News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Belum Usai Kasus Hilmi, Tendangan Kungfu Kembali Terjadi di Liga 4: Ada yang Salah dengan Mental Pemain?

Fenomena rendangan kunfu semakin memprihatinkan, karena terjadi di level kompetisi yang seharusnya menjadi wadah pembinaan pemain muda. Belum kelar kasus Hilmi
Rabu, 7 Januari 2026 - 14:59 WIB
Belum Usai Kasus Hilmi, Tendangan Kungfu Kembali Terjadi di Liga 4: Ada yang Salah dengan Mental Pemain?
Sumber :
  • Tangkapan layar youtube

tvOnenews.com - Kabar soal “tendangan kungfu” di Liga 4 Indonesia belum juga reda. Setelah publik dikejutkan oleh aksi brutal Muhammad Hilmi Gimnastiar di Liga 4 Jawa Timur, kini insiden serupa kembali mencuat hanya berselang satu hari. 

Kali ini, kekerasan terjadi di Liga 4 wilayah Yogyakarta. Rangkaian peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius: apakah tindakan kasar sudah menjadi pola berulang di kompetisi kasta terbawah sepak bola Indonesia?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena ini semakin memprihatinkan karena terjadi di level kompetisi yang seharusnya menjadi wadah pembinaan pemain muda. 

Alih-alih memperlihatkan teknik dan sportivitas, Liga 4 justru kembali viral akibat aksi yang menyerupai bela diri. Publik pun mulai mempertanyakan kualitas pengawasan wasit, edukasi fair play, hingga kesiapan mental para pemain.

Insiden Tendangan ke Wajah di Laga UAD vs KAFI Jogja FC

Aksi tendangan brutal terbaru terjadi pada Selasa (6/1/2026) dalam pertandingan antara UAD melawan KAFI Jogja FC. Laga tersebut berlangsung di Lapangan Sitimulyo. 

Saat KAFI Jogja FC unggul 1-0 dan pertandingan memasuki menit ke-73, seorang pemain KAFI bernomor punggung dua melepaskan tendangan keras ke arah wajah pemain UAD bernomor punggung 24.

Dalam tayangan video yang beredar luas di media sosial, tampak jelas pemain UAD terjatuh sambil memegangi pipinya karena kesakitan. 

Namun, keputusan wasit menuai kritik tajam. Sang pengadil lapangan hanya memberikan kartu kuning kepada pemain KAFI, tanpa mengeluarkan kartu merah.

Yang lebih disorot, wasit terlihat meminta pemain UAD segera bangkit tanpa memanggil tim medis untuk melakukan pemeriksaan. 

Pertandingan pun dilanjutkan dengan cepat, meski korban sempat tergeletak cukup lama. Insiden ini langsung viral dan memicu kemarahan warganet yang membandingkannya dengan kasus tendangan kungfu sebelumnya di Liga 4 Jawa Timur.

Bayang-Bayang Kasus Hilmi yang Belum Hilang

Aksi di Yogyakarta ini mengingatkan publik pada peristiwa sehari sebelumnya, yakni insiden Putra Jaya Pasuruan vs Perseta Tulungagung pada Senin (5/1/2026). 

Muhammad Hilmi Gimnastiar di Liga 4 Jawa Timur
Muhammad Hilmi Gimnastiar di Liga 4 Jawa Timur
Sumber :
  • Instagram/@perseta1970

Dalam laga tersebut, pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi Gimnastiar, melakukan tendangan kungfu ke arah dada Firman Nugraha Ardhiansyah.

Akibat tendangan tersebut, Firman mengalami kondisi serius, mulai dari kejang, sesak napas, hingga retak tulang rusuk. Komite Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Jawa Timur kemudian menjatuhkan sanksi terberat: larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup kepada Hilmi.

