Bukan Timnas Malaysia, Agen Bocorkan Tujuan Hajime Moriyasu usai Tinggalkan Jepang
- Instagram/@1hajimem
tvOnenews.com - Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, dikabarkan berencana mengakhiri masa jabatannya setelah Piala Asia 2027. Di tengah spekulasi mengenai masa depannya, sang agen justru menyebut kemungkinan Moriyasu melanjutkan karier kepelatihannya di Eropa.
Hajime Moriyasu menjadi sosok penting di balik keberhasilan Timnas Jepang melaju mulus ke Piala Dunia 2026. Di bawah arahannya, Samurai Biru juga sukses membantai Timnas Indonesia dengan skor telak 6-0 pada laga terakhir Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Media Jepang, Football Tribe, melaporkan pada 19 Oktober bahwa Moriyasu telah memutuskan untuk meninggalkan kursi pelatih Timnas Jepang setelah Piala Asia yang semula dijadwalkan berlangsung pada Januari 2027.
- REUTERS - Jose Breton/Pics Action/NurPhoto
"Pelatih Moriyasu telah memutuskan untuk pensiun dari tim nasional Jepang setelah Piala Asia yang dijadwalkan pada Januari 2027. Di tengah meningkatnya minat terhadap tujuan masa depannya, agennya telah menyebutkan kemungkinan kepindahan ke Eropa," tulis Football Tribe.
Sejak menangani Timnas Jepang pada 2018, Moriyasu berhasil membawa Samurai Biru tampil di dua edisi Piala Dunia.
Salah satu pencapaian pentingnya terjadi pada Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika Jepang lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup setelah menaklukkan Jerman dan Spanyol.
Moriyasu juga menunjukkan ambisi untuk terus mengembangkan karier kepelatihannya. Pada Piala Dunia 2026, ia kembali menjadi sorotan setelah Jepang mencetak gol pembuka saat menghadapi Brasil.
Keinginannya untuk tetap melatih setelah meninggalkan tim nasional sebenarnya telah disampaikan sejak tahun lalu. Ketika menghadiri sebuah acara di Stadion Kota Nagasaki pada Desember, Moriyasu sempat berbicara kepada media lokal mengenai kemungkinan menangani V-Varen Nagasaki.
"Jika saya terus menjadi manajer, saya ingin tetap menjadikannya sebagai pilihan," ujar Moriyasu.
Ia juga menyampaikan keinginan untuk mencari tantangan baru setelah mengakhiri tugasnya bersama Timnas Jepang. Rencana tersebut semakin menjadi perhatian setelah ia mengungkapkan niat melanjutkan karier kepelatihan usai pertandingan Piala Kirin melawan Selandia Baru pada bulan ini.
Sejumlah spekulasi pun bermunculan mengenai klub atau tim nasional yang berpotensi menjadi pelabuhan berikutnya bagi Moriyasu. Selain kemungkinan menangani klub di kompetisi J-League, namanya juga sempat dikaitkan dengan tim nasional negara lain.
Salah satu rumor yang mencuat adalah kemungkinan Moriyasu menangani Timnas Malaysia. Media Vietnam, Tien Phong, melaporkan bahwa Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) berpeluang mempertimbangkan penunjukan pelatih asal Jepang tersebut.
"Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mungkin akan mempertimbangkan penunjukan Manajer Moriyasu," demikian laporan Tien Phong.
Namun, Ketua FAM Abu Ghani Hassan membantah bahwa sudah ada langkah konkret terkait kemungkinan tersebut. Ia menegaskan belum ada pembicaraan yang mengarah pada penunjukan Moriyasu sebagai pelatih Timnas Malaysia.
"Belum ada langkah konkret," kata Abu Ghani Hassan.
Di tengah berbagai rumor tersebut, agen Moriyasu akhirnya memberikan pandangannya mengenai kemungkinan tujuan sang pelatih berikutnya. Media Asia Tenggara, NST, melaporkan percakapan dengan agen Moriyasu yang menyinggung rumor kepindahan ke Malaysia sekaligus peluang berkarier di Eropa.
"Saya mengetahui rumor bahwa dia mungkin bergabung dengan tim nasional Malaysia. Namun, saya percaya dia akan menuju Eropa," ujar sang agen.
Menurut laporan tersebut, Moriyasu disebut lebih tertarik menangani klub dibandingkan kembali melatih tim nasional. Bahkan, kemungkinan kepindahannya ke Eropa sebenarnya sudah pernah dibicarakan sebelumnya, dengan klub Belgia, Sint-Truiden, sempat disebut sebagai salah satu tujuan potensial.
Meski demikian, rencana masa depan Moriyasu masih berkaitan dengan jadwal Piala Asia. Turnamen tersebut semula dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada Januari 2027, tetapi muncul prediksi bahwa penyelenggaraannya dapat ditunda hingga 2028 akibat memburuknya situasi politik di kawasan tersebut.
Perubahan jadwal turnamen berpotensi memengaruhi waktu berakhirnya masa jabatan Moriyasu bersama Timnas Jepang. Karena itu, keputusan mengenai langkah berikutnya masih menjadi perhatian, terutama di tengah kemungkinan dirinya mencoba tantangan baru di sepak bola Eropa.
Load more