Tak Cuma karena Dibantai Persija 1-5, Arema FC Ungkap Alasan Sebenarnya Pecat Marcos Santos
- Arema FC Official
Jakarta, tvOnenews.com - Arema FC resmi mengambil keputusan besar dengan mengakhiri kerja sama bersama pelatih kepala Marcos Santos pada Jumat (23/10/2026). Keputusan tersebut diambil setelah Singo Edan gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir Super League 2026-2027.
Kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10/2026), menjadi puncak dari rentetan hasil buruk Arema FC. Manajemen akhirnya memilih melakukan pergantian pelatih demi menyelamatkan perjalanan tim pada awal musim ini.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengakui bahwa pemecatan Marcos Santos bukan keputusan yang mudah. Apalagi, pelatih asal Brasil tersebut sudah memasuki musim keduanya bersama Singo Edan.
"Keputusan ini tentu tidak mudah, apalagi ini merupakan musim kedua bagi Marcos Santos yang sebenarnya dinilai sangat mengenal karakter sepak bola Indonesia. Namun, lima laga tanpa kemenangan menjadi indikator penting bahwa tim butuh momentum dan ruang refreshment baru," ujar Yusrinal Fitriandi dalam keterangan resmi yang diterima pada Jumat (23/10/2026).
"Manajemen memutuskan untuk mengistirahatkan sekaligus mengakhiri kerja sama secara profesional demi kebaikan bersama," imbuhnya.Â
Yusrinal menjelaskan bahwa hasil pertandingan bukan satu-satunya pertimbangan dalam mengevaluasi kinerja pelatih. Manajemen juga memperhitungkan aspek teknis, psikologis hingga kondisi internal tim sebelum mengambil keputusan.
Pengalaman Arema FC pada musim-musim sebelumnya turut menjadi bahan evaluasi manajemen. Menurut Yusrinal, penilaian terhadap sosok pelatih tidak cukup hanya berdasarkan pandangan publik terhadap kinerjanya.
"Namun, kenyataan di balik layar yang tidak diketahui publik, peran strategis mulai dari perancangan program latihan hingga eksekusi taktikal dari A sampai Z justru sepenuhnya dijalankan oleh jajaran asisten pelatih, seperti yang dahulu dilakukan oleh (alm) Coach Kuncoro," tutur pria yang biasa disapa Inal itu.
"Pengalaman tersebut menjadi catatan sangat berharga bagi manajemen. Artinya, ada begitu banyak pertimbangan mendalam, mulai dari aspek teknis, non teknis, psikologis, matematis dan situasi riil internal yang melatarbelakangi keputusan mengganti atau mempertahankan seorang pelatih," dia menambahkan.
Meski berpisah lebih cepat, Arema FC memastikan seluruh hak kontraktual Marcos Santos tetap dipenuhi sesuai ketentuan. Klub juga akan menyelesaikan seluruh kewajiban administratif secara profesional.
Sementara itu, manajemen telah menunjuk Andre Caldas sebagai pelatih interim untuk menggantikan Marcos Santos. Sosok yang telah mengenal kondisi internal tim tersebut dipercaya memimpin Singo Edan menghadapi Dewa United pada Minggu (25/10/2026).
Arema FC juga masih mencari pelatih kepala definitif untuk melanjutkan kompetisi musim ini. Pergantian tersebut diharapkan menjadi titik awal kebangkitan Singo Edan setelah melewati lima pertandingan tanpa kemenangan.(fan)
Load more