4 Alasan Ini Disinyalir Jadi Penyebab Ruben Amorim Didepak dari Manchester United
- Reuters
Jakarta, tvOnenews.com - Kejutan besar mewarnai awal tahun 2026 di sepak bola Inggris setelah keputusan penting diambil oleh raksasa Liga Primer. Manchester United secara resmi menghentikan kerja sama dengan pelatih kepala mereka, Ruben Amorim, pada Senin (5/1).
Keputusan tersebut langsung mengundang perhatian luas karena Amorim sejatinya baru menjalani satu musim bersama Setan Merah. Publik pun bertanya-tanya, apa yang sebenarnya mendorong manajemen mengambil langkah drastis tersebut.
Kebersamaan yang hanya berlangsung 14 bulan itu kini tercatat sebagai salah satu periode singkat dalam sejarah kepelatihan klub. Harapan akan lahirnya era baru di Old Trafford pun harus kembali tertunda.
Manchester United sendiri tengah berada dalam fase pencarian identitas usai pergantian pelatih sebelumnya, Erik Ten Hag. Situasi ini membuat setiap keputusan strategis memiliki dampak besar, baik secara teknis maupun psikologis.
Manajemen klub menilai pemutusan kerja sama ini bukan keputusan emosional. Ada dinamika internal dan performa tim yang terus menjadi bahan evaluasi sejak beberapa waktu terakhir.
Berikut 5 alasan yang disinyalir jadi penyebab pemecatan Ruben Amorim dari Manchester United berdasarkan laporan berbagai sumber.
1. Amorim berencana bertahan di Old Trafford hanya 18 bulan
Sejumlah sumber menyebut, arah proyek jangka panjang mulai dipertanyakan setelah muncul pernyataan sensitif dari sang pelatih. Amorim disebut pernah menyinggung rencana kerja selama “18 Bulan” di internal klub.
Ucapan tersebut dinilai tidak sejalan dengan visi manajemen yang ingin membangun stabilitas berkelanjutan. Dalam konteks klub sebesar United, komitmen jangka panjang menjadi fondasi utama kebijakan olahraga mereka.
Padahal, pelatih asal Portugal itu dikontrak MU dengan durasi panjang. Ia masih memiliki jabatan sebagai juru taktik Setan Merah hingga 2027 mendatang.
2. Kisruh dengan direksi manajemen
Masalah tidak berhenti di situ karena hubungan dengan jajaran direksi juga mengalami keretakan. Mengacu laporan dari Metro, komunikasi antara Amorim dan petinggi klub disebut kerap menemui jalan buntu.
Perbedaan sudut pandang soal arah tim membuat suasana kerja di level manajemen menjadi tidak ideal. Ketika kepercayaan mulai terkikis, keberlangsungan proyek pun sulit dipertahankan.
Load more