News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ancaman Besar dari KNVB: 133 Laga Terancam Diulang Gara-Gara Kasus Dean James?

Masalah paspor bermula ketika NAC Breda menuding Dean James sebagai pemain ilegal dalam pertandingan melawan Go Ahead Eagles. Meski sudah diputuskan hasilnya ternyata
Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:12 WIB
Ancaman Besar dari KNVB: 133 Laga Terancam Diulang Gara-Gara Kasus Dean James?
Sumber :
  • instagram Dean James

tvOnenews.com - Keputusan federasi sepak bola Belanda, KNVB, terkait kasus paspor Dean James memicu gelombang kontroversi besar. 

Meski sudah diputuskan, hasilnya ternyata belum bisa diterima oleh NAC Breda yang merasa dirugikan. Situasi ini membuat polemik kian melebar, bahkan berpotensi mengguncang stabilitas kompetisi Liga Belanda secara keseluruhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sorotan terhadap Dean James semakin tajam karena status paspor dan kewarganegaraannya dipertanyakan. 

Pemain yang kini berstatus sebagai bagian dari Timnas Indonesia itu dituduh tidak memenuhi syarat administrasi saat tampil di laga melawan Go Ahead Eagles

Meski KNVB sudah mengambil keputusan, NAC Breda tetap bersikeras membawa kasus ini ke jalur hukum.

Gugatan NAC Breda: Paspor Dean James Jadi Akar Konflik

Melansir dari laporan ESPN, kedua belah pihak (KNVB dan NAC Breda) sudah menyampaikan argumennya masing-masing terkait kasus ini.

Masalah bermula ketika NAC Breda menuding Dean James sebagai pemain ilegal dalam pertandingan melawan Go Ahead Eagles. 

Tuduhan ini berkaitan dengan status paspor dan izin kerja sang pemain setelah resmi menjadi warga negara Indonesia sejak Maret 2025.

Ancaman Besar dari KNVB 133 Laga Terancam Diulang Gara-Gara Kasus Dean James
Ancaman Besar dari KNVB 133 Laga Terancam Diulang Gara-Gara Kasus Dean James
Sumber :
  • instagram Dean James

KNVB kemudian memutuskan untuk tidak mengulang pertandingan tersebut, yang sebelumnya dimenangkan Go Ahead Eagles dengan skor telak 6-0. Namun, keputusan ini justru memicu reaksi keras dari NAC Breda.

Dalam rilis resmi klub pada 15 April, NAC Breda menyatakan telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Utrecht. 

Mereka memilih jalur kortgeding, yaitu prosedur hukum cepat dalam sistem peradilan Belanda, guna mendapatkan keputusan dalam waktu singkat.

Langkah ini diambil mengingat kompetisi musim 2025/2026 hampir berakhir. NAC Breda membutuhkan kepastian hukum secepat mungkin agar tidak kehilangan momentum dalam memperjuangkan hak mereka.

Ancaman Besar dari KNVB: 133 Laga Bisa Diulang

Dalam sidang di Pengadilan Utrecht, KNVB menyampaikan argumen yang cukup mengejutkan. Federasi tersebut menilai bahwa jika gugatan NAC Breda dikabulkan, dampaknya akan sangat luas dan berpotensi menimbulkan kekacauan besar.

Salah satu ancaman yang disorot adalah status kelayakan 11 pemain di Liga Belanda yang bisa dipertanyakan. Para pemain ini berasal dari Indonesia, Suriname, dan Cape Verde, dengan kasus serupa terkait izin kerja dan paspor.

Lebih jauh lagi, KNVB mengungkap kemungkinan ekstrem: sebanyak 133 pertandingan Eredivisie musim 2025/2026 harus diulang. Angka ini tentu sangat besar dan hampir mustahil direalisasikan, mengingat kompetisi akan segera berakhir.

Jika dibandingkan, pengulangan satu atau dua pertandingan mungkin masih bisa dilakukan. Namun, mengulang ratusan laga jelas akan menjadi skandal besar dalam sejarah sepak bola Belanda.

KNVB Khawatir Liga Tidak Selesai, Dunia Ikut Sorot

Perwakilan Dewan Kompetisi KNVB, Marianne van Leeuwen saat diwawancara ESPN menegaskan bahwa, situasi ini bisa berujung pada kegagalan penyelesaian liga musim ini. Ia menyebut bahwa efek domino dari kemenangan NAC Breda akan sangat sulit dikendalikan.

