Buntut Ulah Suporter yang Belum Disiplin, PSSI Beri Sinyal Larangan Away Berlanjut di Super League Musim Depan
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Di tengah persoalan itu, Arya juga memberikan apresiasi kepada klub yang berani mengambil langkah tegas. Salah satu contohnya adalah langkah Persebaya Surabaya yang menutup tribun utara stadion sebagai respons atas adanya ujaran kebencian.
"Saya rasa klub seperti Persebaya jadi sebuah contoh bagi kita bahwa respons positif mereka itu sangat bagus," ucap Arya.
"Jadi, kami respek betul dengan Persebaya yang membuat langkah seperti itu. Sehingga, gerakan ini jadi gerakan di tempat yang lain juga untuk menolak rasisme," sambungnya.
Selain isu rasisme, Arya juga menyoroti kembali insiden kerusuhan yang melibatkan suporter dalam sejumlah pertandingan Super League. Ia menilai sebagian suporter seolah melupakan tragedi besar yang pernah terjadi dalam sepak bola nasional.
Insiden yang ia maksud adalah tragedi Kanjuruhan, Malang, yang merenggut lebih dari 100 nyawa ketika Arema FC menjamu Persebaya Surabaya.
Menurutnya, kejadian tersebut seharusnya menjadi pelajaran penting agar semua pihak lebih berhati-hati dalam menjaga keamanan pertandingan. Namun kenyataannya, masih ada pelanggaran yang terjadi di lapangan.
"Ini suporternya lupa sama (Tragedi) Kanjuruhan dan lain-lain. Jadi, mereka lupa sepertinya, itu yang membuat kami sedih juga," kata Arya.
"Sebenarnya kami sudah bilang tidak boleh away (tandang), tapi tetap saja dilanggar. Kemarin juga ada itu satu pertandingan away, itu bagus antar suporter, terus saya ditanya, 'Ini bagus, ayo dong buka away-nya'," tambahnya.
Melihat kondisi tersebut, PSSI memutuskan bahwa larangan kehadiran suporter tim tamu masih akan tetap diberlakukan. Kebijakan itu setidaknya akan berlaku hingga kompetisi Super League musim ini berakhir.
Arya menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena kompetisi sudah memasuki fase krusial. Persaingan di papan atas maupun zona degradasi dinilai berpotensi memicu ketegangan antar suporter.
"Karena menuju akhir-akhir liga sedikit rawan, baik dari Liga 1 maupun Liga 2 karena masalah promosi. Liga 1 ketat sekali di atas, di bawah pun juga dekat. Maksudnya yang di atas mau juara, yang di bawah tidak mau degradasi. Jadi, harus ada perhatian khusus," kata Arya.
Load more