Persib Bandung Mengeluarkan Pernyataan Resmi usai Kena Sanksi AFC Rp3,5 Miliar, Singgung Ulah Oknum Bobotoh yang Bikin Rugi Besar
- Persib
Karena itu, manajemen menyebut sangat disayangkan jika citra yang dibangun bersama selama bertahun-tahun harus tercoreng. Persib menilai konsekuensi besar dari insiden tersebut justru harus dipikul klub dan banyak Bobotoh lain yang selama ini menjaga nama baik tim.
“Persib percaya bahwa cinta terhadap klub harus diwujudkan melalui tanggung jawab,” tulis Persib dalam pernyataan resminya.
“Sebab sebesar apa pun dukungan yang diberikan, semuanya akan kehilangan makna ketika tindakan yang dilakukan justru merugikan perjuangan klub yang sama-sama kita cintai.”
Persib juga menyebut situasi ini menjadi kerugian bagi sepak bola Indonesia, Jawa Barat, dan Kota Bandung. Sebagai klub yang membawa nama Indonesia di kompetisi Asia, perjalanan Maung Bandung seharusnya menjadi kebanggaan bersama yang dijaga secara kolektif.
Manajemen pun mengingatkan bahwa kompetisi internasional memiliki standar regulasi dan keamanan yang sangat ketat. Satu tindakan emosional dalam beberapa menit bisa memberi dampak panjang terhadap masa depan klub, pemain, dan jutaan Bobotoh lainnya.
Di sisi internal, Persib memastikan akan melakukan introspeksi dan evaluasi secara menyeluruh. Evaluasi itu mencakup sistem keamanan, koordinasi panitia pelaksana, manajemen risiko pertandingan, hingga langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Persib menyatakan menjaga sepak bola yang aman dan bermartabat harus dimulai dari evaluasi diri sendiri. Namun, klub juga menilai perbaikan hanya bisa berjalan maksimal jika diperkuat dengan kolaborasi seluruh pihak.
Manajemen berharap momentum ini menjadi pembelajaran besar bagi semua elemen Persib. Energi besar Bobotoh diharapkan tetap menjadi kekuatan positif yang membawa klub semakin maju, profesional, dan membanggakan di level Asia.
“Persib adalah kebanggaan Bandung, Jawa Barat, dan Indonesia,” tulis klub.
“Menjaga kehormatan serta masa depan klub ini di level Asia adalah tanggung jawab bersama.” (fan)
Load more