Kok Bisa, Manchester United Tekor Ratusan Miliar Cuma Gara-gara Ruben Amorim Dipecat?
- instagram Ruben Amorim
tvOnenews.com - Manchester United kembali menuai sorotan tajam setelah terungkap fakta baru di balik pemecatan Ruben Amorim.
Pelatih asal Portugal itu ternyata sudah berniat mengundurkan diri hanya beberapa hari sebelum klub resmi mengakhiri kerjanya.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah Manchester United sebenarnya bisa menghindari kerugian finansial besar jika keputusan diambil lebih cepat?
Kepergian Amorim bukan sekadar soal pergantian pelatih, melainkan juga mencerminkan rapuhnya stabilitas manajemen Setan Merah.
Setelah 14 bulan yang dinilai gagal memberi dampak signifikan di lapangan, keputusan memecat Amorim justru membuat klub harus menanggung beban kompensasi fantastis.
Total kerugian yang ditimbulkan kembali menambah daftar panjang kesalahan mahal pasca era Sir Alex Ferguson.
Amorim Nyaris Resign sebelum Dipecat
Tak lama setelah pemecatan Ruben Amorim, laporan The Sun mengungkap bahwa sang pelatih sebenarnya sudah siap mundur dari jabatannya.
Situasi memanas usai terjadi adu argumen sengit antara Amorim dan direktur sepak bola Jason Wilcox, menjelang laga Liga Inggris kontra Leeds United di Elland Road.
Menurut sumber tersebut, Amorim bahkan “memberi tahu orang-orang terdekatnya bahwa ia akan mengundurkan diri” setelah konflik internal itu.
Namun keputusan tersebut urung dilakukan setelah ia berdiskusi dengan agennya, Raul Costa. Sang agen disebut menyarankan agar Amorim menunggu langkah resmi klub, dengan dua opsi jelas: mendapat dukungan penuh atau dipecat.

- REUTERS/Chris Radburn
Pernyataan Amorim di depan publik memperlihatkan kekecewaannya terhadap minimnya dukungan direksi, terutama setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds.
“Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan sekadar pelatih. Itu jelas. Saya tahu nama saya bukan Thomas Tuchel, bukan Antonio Conte, bukan Jose Mourinho, tapi saya adalah manajer Manchester United dan itu akan berlangsung selama 18 bulan atau sampai dewan memutuskan untuk berubah. Itu poin saya. Saya ingin mengakhiri pembahasan ini. Saya tidak akan mengundurkan diri. Saya akan menjalankan tugas saya sampai ada orang lain yang datang menggantikan saya,” ujarnya Amorim menegaskan.
Ironisnya, kurang dari 24 jam setelah pernyataan tersebut, Amorim justru diberhentikan. Pihak klub, termasuk Wilcox dan CEO Omar Berrada, merasa berada dalam posisi terpojok dan menilai pemecatan sebagai satu-satunya jalan keluar.
Hitung-hitungan Kerugian Manchester United
Pemecatan Amorim berdampak langsung pada keuangan klub. Manchester United diwajibkan membayar kompensasi sebesar £12 juta atau sekitar Rp271 miliar kepada sang pelatih.
Angka ini menjadi beban tambahan yang sebenarnya bisa dihindari jika Amorim benar-benar mengundurkan diri lebih dulu.
Dengan tambahan tersebut, total dana yang telah dihabiskan Manchester United untuk memecat manajer sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013 kini melampaui £100 juta (sekitar Rp2,26 triliun).
Nilai ini menjadi simbol mahalnya ketidakstabilan arah klub dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Dari sisi performa, investasi tersebut juga sulit dibenarkan. Selama 14 bulan kepemimpinannya, Amorim gagal membawa konsistensi hasil, tidak menunjukkan kemajuan signifikan di liga, serta gagal membangun identitas permainan yang jelas.
Kombinasi hasil di lapangan dan konflik internal akhirnya membuat masa jabatannya berakhir dengan cara yang merugikan semua pihak.
Warisan Amorim dan Era Interim Michael Carrick
Pasca pemecatan pada 5 Januari, asisten Amorim, Carlos Fernandes, menjadi sosok pertama yang angkat bicara.
Melalui media sosial, ia menulis: “Terima kasih, Manchester United. Terima kasih kepada para pemain kelas dunia, saya terhormat bisa melatih dan belajar dari mereka. Terima kasih kepada staf yang menunjukkan dukungan nyata. Terima kasih kepada para fans yang selalu bersama kami.”
Ia juga menambahkan bahwa bekerja di klub sebesar Manchester United bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga soal karakter, menyebut pengalamannya sebagai “bab spesial” dalam hidupnya.
Manchester United sempat menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih sementara, namun hasilnya mengecewakan: imbang melawan Burnley dan tersingkir dari Piala FA oleh Brighton.
Kini, klub mempercayakan tim kepada Michael Carrick hingga akhir musim, sembari mencari manajer permanen pada musim panas.
Carrick langsung dihadapkan pada tantangan berat. Debutnya akan diwarnai derbi melawan Manchester City di Old Trafford pada Sabtu (17/1), sebelum bertandang ke Emirates Stadium menghadapi pemuncak klasemen Arsenal.
Di tengah tekanan prestasi dan luka finansial pasca Amorim, Manchester United kembali diuji: apakah kali ini mereka mampu belajar dari kesalahan mahal. (udn)
Load more