Heboh FAM Masuk Nominasi Terbaik AFC meski Kena Sanksi FIFA, Sekjen AFC Bongkar Fakta Sebenarnya
- AFC
Situasi tersebut membuat nominasi FAM mendapat perhatian dari jurnalis investigasi asal Prancis, Romain Molina. Melalui akun X miliknya, Molina mempertanyakan keputusan AFC dan menyebut badan sepak bola Asia tersebut sebagai "lelucon".
Menanggapi polemik itu, Windsor menegaskan bahwa nominasi dan penentuan pemenang merupakan dua proses berbeda. Ia menjelaskan bahwa penilaian AFC tidak hanya berfokus pada tata kelola organisasi, tetapi juga berbagai aspek pengembangan sepak bola.
"Terdapat berbagai kriteria dalam penilaian para nomine. Misalnya, sebuah asosiasi anggota dapat memperoleh nilai nol dalam tata kelola dan administrasi tetapi memperoleh nilai tinggi dalam kriteria lain seperti sepak bola wanita, pengembangan akar rumput, dan kompetisi."
Windsor juga memastikan AFC tidak memiliki alasan untuk menolak pendaftaran federasi selama persyaratan administrasi terpenuhi. Menurutnya, seluruh peserta tetap harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjalani proses penilaian.
"AFC tidak dapat mencegah asosiasi anggota untuk mengajukan permohonan mereka. Kita harus adil, dan kriteria penilaian serta metrik evaluasi ditetapkan agar panel dapat menilai asosiasi anggota dan memilih pemenang," katanya.
Selain itu, Windsor mengingatkan bahwa FAM bukan kandidat dalam kategori penghargaan tertinggi. AFC membagi 47 asosiasi anggotanya ke dalam empat tingkatan, yakni Platinum, Diamond, Gold, dan Ruby, berdasarkan kapasitas masing-masing federasi.
"Ada tingkatan untuk penghargaan ini, dan FAM tidak termasuk dalam tingkatan tertinggi. Di AFC, kami mencakup semua asosiasi anggota, dan mereka dikelompokkan berdasarkan kemampuan mereka."
Windsor menegaskan bahwa penghargaan tersebut dirancang untuk mendorong perkembangan federasi sepak bola di seluruh Asia. Dengan demikian, FAM tetap berhak mengikuti penilaian meskipun sebelumnya tersandung kasus pemalsuan dokumen pemain naturalisasi. (fan)
Load more