Putusan Komdis PSSI Jawa Timur bernomor 001/KOMDIS/PSSI-JTM/I/2026 menyatakan bahwa Hilmi melanggar ketentuan perilaku buruk terhadap pemain lawan dalam babak 32 besar Grup CC Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025–2026. Komdis menilai tindakan tersebut sebagai kekerasan berat (violent conduct).

“Menendang pemain lawan hingga menyebabkan luka parah di bagian dada,” demikian salah satu poin dalam hasil pemeriksaan Komdis.

Perseta Tulungagung kemudian mengabarkan bahwa kondisi Firman mulai membaik.

“Alhamdulillah kondisi pemain kita Firman Nugraha sudah berangsur membaik. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mensupport dan mendoakan,” tulis Perseta 1970 melalui Instagram pada 6 Januari 2026.

Apakah Tendangan Kungfu Jadi Ciri Khas Liga 4?

Munculnya dua insiden serupa dalam rentang waktu yang sangat dekat memunculkan kekhawatiran serius. Tendangan kungfu jelas bukan ciri khas sepak bola, apalagi di level pembinaan.

Namun, kasus berulang ini menunjukkan adanya persoalan mendasar, mulai dari kontrol emosi pemain, kualitas kepemimpinan wasit, hingga sistem pengawasan pertandingan.

Tekanan kompetisi, minimnya edukasi soal fair play, serta lemahnya sanksi di beberapa daerah bisa menjadi pemicu. 

Dalam kasus Hilmi, sanksi seumur hidup memang memberikan efek jera. Namun, insiden di Yogyakarta memperlihatkan bahwa penegakan disiplin belum merata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika tidak ada evaluasi menyeluruh dari PSSI dan Asprov, Liga 4 berisiko dikenal bukan sebagai tempat lahirnya talenta, melainkan sebagai panggung kekerasan. 

Tendangan kungfu bukan identitas sepak bola Indonesia—dan tidak boleh dibiarkan menjadi “ciri khas” baru di Liga 4. (udn)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pihak Ruben Onsu Tanggapi Kepemilikan Vila Sukabumi, Singgung Sertifikat Rumah Cilandak

Pihak Ruben Onsu Tanggapi Kepemilikan Vila Sukabumi, Singgung Sertifikat Rumah Cilandak

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menanggapi kepemilikan vila Sukabumi yang dikaitkan dengan Sarwendah dan menyinggung sertifikat rumah Cilandak.
AC Milan Dapat Kabar Buruk Jelang Hadapi Udinese, 3 Pemain Penting Absen Termasuk Adrien Rabiot

AC Milan Dapat Kabar Buruk Jelang Hadapi Udinese, 3 Pemain Penting Absen Termasuk Adrien Rabiot

AC Milan mendapat kabar buruk jelang pertandingan melawan Udinese. Tiga pemain penting, yakni Mario Gila, Adrien Rabiot, dan Diego Moreira, dipastikan absen.
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, mengajak insan pers membangun jurnalisme kebangsaan untuk mengawal Indonesia Emas 2045.
Kemenhub Pastikan Seluruh Penumpang dan Awak Pesawat Asian One Air Selamat

Kemenhub Pastikan Seluruh Penumpang dan Awak Pesawat Asian One Air Selamat

Lukman mengatakan pesawat udara milik PT. Asian One Air jenis Cessna 208B dengan registrasi PK-LTF alami insiden saat mendarat di Bandara Bilorai Intan Jaya.
Jelang Disahkan FIFA untuk Bela Timnas Indonesia, Media Vietnam Soroti Kemampuan Tersembunyi Taisei Marukawa: Dia Menonjol

Jelang Disahkan FIFA untuk Bela Timnas Indonesia, Media Vietnam Soroti Kemampuan Tersembunyi Taisei Marukawa: Dia Menonjol

Potensi Taisei Marukawa untuk memperkuat Timnas Indonesia tengah menjadi sorotan. Media Vietnam, Tuoitre, menyoroti kualitas pemain sayap Dewa United tersebut.
Akhirnya Ratusan Mahasiswa Papua Jadi Calon Penerima Beasiswa 2026, Gebrakan di Tengah Keterbatasan Ekonomi

Akhirnya Ratusan Mahasiswa Papua Jadi Calon Penerima Beasiswa 2026, Gebrakan di Tengah Keterbatasan Ekonomi

Sebanyak 120 mahasiswa asal Papua di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi terpilih masuk daftar sebagai calon penerima program bantuan beasiswa periode 2026.