Ancaman Besar dari KNVB: 133 Laga Terancam Diulang Gara-Gara Kasus Dean James?
Ancaman Besar dari KNVB: 133 Laga Terancam Diulang Gara-Gara Kasus Dean James?
Sumber :
  • instagram Dean James

“Kami pikir kekacauan akan terjadi karena begitu banyak klub lain yang telah mengajukan keberatan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, “Jika NAC menang, klub-klub lain juga akan mengajukan proses pengadilan singkat (kortgeding) dan sejenisnya. Itu bisa berarti kompetisi tidak dapat diselesaikan.”

KNVB juga menekankan bahwa isu kewarganegaraan dan paspor merupakan hal sensitif yang berkaitan dengan privasi pemain dan klub.

“Saya rasa kami tidak lalai. Kewarganegaraan adalah masalah yang sangat sensitif terhadap privasi. Pertama untuk para pemain, kedua untuk pemberi kerja, yaitu klub,” lanjut Van Leeuwen.

Kasus ini pun tak hanya menjadi perhatian di Belanda, tetapi juga mendapat sorotan dari media internasional seperti The Athletic, Euro News, hingga DAZN. Hal ini menunjukkan betapa besarnya dampak dari polemik paspor Dean James terhadap sepak bola global.

Kini, semua mata tertuju pada Pengadilan Utrecht yang dijadwalkan mengumumkan putusan pada Senin, 4 Mei 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan tersebut akan menjadi penentu arah nasib Dean James, KNVB, serta kelangsungan kompetisi Liga Belanda musim ini.

Di tengah ketidakpastian ini, publik Indonesia juga menanti kabar baik, berharap kasus paspor Dean James tidak berdampak negatif terhadap karier pemain Timnas Indonesia di kancah internasional. (udn)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Kasus dugaan rasisme Marc Klok memanas usai laporan Bhayangkara FC. Klok membantah keras dan ungkap kronologi sebenarnya versinya. Eks rekan Messi pasang badan
Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Polisi menetapkan 6 tersangka akibat kerusuhan saat Hari Buruh Internasional (May Day 2026) di Kota Bandung yang disorot Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) bertindak tegas jika ada perusahaan tambang batu kapur pabrik semen di Karawang Selatan yang melanggar aturan lingkungan.
Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi alias KDM merespons soal lintasan kereta Ampera Bekasi yang diduga dikuasai oleh organisasi masyarakat (ormas).
5 Weton Ini Diramal Bakal Naik Jabatan dan Bikin Gebrakan dalam Kariernya pada Tanggal 3 Mei 2026

5 Weton Ini Diramal Bakal Naik Jabatan dan Bikin Gebrakan dalam Kariernya pada Tanggal 3 Mei 2026

Apakah karier Anda akan melesat tajam atau justru mendapatkan peluang bisnis baru yang menggiurkan? Inilah lima weton yang diprediksi akan mendulang sukses besar di tanggal 3 Mei 2026.

Trending

Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Polisi menetapkan 6 tersangka akibat kerusuhan saat Hari Buruh Internasional (May Day 2026) di Kota Bandung yang disorot Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) bertindak tegas jika ada perusahaan tambang batu kapur pabrik semen di Karawang Selatan yang melanggar aturan lingkungan.
Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Kasus dugaan rasisme Marc Klok memanas usai laporan Bhayangkara FC. Klok membantah keras dan ungkap kronologi sebenarnya versinya. Eks rekan Messi pasang badan
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi alias KDM merespons soal lintasan kereta Ampera Bekasi yang diduga dikuasai oleh organisasi masyarakat (ormas).
KDM Geram Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Kembali Dikuasai Oknum Ormas, Langsung Telepon Forkopimda Minta Lakukan Ini

KDM Geram Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Kembali Dikuasai Oknum Ormas, Langsung Telepon Forkopimda Minta Lakukan Ini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kesal lintasan kareta Ampera Bekasi diduga kembali dikuasai oleh oknum Organisasi Masyarakarat (ormas) pasca terjadi kecelakaan
Tak Lama Lagi Eligible Dinaturalisasi, Timnas Indonesia Bisa Diperkuat Raja Assist Eks Kasta Teratas Amerika Selatan, John Herdman Tertarik?

Tak Lama Lagi Eligible Dinaturalisasi, Timnas Indonesia Bisa Diperkuat Raja Assist Eks Kasta Teratas Amerika Selatan, John Herdman Tertarik?

Raja assist eks kasa teratas Amerika Selatan ini berpeluang dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia. Ia tak lama lagi eligible sesuai dengan aturan FIFA.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT