif dalam kehidupan asmara bagi sejumlah zodiak. Siapa saja yang makin harmonis?
Industri Maritim Nasional Dinilai Belum Maksimal Serap Produk Komponen Lokal

Industri Maritim Nasional Dinilai Belum Maksimal Serap Produk Komponen Lokal

Industri komponen kapal nasional dinilai masih menghadapi tantangan besar untuk bisa bersaing di tengah tingginya kebutuhan sektor maritim dalam negeri.
Miroslav Koubek Masuk Dalam Daftar Pelatih yang Pamit Skuad Tim Nasional Usai Gagal di Piala Dunia 2026

Miroslav Koubek Masuk Dalam Daftar Pelatih yang Pamit Skuad Tim Nasional Usai Gagal di Piala Dunia 2026

Republik Ceko mengkonfirmasi kepergian sang pelatih setelah kedua belah pihak sepakat untuk memutus kontrak usai kegagalan tim di Piala Dunia. 

Trending

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.
Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan putusan terhadap Nadiem Makarim terkait perkara Chromebook pada sidang yang digelar Selasa (30/6). 
HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

Polri mengungkap alasan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, pada Rabu (1/7/2026). Diketahui pada tahun 2025 lalu, dilaksanakan di Monas, Jakarta Pusat.
Farhan Halim Jadi Rebutan Volimania Korea Usai Bawa Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026, Minta Abroad di V-League

Farhan Halim Jadi Rebutan Volimania Korea Usai Bawa Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026, Minta Abroad di V-League

Farhan Halim mendadak menjadi perbincangan hangat volimania Korea Selatan usai tampil gemilang membawa Timnas Voli Indonesia juara AVC Men's Cup 2026.
Pensiunan Kemlu Tuntut Hak Pembayaran Gaji Pokok, Mahkamah Konstitusi: Pemerintah Harus Bantu

Pensiunan Kemlu Tuntut Hak Pembayaran Gaji Pokok, Mahkamah Konstitusi: Pemerintah Harus Bantu

Mahkamah Konstitusi menggelar Pengucapan Putusan Nomor 177/PUU-XXIV/2026 tentang Pengujian Pasal 40 ayat (1) dan ayat (2) UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
Boy Arnez Singgung Reidel Toiran, Sebut Kunci Jadi MVP di AVC Men's Cup 2026

Boy Arnez Singgung Reidel Toiran, Sebut Kunci Jadi MVP di AVC Men's Cup 2026

Outside Hitter Timnas Voli Indonesia, Boy Arnez Arabi menyebutkan bahwa Reidel Toiran menjadi salah satu kunci dirinya bisa menjadi MVP di AVC Men's Cup 2026.
Daftar Peserta AVC Men's Volleyball Continental Championship 2026: Timnas Voli Indonesia Gagal Lolos

Daftar Peserta AVC Men's Volleyball Continental Championship 2026: Timnas Voli Indonesia Gagal Lolos

Timnas Voli Indonesia tak masuk dalam daftar peserta AVC Men's Volleyball Continental Championship 2026. Pasalnya, skuad Garuda tak lolos ke ajang bergengsi ini meski baru saja meraih gelar juara AVC Men's Cup 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT