News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Final Piala AFF 2026 Jadi Sorotan, Penalti Melambung hingga 2 Gol Bunuh Diri Picu Kecurigaan Publik dan Pengamat

Vietnam memastikan trofi Piala AFF 2026 tetap berada dalam genggaman mereka setelah menyelesaikan final leg kedua dengan skor 2-2.
Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:24 WIB
Pertandingan final Piala AFF antara Vietnam Vs Thailand
Sumber :
  • Changsuek

‎Jakarta, tvOnenews.com - Keberhasilan Timnas Vietnam mempertahankan gelar juara ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 menyisakan perbincangan lain setelah partai final berakhir. Sejumlah kejadian dalam duel kontra Thailand menjadi sorotan hingga memunculkan berbagai spekulasi di media sosial.

‎Vietnam memastikan trofi tetap berada dalam genggaman mereka setelah menyelesaikan final leg kedua dengan skor 2-2. Hasil di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Rabu (26/8/2026), membuat The Golden Star Warriors keluar sebagai juara dengan keunggulan agregat 4-2.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎Namun, pembicaraan selepas pertandingan tidak hanya berkutat pada keberhasilan Vietnam menjadi kampiun. Potongan video dari beberapa kejadian di lapangan beredar luas dan mengundang pertanyaan dari sebagian penggemar sepak bola Asia Tenggara.

‎Salah satu momen yang ramai dibicarakan terjadi ketika Thailand mendapatkan kesempatan mencetak gol melalui titik putih. Eksekusi Kakana Khamyok justru melambung di atas mistar sehingga kesempatan tersebut gagal dikonversikan menjadi gol.

‎Bukan hanya kegagalan penalti tersebut yang menjadi perbincangan. Dua gol bunuh diri Thailand pada pertandingan yang sama turut membuat spekulasi berkembang di kalangan pengguna media sosial.

‎Chatchai Bootprom menjadi pemain Thailand yang tercatat melakukan gol bunuh diri pada babak kedua. Kejadian tersebut membantu Vietnam tetap mempertahankan posisi menguntungkan dalam perhitungan agregat.

‎Situasi serupa kembali terjadi ketika pertandingan memasuki masa injury time. Wanchai Jarunongkran melakukan gol bunuh diri saat berusaha menghalau bola dari ancaman Vietnam.

‎Rangkaian kejadian itulah yang kemudian dipotong dan disebarkan melalui berbagai platform media sosial. Sebagian warganet mengaitkannya dengan kecurigaan terhadap integritas pertandingan final.

‎Kendati demikian, kecurigaan yang berkembang di media sosial tidak bisa serta-merta digunakan untuk menyimpulkan adanya pengaturan pertandingan. Hingga kini belum terdapat bukti terverifikasi yang menunjukkan hasil duel Vietnam kontra Thailand telah direkayasa.

‎Catatan resmi pertandingan juga menempatkan dua gol bunuh diri tersebut sebagai kejadian yang muncul dari situasi permainan. Kegagalan penalti maupun kesalahan pemain dengan sendirinya bukan merupakan bukti terjadinya match fixing.

‎Perdebatan yang muncul selepas final menjadi semakin sensitif karena Piala AFF 2026 sebelumnya sudah beberapa kali diterpa persoalan mengenai kredibilitas pertandingan. Kualitas perangkat pertandingan hingga dugaan pengaturan skor pada kasus berbeda pernah menjadi perhatian selama turnamen berlangsung.

‎Salah satu kontroversi sebelumnya muncul pada pertandingan Timnas Indonesia menghadapi Singapura pada 7 Agustus 2026. Sebuah keputusan wasit ketika penjaga gawang Singapura menangkap bola dari rekannya sempat menjadi perdebatan.

‎Pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali, ketika itu menyoroti kemungkinan terjadinya deliberate back-pass. Jika situasi tersebut memang memenuhi kriteria pelanggaran, Timnas Indonesia seharusnya berhak mendapatkan tendangan bebas tidak langsung di dalam kotak penalti.

‎Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu dasar munculnya tuntutan terhadap evaluasi perangkat pertandingan. Konsistensi pengambilan keputusan dianggap penting untuk menjaga kepercayaan peserta maupun publik terhadap turnamen.

‎“Meski keputusan wasit tetap merupakan bagian dari penilaian teknis pertandingan, kontroversi itu memperkuat tuntutan agar AFF mengevaluasi kualitas dan konsistensi perangkat pertandingan,” ujar Akmal Marhali di Jakarta, Kamis (27/8/2026). 

‎Persoalan yang lebih serius juga muncul dari Laos selama penyelenggaraan turnamen. Federasi Sepak Bola Laos telah meminta dilakukan penyelidikan menyangkut dugaan match fixing.

‎Kasus tersebut perlu dipisahkan dengan kontroversi keputusan wasit maupun berbagai spekulasi yang muncul setelah final Vietnam melawan Thailand. Proses investigasi terkait Laos masih berlangsung dan belum membuktikan keterlibatan pemain tertentu.

‎Akmal melihat persoalan pengaturan skor dan keputusan teknis pertandingan berada dalam ranah berbeda. Namun, keduanya sama-sama berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan kompetisi apabila tidak ditangani secara terbuka.

‎Sorotan tersebut membuat AFF memiliki pekerjaan yang tidak berhenti setelah trofi juara diserahkan kepada Vietnam. Penyelenggara dinilai perlu memastikan mekanisme pengawasan kompetisi mampu menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang.

‎“AFF perlu merespons secara transparan dan memastikan bahwa Piala AFF 2026 berlangsung jujur, kompetitif, serta diawasi melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Akmal.

Transparansi menjadi penting karena spekulasi yang berkembang tanpa bukti juga berpotensi merugikan pemain maupun tim yang terlibat. Karena itu, setiap dugaan harus dipisahkan secara jelas antara fakta pertandingan, keputusan teknis, dan tuduhan yang membutuhkan pembuktian.

‎Dalam konteks final, belum ada temuan resmi yang menunjukkan kegagalan penalti Kakana Khamyok maupun dua gol bunuh diri Thailand berkaitan dengan praktik pengaturan pertandingan. Potongan video yang beredar di media sosial tidak cukup menjadi dasar untuk membuat kesimpulan tersebut.

‎Meski demikian, ramainya respons publik menunjukkan adanya persoalan kepercayaan yang perlu diperhatikan AFF. Terlebih, kontroversi sepanjang turnamen membuat setiap kejadian tidak biasa di lapangan lebih mudah memunculkan kecurigaan.

‎Vietnam tetap sah keluar sebagai juara berdasarkan hasil pertandingan yang telah dimainkan. Mereka menutup dua leg final dengan keunggulan agregat 4-2 atas Thailand untuk mempertahankan titel Piala AFF 2026.

‎(igp/hfp)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

4 Penyataan Tegas MUI soal Rencana Konser Andrea Bocelli di Indonesia

4 Penyataan Tegas MUI soal Rencana Konser Andrea Bocelli di Indonesia

MUI membuka ruang dialog soal konser Andrea Bocelli. Ini bagian dari upaya tabayun agar persoalan dapat dibahas secara terbuka dan menghasilkan pemahaman utuh.
Jadwal KRL Rute Nambo-Jakarta Kota Hari Ini 23 Oktober 2026

Jadwal KRL Rute Nambo-Jakarta Kota Hari Ini 23 Oktober 2026

Jadwal KRL rute Nambo-Jakarta Kota hari ini 23 Oktober 2026 telah terbit. Untuk lebih rincinya, inilah jadwal lengkap KRL hari ini rute Nambo-Jakarta Kota.
Bukan Megatron, Megawati Hangestri Lagi-lagi Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Bukan Megatron, Megawati Hangestri Lagi-lagi Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Megawati Hangestri kembali mendapat julukan baru dari media Korea setelah mencetak 29 poin bersama Hyundai Hillstate di KOVO Cup 2026.
10 Ucapan Selamat Hari Dokter Nasional 2026, Referensi Caption untuk Media Sosial

10 Ucapan Selamat Hari Dokter Nasional 2026, Referensi Caption untuk Media Sosial

Berikut 10 ucapan selamat Hari Dokter Nasional 2026, referensi caption untuk media sosial.
Ustaz Adi Hidayat Ungkap Kebiasaan Sepele saat Khutbah Jumat yang Bisa Mengurangi Pahala

Ustaz Adi Hidayat Ungkap Kebiasaan Sepele saat Khutbah Jumat yang Bisa Mengurangi Pahala

Ustaz Adi Hidayat ungkap kebiasaan sepele saat Khutbah Jumat yang bisa mengurangi pahala. Jangan sampai dilakukan, cek hal apa yang dimaksud.
Jadwal F1 GP Amerika Serikat 2026: Kimi Antonelli dan Mercedes Berpeluang Mengukir Sejarah Baru di Sirkuit COTA

Jadwal F1 GP Amerika Serikat 2026: Kimi Antonelli dan Mercedes Berpeluang Mengukir Sejarah Baru di Sirkuit COTA

Jadwal F1 GP Amerika Serikat 2026 yang akan berlangsung sepanjang akhir pekan ini di Circuit of the America, Texas, berpeluang menjadi saksi momen bersejarah.

Trending

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Cek jadwal KRL hari ini 23 Oktober 2026 rute Bogor-Jakarta Kota sebelum berangkat. Perlu dicatat, jadwal KRL bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan operasional.
Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Kisah Mualaf Christian Rontini, Pemain yang Mengenal Islam di Indonesia dan Kagumi Sosok Legenda Timnas

Kisah Mualaf Christian Rontini, Pemain yang Mengenal Islam di Indonesia dan Kagumi Sosok Legenda Timnas

Masih ingatkah anda dengan pemain bola, Christian Rontini? berikut kisah inspiratif dan perjalanan spiritualnya selama di i Indonesia.
Berpeluang Rebut Puncak Klasemen di Phillip Island, Marc Marquez Pilih Santai Hadapi MotoGP Australia 2026

Berpeluang Rebut Puncak Klasemen di Phillip Island, Marc Marquez Pilih Santai Hadapi MotoGP Australia 2026

Juara bertahan musim ini, Marc Marquez memutuskan untuk menghadapi MotoGP Australia akhir pekan ini dengan santai dan tanpa beban.
TJ Dillashaw Ungkap Kunci Kemenangan Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333, Jagokan Siapa?

TJ Dillashaw Ungkap Kunci Kemenangan Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333, Jagokan Siapa?

Mantan juara UFC, TJ Dillashaw, ungkap serangan ke tubuh dan pertahanan takedown sebagai kunci trilogi Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333. Jagokan siapa?
Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menerima penghargaan Honorary Fellow Award dalam ajang 44th CAFEO 44 yang digelar di Bandung. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT