Casemiro Bersinar di Era Michael Carrick, Man of the Match yang Mengubah Wajah MU Saat Ini!
- instagram Casemiro
tvOnenews.com - Nama Casemiro kembali menjadi sorotan utama setelah Manchester United menaklukkan Fulham dengan skor dramatis 3-2 pada pekan ke-24 Liga Inggris 2025/2026.Â
Di tengah euforia kemenangan ketiga beruntun Setan Merah di bawah komando Michael Carrick, gelandang asal Brasil itu tampil sebagai figur sentral dan dinobatkan sebagai Man of the Match.Â
Penampilannya di Old Trafford, Minggu (1/2/2026) malam WIB, menjadi simbol kebangkitan peran vital Casemiro di lini tengah United.
Di bawah Carrick, Casemiro seolah menemukan kembali konteks terbaik permainannya. Bukan sekadar pemutus serangan, ia kini menjadi poros yang menghubungkan stabilitas dan agresivitas.Â
Kontribusi gol dan assist melawan Fulham mempertegas bahwa kemenangan beruntun Manchester United tidak hanya lahir dari momen dramatis, tetapi juga dari dominasi pemain berpengalaman yang kembali diberi peran jelas.
Casemiro mencatatkan rating tertinggi di laga ini, yakni 8,8, angka yang mencerminkan betapa besarnya pengaruh sang gelandang selama 75 menit berada di lapangan.Â
Kontribusinya tidak setengah-setengah: satu gol pembuka, satu assist krusial, dan kehadiran konstan dalam menjaga keseimbangan tim.
Dari sisi menyerang, Casemiro tampil efisien. Ia hanya melepaskan satu tembakan, namun berbuah gol melalui sundulan keras memanfaatkan umpan Bruno Fernandes dari situasi bola mati.Â
Assist-nya kepada Matheus Cunha pada gol kedua juga menunjukkan visi bermain yang sering luput dari sorotan publik. Umpan terobosan dari lini tengah itu menjadi titik balik dominasi United di babak kedua.
Statistik mencatat Casemiro mengirimkan tujuh umpan ke area sepertiga akhir lapangan, angka yang menunjukkan perannya tidak sebatas gelandang bertahan.Â
Efektivitas ini menjadi pembeda, terutama saat United membutuhkan kontrol tempo di tengah tekanan Fulham.

- instagram Casemiro
Benteng Lini Tengah yang Kembali Kokoh
Jika kontribusi ofensifnya mencuri perhatian, kerja Casemiro tanpa bola justru menjadi fondasi kemenangan. Ia membukukan 10 aksi defensif, termasuk tiga tekel bersih, tiga sapuan, serta dua sapuan kepala penting di kotak penalti.Â
Tambahan satu intersep dan tiga recovery mempertegas insting bertahan yang masih sangat tajam.
Dalam duel individu, Casemiro tampil dominan. Ia memenangkan lima dari tujuh duel darat (71 persen) dan sempurna dalam duel udara dengan rasio 100 persen. Catatan ini krusial mengingat Fulham kerap mencoba memanfaatkan transisi cepat dan bola kedua.
Meski sempat dilewati lawan satu kali, hal tersebut tidak mengurangi gambaran besarnya. Casemiro menjadi jangkar yang membuat lini belakang United relatif lebih tenang, terutama sebelum konsentrasi tim menurun di menit-menit akhir.
Casemiro dan Identitas Baru Manchester United
Kemenangan atas Fulham memastikan Manchester United merangkai tiga kemenangan beruntun, setelah sebelumnya menumbangkan Manchester City dan Arsenal.Â
Dengan 41 poin, Bruno Fernandes dan kolega bertahan di posisi keempat klasemen, unggul tipis dari Chelsea. Fulham sendiri harus puas tertahan di peringkat kedelapan dengan 34 poin.
Dalam konteks ini, Casemiro menjadi representasi perubahan pendekatan Carrick. Ia tidak lagi dibebani tugas sendirian sebagai perusak ritme lawan, tetapi diberi ruang untuk membaca permainan dan menentukan momen.Â
Carrick tampaknya memahami bahwa pengalaman Casemiro adalah aset strategis, bukan sekadar solusi darurat.
Gol penentu Benjamin Sesko di injury time memang menjadi headline, tetapi fondasi kemenangan telah dibangun sejak awal oleh Casemiro.Â
Man of the Match ini bukan hanya soal statistik, melainkan soal pengaruh nyata. Jika Carrick mampu menjaga peran Casemiro tetap konsisten, Manchester United berpeluang menjadikan periode ini sebagai awal kebangkitan, bukan sekadar rangkaian kemenangan sesaat.(udn)
Load more