Bakat Kylian Mbappe Pernah Ditolak Mentah-mentah Manchester United, Ryan Giggs Bongkar Fakta Mengejutkan
- REUTERS/Juan Barbosa
tvOnenews.com - Kisah mengejutkan mengenai kegagalan Manchester United merekrut Kylian Mbappe pada awal kariernya kembali terungkap. Saat itu, tim pencari bakat Setan Merah ternyata tidak melihat Mbappé sebagai pemain yang memiliki kualitas cukup untuk bergabung dengan klub.
Surat kabar Inggris Mirror pada tanggal 9 mengulas kembali bagaimana Mbappé berkembang menjadi salah satu pemain terbaik dunia setelah menjalani karier bersama AS Monaco, Paris Saint-Germain (PSG), hingga Real Madrid.
"Mbappé telah berkembang menjadi salah satu pemain sepak bola terbaik dunia saat bermain untuk AS Monaco, Paris Saint-Germain (PSG), dan Real Madrid," tulis Mirror, seraya menambahkan, "Dia bisa saja menjadi pemain Manchester United suatu saat nanti."
- REUTERS/Marco Bello
Peluang tersebut sebenarnya pernah terbuka ketika Kylian Mbappé masih bermain untuk tim muda Monaco. Legenda Manchester United, Ryan Giggs, baru-baru ini mengungkapkan kisah di balik kegagalan klub merekrut pemain asal Prancis tersebut.
Pada 2015, Giggs yang saat itu menjadi bagian dari staf kepelatihan Manchester United mendapat permintaan untuk memantau Mbappé. Pemain tersebut masih berusia muda dan belum menjadi bintang seperti sekarang.
Giggs kemudian datang langsung ke stadion untuk menyaksikan penampilan Mbappé. Setelah melihat kemampuan sang pemain, ia merasa Manchester United perlu melakukan pemantauan lebih lanjut.
Tim pencari bakat Manchester United akhirnya ikut mengamati Mbappé. Namun, keputusan yang diambil justru mengejutkan. Mereka menilai Mbappé belum memiliki kualitas yang cukup bagus untuk direkrut.
Keputusan tersebut pada akhirnya menjadi salah satu penyesalan besar bagi Manchester United. Mbappé berkembang pesat dan menjelma menjadi superstar sepak bola dunia.
Ia kemudian memenangkan Piala Dunia bersama tim nasional Prancis dan terus mencatatkan berbagai rekor dalam kariernya. Namanya bahkan tercatat sebagai salah satu pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.
Kisah tersebut sekaligus menggambarkan bagaimana Manchester United pernah kehilangan kesempatan mendapatkan pemain potensial. Menariknya, sosok yang pertama kali merekomendasikan Mbappé kepada Giggs bukanlah pencari bakat profesional klub, melainkan seorang penggemar sepak bola biasa.
Giggs mengenang peristiwa tersebut.
"Seorang pria bernama Lionel, yang mengaku sebagai penggemar Manchester United, merekomendasikan Mbappé, mengatakan bahwa dia sangat cocok untuk klub. Dia menyebutkan bahwa dia banyak menonton sepak bola usia muda di Prancis."
Setelah mendapat rekomendasi tersebut, Giggs pergi ke Monaco untuk melihat langsung kemampuan Mbappé. Ia mengaku terkesan dengan apa yang disaksikannya dan kemudian menyampaikan penilaiannya kepada tim pencari bakat Manchester United.
Namun, rekomendasi tersebut tidak berujung pada perekrutan. Manchester United tetap memutuskan untuk tidak mengambil Mbappé karena tim pencari bakat klub ketika itu tidak cukup yakin dengan potensinya.
Beberapa waktu kemudian, Lionel kembali bertemu dengan Giggs. Ia ingin mengetahui bagaimana perkembangan proses perekrutan Kylian Mbappé oleh Manchester United.
Giggs pun tidak dapat memberikan kabar yang diharapkan. Ia harus mengakui bahwa klub tidak memiliki keyakinan yang cukup terhadap kemampuan Mbappé sehingga transfer tersebut tidak pernah terjadi.
- REUTERS/Marcelo Del Pozo
Kini, keputusan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana Manchester United pernah melewatkan peluang mendapatkan pemain kelas dunia ketika sang pemain masih berada di tahap awal kariernya.
Seandainya Manchester United merekrut Mbappé pada saat itu, perjalanan klub dalam beberapa tahun terakhir mungkin saja berbeda.
Namun, yang tersisa adalah fakta bahwa pemain yang pernah dianggap belum cukup bagus oleh tim pencari bakat tersebut justru berkembang menjadi salah satu superstar terbesar dalam sepak bola dunia.
Load more