I.League Ancam Sanksi Pengurangan Poin untuk Klub Musafir, Bagaimana dengan Persija Jakarta?
- Persija.id
Jakarta, tvOnenews.com - I.League memberikan peringatan keras kepada para klub Super League, Championship, hingga Liga Nusantara terkait sanksi pengurangan poin bila menjadi tim musafir. Lantas, bagaimana dengan kasus Persija yang kerap berpindah markas dan tergusur dari Jakarta?
Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, menyebut tim peserta dari tiga kasta teratas Liga Indonesia bisa terkena sanksi sunat poin jika tak menggelar laga kandang di tempat semestinya. Ini artinya, setiap klub wajib mendaftarkan stadion sebagai markas sesuai domisili masing-masing.
Sebagai contoh, Persib yang berdomisili di Bandung wajib mendaftarkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai markas utama. Pangeran Biru juga bisa berkandang di Stadion Si Jalak Harupat mengingat venue tersebut masih berada di Bandung.
- Antara
"Iya, dia (tim peserta) harus pulang, kalaupun tidak bisa pasti kan ada sanksi," ujar Asep di Kantor I.League, Jakarta.
"Memulai kompetisi dengan poin minus. Bisa jadi potensi (pengurangan poin) ya," tambahnya.
Lantas, bagaimana dengan kasus Persija yang pada musim ini kerap berpindah-pindah markas saat menggelar pertandingan kandang?
- Persija
Tim ibu kota itu tercatat pernah tergusur dan harus bermain di Stadion Manahan, Solo pada musim ini. Bahkan tak hanya sekali, namun dua laga sekaligus.
Pasukan asuhan Mauricio Souza sempat bermarkas di Solo saat menghadapi PSBS Biak pada 31 Oktober 2025 dan Persik Kediri pada 20 November lalu.
Terbaru, Persija bahkan harus tergusur hingga keluar Pulau Jawa, tepatnya saat menggelar El Clasico menghadapi Persib di Stadion Segiri, Samarinda.
Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Asep Saputra menyebut sanksi berupa pengurangan poin sejatinya masih bisa ditoleransi. Maksudnya, ada pengecualian apabila terjadi keadaan mendesak yang memaksa tim berpindah tempat saat berstatus kandang.
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Asep pun mengambil contoh terkait kasus laga Persija kontra Persib di Samarinda. Ia menilai duel itu bersifat force majeure atau situasi mendesak karena keputusan kepindahan venue baru dikeluarkan empat hari jelang pertandingan.
Jika diartikan, para tim yang memiliki situasi mendesak seperti Persija masih bisa mendapat pengecualian khusus mengingat izin menggelar pertandingan kandang juga harus memperhatikan surat dari kepolisian.
"Ya karena kalau enggak force majeure atau situasi memang tak terhindarkan. Kan tidak mungkin juga di sisa 4 hari kita baru pindah," jelas Asep.
"Jadi itu juga salah satu yang juga fakta di lapangan yang kita hadapi seperti itu," sambungnya.
Bila merangkum ucapan Asep, bisa disimpulkan sanksi pengurangan poin itu berlaku apabila ada tim yang tidak mendaftarkan stadion kandang di domisili semestinya sejak awal musim.
Jika dilihat, ini bisa mengarah ke kasus PSBS Biak yang seharusnya berkandang di Biak, namun tim berjuluk Badai Pasifik itu justru bermarkas di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.
Padahal, markas yang seharusnya ditempati PSBS Biak adalah Stadion Cenderawasih, Kabupaten Biak Numfor. Sanksi tegas berupa pengurangan poin pun diprediksi terkait kasus seperti yang dialami Badai Pasifik pada musim ini. (igp/fan)
Load more