Walau Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Makin Banyak di Persija, Mauricio Souza Tak Beri Jaminan Starting Eleven
- Persija
Jakarta, tvOnenews.com – Persaingan ketat di dalam skuad Persija Jakarta kembali ditegaskan oleh sang pelatih, Mauricio Souza. Ia menekankan bahwa setiap pemain wajib berjuang keras untuk menembus susunan pemain utama, tanpa terkecuali pemain berstatus naturalisasi.
Mauricio Souza ingin menjaga iklim kompetitif di ruang ganti Macan Kemayoran. Menurutnya, kompetisi internal yang sehat menjadi fondasi penting untuk menjaga performa tim tetap stabil sepanjang musim.
Langkah Persija pada bursa transfer paruh musim juga menunjukkan ambisi tersebut. Klub ibu kota resmi mendatangkan Shayne Pattynama dari Buriram United untuk menambah kedalaman di sektor kiri pertahanan.
Kehadiran Shayne membuat pilihan di lini belakang semakin beragam. Namun, status sebagai pemain naturalisasi tak lantas menjamin menit bermain reguler di bawah arahan Mauricio Souza.
Selain Shayne, Persija juga dikabarkan semakin dekat dengan penyerang naturalisasi Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra. Jika kesepakatan tercapai, lini depan Macan Kemayoran akan semakin kompetitif.
Sebelum itu, Persija lebih dulu mengamankan jasa Jordi Amat pada awal musim. Bek yang didatangkan dari Johor Darul Ta'zim (JDT) tersebut langsung menjadi figur penting di jantung pertahanan.
Jordi Amat kerap menjadi pilihan utama untuk mengawal lini belakang Persija. Ia membangun duet solid bersama Rizky Ridho dan Thales Lira dalam berbagai pertandingan.
Kontribusi Jordi Amat terlihat dari jumlah penampilannya yang cukup konsisten. Hingga saat ini, pemain berpengalaman tersebut telah mencatatkan 17 penampilan bersama Persija di musim berjalan.
Di sisi lain, Shayne Pattynama dihadapkan pada persaingan ketat di posisi bek kiri. Dony Tri Pamungkas yang tampil konsisten menjadi pesaing utama yang harus dilewati.
Situasi serupa juga akan terjadi di lini depan apabila Mauro Zijlstra resmi bergabung. Penyerang muda itu bakal bersaing dengan Gustavo Almeida serta Eksel Runtukahu dalam skema serangan Persija.
Mauricio Souza menegaskan bahwa setiap posisi akan ditentukan berdasarkan performa di sesi latihan. Ia ingin pemain menunjukkan kualitas dan kerja keras, bukan sekadar mengandalkan reputasi.
"Mereka juga belum tentu bisa jadi pemain inti. Tapi mereka akan berusaha untuk bisa ada di tim inti. Pemain yang bagus di latihan, dia yang akan bermain," ujar Mauricio Souza, Senin (2/2/2026).
Meski demikian, Mauricio Souza tidak menutup mata terhadap keuntungan yang didapat Persija dari kehadiran pemain naturalisasi. Ia menilai pengalaman mereka bisa memberikan nilai tambah bagi tim.
"Saya lihat di media sosial banyak orang berkomentar soal pemain naturalisasi datang ke Indonesia (Super League) buat main di sini. Dan sebenarnya, seperti yang saya katakan, mereka pemain bagus, dan pasti itu ada potensi bermain untuk Timnas," ujar Souza.
"Kita juga harus mengerti bagaimana itu peraturan dari Liga. Liga ini izinkan 11 pemain asing didaftarkan. Jadi banyak pemain naturalisasi kamu punya, mereka itu ada di Timnas. Dan dia bisa lebih perkuat tim kita, lebih baik. Jadi seperti itu kita lihat situasinya," tambahnya.
Menurutnya, keputusan merekrut pemain naturalisasi juga tidak melanggar aturan liga. Hal itu justru menjadi solusi untuk memperkuat tim tanpa mengganggu kuota pemain asing.
"Mereka (pemain naturalisasi) kenapa datang, karena mereka tidak mengambil tempat (kuota) dari pemain asing," pungkas pelatih asal Brasil tersebut.
(igp/hfp)
Load more