Trending

Sikat Kejahatan Karhutla, Kapolri Jerat 243 Tersangka dan 13 Korporasi Pembakar Hutan

Sikat Kejahatan Karhutla, Kapolri Jerat 243 Tersangka dan 13 Korporasi Pembakar Hutan

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, menyampaikan laporan tegas terkait penegakan hukum kasus kebakaran hutan -
Rekan Kerja Bongkar Keseharian Dokter Diduga Cabuli Anak Kandung di Bandung, Biasanya Layani Praktik Siang Hari

Rekan Kerja Bongkar Keseharian Dokter Diduga Cabuli Anak Kandung di Bandung, Biasanya Layani Praktik Siang Hari

Rekan kerja membongkar keseharian dokter yang diduga mencabuli anak kandung di Bandung. Dia mengaku tidak mengetahui persoalan yang sedang dihadapi IS secara pasti.
Profil dan Rekam Jejak Markus Pall Ellertsson, Striker 15 Gol yang Disebut Masuk Radar Timnas Indonesia

Profil dan Rekam Jejak Markus Pall Ellertsson, Striker 15 Gol yang Disebut Masuk Radar Timnas Indonesia

Markús Páll Ellertsson, adik pemain Genoa berdarah Indonesia, disebut masuk radar Timnas Indonesia. Ini profil, rekam jejak, dan catatan 15 golnya di Islandia.
Cetak 28 Gol dalam 8 Laga, ASIOP Sempurnakan Perjalanan di Piala Soeratin U-13 2026 dengan Gelar Juara

Cetak 28 Gol dalam 8 Laga, ASIOP Sempurnakan Perjalanan di Piala Soeratin U-13 2026 dengan Gelar Juara

ASIOP berhasil mengukir prestasi dengan menjuarai Piala Soeratin 2026 kategori U-13. Mereka menaklukkan Persebaya melalui babak adu penalti, Sabtu (24/10/2026).
Proyek Strategis Nasional Pulau Wetar Dapat Dukungan Menteri Perindustrian

Proyek Strategis Nasional Pulau Wetar Dapat Dukungan Menteri Perindustrian

Proyek hilirisasi tembaga dan mangan di Pulau Wetar didorong menjadi PSN. Rencana investasi USD42,7 miliar itu mencakup smelter hingga pelabuhan internasional.
Akhirnya Ratusan Mahasiswa Papua Jadi Calon Penerima Beasiswa 2026, Gebrakan di Tengah Keterbatasan Ekonomi

Akhirnya Ratusan Mahasiswa Papua Jadi Calon Penerima Beasiswa 2026, Gebrakan di Tengah Keterbatasan Ekonomi

Sebanyak 120 mahasiswa asal Papua di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi terpilih masuk daftar sebagai calon penerima program bantuan beasiswa periode 2026.
Van Dijk OTW Garuda Calling? Bek Kasta Teratas Eropa Ini Akui Ingin Bela Timnas Indonesia: Semoga Bisa Terwujud

Van Dijk OTW Garuda Calling? Bek Kasta Teratas Eropa Ini Akui Ingin Bela Timnas Indonesia: Semoga Bisa Terwujud

Timnas Indonesia kembali berpeluang menambah pemain keturunan yang berkarier di Eropa. Kali ini, seorang bek yang tampil di kasta tertinggi ingin bela Garuda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT