Siapa Resal Octavian? Ofisial Java United yang Diduga Sebut Shin Tae-yong 'Pendatang'
- Instagram @malutunitedfc/@futboll.indonesiaa
tvOnenews.com — Nama Resal Octavian tiba-tiba menjadi bahan pembicaraan dari kalangan penggemar sepak bola Indonesia dalam beberapa hari terakhir.
Bagaimana tidak, pernyataan diskriminatif dari Direktur Teknik Java United itu terhadap pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong dirasa sangat memalukan.
Pria bernama lengkap Achmad Resal Octavian tersebut mengatakan bahwa posisi Shin Tae-yong di sepak bola Indonesia hanyalah seorang pendatang.
Hal ini diucapkan Resal Octavian dari bangku ofisial tim ketika Java United kalah 0-1 atas Persija Jakarta dalam pertandingan Super League akhir pekan lalu.
“Kamu di sini hanya pendatang! Ini daerah saya!,“ ucap Resal Octavian ke arah Shin Tae-yong.
Tak pelak, tindakan tak terpuji Resal tersebut bikin suporter sepak bola tanah air geram. Tidak sedikit yang meminta agar Komdis PSSI bertindak tegas kepadanya.
Lantas, siapa sebenarnya sosok Resal Octavian?
Profil Singkat
Lahir di Semarang pada 6 Oktober 1993, Achmad Resal Octavian memulai karier sepak bolanya ketika menjadi bagian dari Deportivo Indonesia atau SAD Uruguay.
Selesai menimba ilmu di Uruguay, Resal Octavian gabung PSIS Semarang pada 2010/2011. Saat itu, usianya masih belum genap 20 tahun.
Meski punya CV mentereng karena jebolan SAD Uruguay, namun karier Resal Octavian seolah jalan di tempat. Malahan, ia menyudahi kiprah sepak bolanya lebih cepat.
Usut punya usut, pria asli Jawa Tengah itu memilih ambil lisensi kepelatihan. Pada 2018, ia masuk jajaran tim PSIS Semarang sebagai asisten pelatih.
Tercatat, ia pernah mendampingi beberapa pelatih seperti Vincenzo Annese, Ian Gillian, Dragan Djukanovic, Jafri Sastra hingga Bambang Nurdiansyah.
Bahkan pada 2022, Resal Octavian sempat ditunjuk sebagai caretaker PSIS Semarang meski dalam waktu singkat. Di tahun berikutnya, ia memilih letakan jabatannya.
Saat itu, pria bertubuh gempal tersebut pindah ke Malut United sebagai asisten Imran Nahumarury dan berlanjut hingga musim berikutnya.
Ketika Malut United pindah homebase ke Semarang dan berganti nama jadi Java United, Resal Octavian turut dipromosikan sebagai Direktur Teknik.
“Java United FC resmi menunjuk Achmad Resal Octavian sebagai Direktur Teknik,“ tulis @java.utd pada 20 Agustus silam.
Kontroversi Resal Octavian
- Instagram @malutunitedfc/@futboll.indonesiaa
Jauh sebelum dianggap xenofobia terhadap Shin Tae-yong, sosok Resal Octavian memang sudah dikenal punya rekam jejak yang begitu kontroversial.
Di Super League musim lalu contohnya. Ia kedapatan memukul panpel pertandingan Persita Tangerang vs Malut United pada 23 November 2025.
Atas perilakunya, Resal Octavian mendapatkan hukuman berupa larangan mendampingi tim Malut United sebanyak 4 pertandingan dan denda Rp 50 juta.
Di sisi lain, Resal Octavian juga pernah menjadi pelatih termuda yang berkesempatan ikut dalam lisensi kepelatihan AFC Pro pada Juni 2026 lalu.
Kini, dengan kelakukannya yang diskriminatif dan mencoreng nilai sportivitas, maka prestasi yang diraih Resal Octavian selama ini seolah terbuang sia-sia.
Load more