STY Terancam Hukuman 10 Tahun, Begini Reaksi Persija
- tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama
tvOnenews.com – Manajemen Persija Jakarta akhirnya angkat bicara merespons kabar mengejutkan yang menimpa juru taktik mereka, Shin Tae-yong (STY). Mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut dilaporkan resmi dijatuhi sanksi disiplin oleh Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA).
Melalui siaran pers resmi tim Corporate Communications pada Jumat (24/7/2026), klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut menegaskan sikapnya untuk tetap menghormati segala prosedur dan keputusan hukum yang diterbitkan oleh KFA.
"Persija menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh Korea Football Association (KFA) terkait situasi yang berkembang saat ini," bunyi pernyataan resmi manajemen Persija.
- Persija
Kendati demikian, manajemen Macan Kemayoran memastikan tidak akan mengambil keputusan secara gegabah terkait masa depan pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut.
Persija bakal mengawal ketat perkembangan situasi sambil berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
"Persija akan terus memantau perkembangan, menjalin komunikasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait, serta mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan situasi ini sebelum mengambil keputusan resmi. Segala informasi terkait perkembangan situasi ini akan disampaikan secara resmi melalui kanal komunikasi resmi Persija," lanjut rilis tersebut.
Buntut Kasus Penganiayaan dan Makian STY di Ulsan HD
Sanksi disiplin dari KFA ini merupakan buntut kontroversi saat STY menukangi klub papan atas K-League, Ulsan HD, pada Agustus 2025 lalu.
Kiprahnya kala itu hanya bertahan dua bulan sebelum akhirnya dipecat akibat ancaman degradasi.
- Persija
Kasus ini mencuat ke publik setelah beredar rekaman video yang memperlihatkan insiden Shin Tae-yong menampar pipi bek Ulsan HD, Jeong Seung-hyeon, dalam sebuah sesi rapat tim.
Tak hanya dugaan kekerasan fisik, media-media Korea Selatan juga menyoroti tudingan penggunaan kalimat kasar yang dilontarkan sang pelatih kepada para pemainnya.
Setelah menggelar investigasi marathon sejak Desember 2025, Komite Disiplin KFA akhirnya mengetok palu sanksi.
Meski KFA memilih merahasiakan bentuk sanksi secara detail atas alasan privasi, media terkemuka Korea Selatan seperti Channel A melaporkan bahwa hukuman yang dijatuhkan masuk kategori sangat berat.
Shin Tae-yong disebut-sebut terancam penangguhan lisensi/kualifikasi hingga 10 tahun, serta larangan beraktivitas dalam panggung sepak bola di bawah naungan yurisdiksi KFA.
Load more