Miroslav Koubek Masuk Dalam Daftar Pelatih yang Pamit Skuad Tim Nasional Usai Gagal di Piala Dunia 2026
- REUTERS/Annegret Hilse
Jakarta, tvOnenews.com - Kegagalan di Piala Dunia 2026 memakan korban baru dengan pamitnya Miroslav Koubek dari kursi kepelatihan tim nasional Republik Ceko.
Republik Ceko mengkonfirmasi kepergian sang pelatih setelah kedua belah pihak sepakat untuk memutus kontrak usai kegagalan tim di Piala Dunia.
Nama Miroslav Koubek bukan nama pertama yang menjadi korban di Piala Dunia 2026.
Baru memasuki fase gugur, sejumlah pelatih tim nasional sudah harus mengakhiri masa baktinya setelah gagal memenuhi ekspektasi di turnamen paling bergengsi tersebut.
Format baru Piala Dunia yang diikuti 48 negara ternyata membuat tekanan terhadap para pelatih semakin besar. Meski peluang lolos ke babak gugur bertambah dengan hadirnya tiket 32 besar, kegagalan tetap berujung pada keputusan tegas dari federasi maupun pengunduran diri sang pelatih.
Sejauh ini, setidaknya ada empat pelatih yang dipastikan meninggalkan jabatannya setelah tim masing-masing tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Dilansir dari laman Streamline Feed, nama pertama adalah Sabri Lamouchi. Pelatih asal Prancis itu bahkan menjadi korban pertama di Piala Dunia 2026 setelah Federasi Sepak Bola Tunisia memecatnya di tengah berlangsungnya turnamen.
Lamouchi kehilangan pekerjaannya usai Tunisia dipermalukan Swedia dengan skor telak 1-5 pada laga pembuka Grup F. Hasil buruk tersebut menjadi puncak dari performa mengecewakan yang sudah terlihat sebelum Piala Dunia, di mana Tunisia menelan tiga kekalahan dalam lima pertandingan terakhir.
Federasi kemudian menunjuk pelatih berpengalaman Herve Renard sebagai pengganti sementara. Namun pergantian tersebut gagal mengubah keadaan karena Tunisia tetap kalah 0-4 dari Jepang dan kembali takluk 1-3 saat menghadapi Belanda hingga dipastikan tersingkir.
Korban berikutnya adalah Steve Clarke yang memilih mengundurkan diri dari kursi pelatih Timnas Skotlandia.
Keputusan itu diambil setelah Skotlandia kembali gagal melewati fase grup pada turnamen besar. Berada di grup yang dihuni Brasil dan Maroko, Skotlandia hanya mampu finis di posisi ketiga sehingga gagal melangkah ke babak 32 besar.
Meski berhasil membawa Skotlandia tampil konsisten dalam beberapa tahun terakhir dan lolos ke dua edisi Piala Eropa serta Piala Dunia 2026, Clarke merasa sudah saatnya mengakhiri kebersamaan setelah menilai timnya mencapai batas perkembangan di bawah arahannya.
Load more