Malut United dan Adhyaksa FC Dikabarkan Ubah Identitas pada Super League 2026/2027, Begini Penjelasan I.League
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Jakarta, tvOnenews.com - Rumor perubahan identitas sejumlah klub mulai mencuat menjelang bergulirnya Super League 2026/2027.
Malut United dan tim promosi Adhyaksa FC menjadi dua klub yang paling sering dikaitkan dengan isu pergantian nama maupun perpindahan markas.
Kabar tersebut ramai diperbincangkan dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah spekulasi menyebut kedua klub tengah menyiapkan perubahan besar untuk menghadapi kompetisi musim depan.
- Malut Unitex
Malut United menjadi klub yang paling banyak disorot. Tim yang musim lalu tampil di Super League itu dirumorkan akan berganti nama menjadi Jateng United FC.
Tak hanya pergantian nama, Malut United juga disebut akan memindahkan home base ke Stadion Jatidiri, Semarang.
Kabar tersebut langsung memunculkan beragam reaksi dari pecinta sepak bola Indonesia.
Di sisi lain, Adhyaksa FC juga tak luput dari spekulasi. Klub yang baru promosi ke kasta tertinggi itu dikabarkan tengah mempertimbangkan perpindahan markas ke Palangkaraya.
Menurut rumor yang beredar, Adhyaksa FC akan menggunakan Stadion Tuah Pahoe sebagai kandang baru mereka. Namun hingga kini belum ada kepastian resmi terkait isu tersebut.
Spekulasi mengenai Adhyaksa FC bahkan berkembang lebih jauh. Klub tersebut juga disebut-sebut berpotensi berganti nama menjadi Persiter Ternate dan bermarkas di Stadion Gelora Kie Raha.
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Menanggapi berbagai kabar yang berkembang, Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, akhirnya buka suara.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini operator kompetisi belum menerima pengajuan resmi terkait perubahan nama maupun home base klub.
Meski demikian, Asep mengakui pihaknya sudah menerima tembusan surat yang berkaitan dengan isu tersebut. Namun surat tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan.
Menurutnya, masih ada sejumlah mekanisme organisasi yang harus dijalankan sebelum perubahan bisa disahkan.
Karena itu, I.League belum dapat memberikan penjelasan lebih rinci mengenai rumor yang berkembang.
"Kalau secara spesifik memang kami belum mendapatkan sesuatu yang resmi. Namun memang ada satu surat yang ditembuskan kepada kami terkait perubahan tersebut," ujar Asep Saputra di Kantor I.League, Sudirman, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Asep menjelaskan bahwa setiap anggota PSSI memiliki hak untuk mengajukan perubahan identitas klub.
Namun seluruh proses harus mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku di lingkungan federasi.
Dari sisi kompetisi, ia mengingatkan bahwa seluruh peserta Super League 2026/2027 telah melalui proses Club Licensing. Proses tersebut menjadi syarat utama bagi klub untuk mendapatkan izin mengikuti kompetisi.
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Salah satu aspek yang dinilai dalam Club Licensing adalah infrastruktur, termasuk stadion yang didaftarkan sebagai kandang klub.
Karena itu, perubahan stadion setelah lisensi diterbitkan tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Asep menegaskan bahwa perubahan aspek yang menjadi dasar pemberian lisensi dapat menimbulkan konsekuensi bagi klub. Bahkan dalam regulasi Super League, terdapat potensi sanksi berupa pengurangan poin apabila perubahan tersebut tidak sesuai ketentuan.
Ia menambahkan bahwa status lisensi klub diberikan berdasarkan lima aspek utama, yakni infrastruktur, finansial, legal, sporting, serta personnel and administration.
Selain itu, stadion baru yang diajukan juga wajib memenuhi standar yang telah ditetapkan, termasuk pencahayaan minimal 1.600 lux dan kapasitas sedikitnya 5.000 kursi tunggal.
"Kalau kita melihat regulasi Super League, salah satu konsekuensinya adalah potensi pengurangan dua poin," kata Asep.
"Apabila tidak memenuhi standar tersebut maupun persyaratan lainnya, tentu ada konsekuensinya. Namun yang pasti, setiap stadion yang diajukan akan melalui proses pengecekan terlebih dahulu,” pungkas Asep.
(igp)
Load more