Usai Insiden Kekerasan, Persib U-18 Dapat Pendampingan Psikologis
- Persib Official
Jakarta, tvOnenews.com - Persib Bandung mengambil langkah serius untuk memulihkan kondisi mental para pemain U-18 setelah rombongan mereka menjadi korban penyerangan di Jawa Tengah. Manajemen Maung Bandung kini memberikan pendampingan psikologis agar para pemain muda bisa kembali beraktivitas dan bertanding dengan percaya diri.
Program pemulihan tersebut digelar di Royal Box, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini melibatkan pemain Persib U-18, jajaran pelatih, staf, hingga orang tua dengan menghadirkan psikolog klinis dan olahraga, Rizka Safitri, M.Sc., M.Psi.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari insiden penyerangan bus Persib U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam. Peristiwa itu mengakibatkan kendaraan rombongan mengalami kerusakan, seorang personel media menjadi korban kekerasan fisik, serta sejumlah koper dilaporkan dijarah.
Kejadian tersebut mendapat perhatian serius karena melibatkan para pemain yang masih berada dalam tahap pembinaan. Persib tidak ingin pengalaman buruk itu mengganggu perkembangan mental maupun perjalanan karier para pemain mudanya.
Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, mengatakan keselamatan dan kesejahteraan pemain menjadi prioritas utama klub. Menurutnya, tanggung jawab Persib tidak hanya sebatas meningkatkan kemampuan sepak bola, tetapi juga memastikan para pemain mendapatkan perlindungan psikologis.
“Bagi kami, pemain adalah bagian penting dari keluarga besar PERSIB,” ujar Adhi dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).
Adhi menyebut setiap pemain memiliki cara berbeda dalam menghadapi pengalaman tidak menyenangkan tersebut. Karena itu, pendampingan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan keluarga serta orang-orang terdekat.
“Kami memahami bahwa setiap orang memiliki proses pemulihan yang berbeda,” kata Adhi.
Ia berharap dukungan yang diberikan dapat membantu para pemain kembali menjalani aktivitas dengan lebih tenang.
Dalam kegiatan tersebut, Persib membagi pendampingan menjadi dua sesi yang memiliki fokus berbeda. Sesi pertama memberikan edukasi kepada orang tua dan pelatih mengenai pentingnya dukungan emosional serta komunikasi terbuka selama proses pemulihan.
Sementara itu, sesi kedua diarahkan pada konseling kelompok dan stabilisasi emosi pemain bersama psikolog. Para pemain mendapatkan ruang untuk mengelola respons emosional sekaligus mempersiapkan mental menghadapi pertandingan berikutnya.
Load more