Resmi! AFC Tolak Banding Persib, Sanksi Rp3,5 Miliar dan 2 Laga Tanpa Penonton Resmi Berlaku di Kompetisi Asia
- Ratchaburi FC
Jakarta, tvOnenews.com - Persib Bandung kembali mendapat kabar kurang menyenangkan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Upaya Maung Bandung untuk membatalkan hukuman akibat ulah suporter saat menghadapi Ratchaburi FC resmi kandas setelah Komite Banding AFC menolak permohonan mereka secara keseluruhan pada 13 Agustus 2026.
Keputusan tersebut berkaitan dengan pertandingan Persib Bandung kontra Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 18 Februari 2026. Dalam laga tersebut, Persib memang berhasil menang 1-0, tetapi tetap tersingkir setelah kalah agregat 1-3 dari wakil Thailand.
Berdasarkan keputusan Komite Banding AFC, putusan sebelumnya dengan nomor VVC 20260513DC13 dinyatakan tetap berlaku. Artinya, Persib harus menjalani seluruh hukuman yang sebelumnya dijatuhkan Komite Disiplin dan Etik AFC tanpa perubahan.
Hukuman paling berat adalah denda total sebesar USD200.000 atau sekitar Rp3,5 miliar. Selain denda, Persib juga diwajibkan memainkan dua pertandingan kandang di kompetisi klub AFC dengan kondisi stadion tertutup untuk penonton.
- AFC
Namun, terdapat sedikit keringanan dalam pelaksanaan hukuman tersebut. Sanksi penutupan stadion pada pertandingan kandang kedua ditangguhkan selama dua tahun dan baru akan diberlakukan jika Persib kembali melakukan pelanggaran dengan sifat serupa selama masa percobaan tersebut.
Dengan demikian, Persib harus sangat berhati-hati ketika kembali tampil di kompetisi Asia. Jika terjadi pelanggaran serupa dalam periode dua tahun, hukuman pertandingan kedua yang ditangguhkan otomatis dapat dicabut penangguhannya dan harus dijalankan bersamaan dengan sanksi baru.
AFC menilai pelanggaran yang terjadi di GBLA bukan sekadar masalah flare atau kembang api. Dalam dokumen keputusan, suporter Persib disebut menyalakan sejumlah alat pembakar, melempar berbagai benda ke area pertandingan, merusak kursi stadion dan papan iklan, melakukan kekerasan fisik, melontarkan perkataan menghina kepada tim lawan maupun perangkat pertandingan, hingga melakukan invasi lapangan setelah pertandingan.
Bahkan, tudingan kepada perangkat pertandingan juga menjadi bagian dari perkara tersebut. Sejumlah suporter disebut menuduh mereka sebagai “part of the mafia” serta menuding perangkat pertandingan telah dibayar untuk memengaruhi hasil laga.
- X @@Mah5Utari
Persib juga dinilai gagal memastikan aspek keamanan pertandingan berjalan sebagaimana mestinya. AFC menyebut klub tidak memenuhi kewajiban untuk menerapkan aturan keselamatan, mengambil langkah pencegahan yang diperlukan, serta menjaga ketertiban di dalam dan sekitar stadion.
Masalah lainnya berkaitan dengan jalur evakuasi dan akses publik. AFC menyatakan sejumlah penonton menghalangi jalur, koridor, tangga, pintu, gerbang maupun akses keluar darurat sehingga kewajiban Persib berdasarkan Article 35 AFC Safety and Security Regulations dinilai telah dilanggar.
Keputusan terbaru tersebut menjadi semakin berat karena Persib sebelumnya sudah beberapa kali mendapat hukuman AFC terkait perilaku penonton sepanjang kompetisi Asia musim 2025/2026. Pada November 2025, misalnya, Persib dihukum denda USD25.000 dan penutupan 25 persen kapasitas stadion untuk satu pertandingan kandang AFC setelah pelanggaran yang melibatkan flare, pelemparan benda serta perilaku penonton lainnya.
Dalam keputusan tersebut, AFC juga menjatuhkan denda tambahan USD1.250 karena Persib melanggar ketentuan mengenai penomoran kursi dan baris stadion. Total hukuman dari perkara tersebut mencapai USD26.250.
Sebelumnya lagi, pada Desember 2025 Persib juga dikenai denda USD30.000 setelah puluhan penonton melakukan invasi lapangan dan sejumlah penonton lainnya melempar botol kosong ke area pertandingan saat menghadapi Selangor FC.
Rangkaian hukuman itu menunjukkan persoalan perilaku penonton sudah berulang dan bukan insiden yang berdiri sendiri. Bahkan, pada April 2026 AFC juga menjatuhkan hukuman kepada Ratchaburi FC akibat keributan suporter pada leg pertama babak 16 besar yang berlangsung di Thailand. (fan)
Load more