Survei Membuktikan, Suporter Tidak Puas dengan Kinerja PSSI dalam Penanganan Tragedi Kanjuruhan
- PSSI
Jakarta - Lembaga independen Football Institute menyatakan suporter tidak puas dengan kinerja PSSI dalam penanganan tragedi Kanjuruhan. Hal ini berdasarkan hasil survei persepsi fans sepak bola nasional terhadap kondisi terkini sepakbola nasional.
"Dalam hasil survei kita bisa melihat ternyata suporter atau fans sepak bola Indonesia tidak puas terhadap kinerja PSSI khususnya dalam penanganan Kanjuruhan," kata founder Football Institute, Budi Setiawan dalam jumpa pers, Senin (31/10/2022).
Berdasarkan hasil survei yang melibatkan 1.200 responden itu terlihat bahwa lebih dari 50 persen suporter mengatakan kinerja PSSI lamban bahkan sangat lamban dalam mengurus tragedi Kanjuruhan.
"Penilaian suporter terhadap PSSI dalam hal penanganan Kanjuruhan, 47 persen lamban dan 24,7 persen mengatakan sangat lamban," jelasnya.
PSSI juga dianggap tidak bertanggung jawab dalam penyelesaian tragedi Kanjuruhan yang menewaskan sebanyak 135 korban jiwa.
"Lalu mengenai tanggung jawab PSSI menangani peristiwa Kanjuruhan, mereka menilai bahwa PSSI tidak bertanggung jawab sebesar 35,8 persen dan sangat tidak bertanggung jawab 17,9 persen," tambah dia.
Besarnya nilai angka penilaian suporter akan kurangnya kapasitas tanggung jawab PSSI menunjukan bahwa memang publik tidak puas atas kinerjanya.
"Ada yang bertanggung jawab angkanya 28,7 persen, artinya terlihat sekali bahwa publik dan suporter ini tidak puas dengan penanganan tragedi Kanjuruhan," katanya.
Adapun alasan para suporter menilai PSSI tidak bertanggung jawab dalam peristiwa Kanjuruhan adalah yang utama saling lempar tanggung jawab dan menyalahkan pihak lain.
Kemudian lamban dalam penanganan, kurang profesional dalam bicara kepada publik atau komunikasinya kurang, lari dari tanggung jawab, jalan di tempat dalam penanganan kasus, dan kurang responsif. (hsn/fan)
Load more